Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 63


__ADS_3

"kalau kamu mau tahu alasannya maka kamu harus menjelaskan semua foto ini" ucap Dylan sambil memperlihatkan beberapa foto kepada Ziena


"jadi karena ini kamu mendiami aku mas" batin Ziena


"jika aku jelaskan apa kamu akan mempercayai setiap ucapan ku mas?" tanya Ziena


"tentu saja aku mempercayainya jika semua yang kamu katakan benar adanya" jawab Dylan


"baiklah" balas Ziena sambil menarik nafas dalam sebelum menjelaskan


"dia ini om Irfan dan yang ini adalah kak Ricko mereka adalah kerabatku, seharusnya mas Dylan tahu siapa mereka karena saat pernikahan dulu mereka juga ikut hadir mengantarkan aku, lalu untuk rumah ini adalah tempat tinggal kak Ricko" jelas Ziena


"apa benar hubungan mu dengan kedua laki-laki ini hanya sekedar kerabat?" tanya Dylan


Ziena menganggukkan kepalanya. "iya hanya kerabat" balas Ziena


Setelah perdebatan yang begitu panjang akhirnya Dylan maupun Ziena memutuskan bahwa masalah kecurigaan Dylan sampai di sini.


Pagi yang cerah ini Ziena gunakan untuk beres-beres rumah karena hari ini ia tidak ada acara keluar. "na ini kartu kredit untuk mu, kamu bisa membeli kebutuhan rumah dan berbelanja apapun" ucap Dylan


"kenapa tidak uang cash saja mas?" tanya Ziena

__ADS_1


"ya sudah ini aku kasih uang cash juga" jawab Dylan sambil mengambil lima belas lembar uang seratusan dari dalam dompetnya


"bukan begitu maksudku mas" tolak Ziena


"sudah terima saja, kamu sekarang tanggung jawab ku" jelas Dylan


Ziena menerima uang cash dan kartu kredit yang Dylan berikan. Ia mengambil dompet miliknya dan membukanya di depan Dylan. Tanpa Ziena sadari Dylan bisa melihat salah satu kartu kredit yang sama dengan yang ia berikan.


Baru kemarin Dylan mempercayai Ziena lagi, tapi hari ini ia sudah dibuat curiga lagi oleh Ziena. Entah begitu banyak rahasia yang Ziena sembunyikan dari Dylan. "aku berangkat dulu" pamit Dylan


"hati-hati di jalan mas" ucap Ziena


"bukan urusanmu" balas Dylan


"apa kamu sudah mendapatkan informasinya?" tanya Dylan


"sudah" balas Alex


"jadi hunian mewah yang nona datangi waktu itu adalah hunian milik keluarga Hanson alias milik pemilik perusahaan Aldar" jelas Alex


"siapa saja yang tinggal di rumah itu?" tanya Dylan

__ADS_1


"yang jelas si pemilik rumah, pak Ricko dan beberapa pelayan di sana, tapi kalau untuk pak Irfan terkadang tinggal di sana terkadang di apartemen miliknya" jawab Alex


"aku belum pernah bertemu pemilik Aldar" ucap Dylan lirih


"banyak yang tidak tahu bagaimana identitas pemilik Aldar pak, hanya orang-orang tertentu yang pernah melihatnya bahkan para karyawannya juga banyak yang tidak tahu" jelas Alex


"terus selidiki Lex" perintah Dylan


"baik pak" jawab Alex


"Lex, kau tahu begitu banyak rahasia yang Ziena sembunyikan dariku" ucap Dylan


"yang nona sembunyikan bagaimana Lan?" tanya Alex mulai dengan bahasa sehari-hari


"tadi pagi aku memberikan dia kartu kredit untuk berbelanja, tapi saat ia membuka dompetnya aku melihat satu kartu yang sama dengan yang aku berikan" jawab Dylan


"dua hari kemarin aku sengaja mendiaminya, lalu kemarin malam ia menemuiku untuk bertanya alasan aku diam saja, akhirnya aku berikan alasannya dengan memperlihatkan foto-foto yang mata-matamu kirimkan, kau tahu apa jawabannya Lex?" curhat Dylan


Alex hanya diam mendengarkan curhatan temannya ini dan menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. " ia berkata bila kedua orang ini hanya kerabatnya lalu untuk rumah mewah ini adalah tempat tinggal dari si Ricko itu, aku bingung Lex apa aku harus percaya dengan penjelasan Ziena atau tidak"


"setelah melihat kartu di dalam dompetnya aku merasa curiga dan merasa bodoh Lex, sebenarnya rahasia apa yang Ziena sembunyikan, apa ia bermain api dibelakang ku? atau ia tidak mencintai aku sebagai suaminya?" tanya Dylan

__ADS_1


__ADS_2