Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 45


__ADS_3

Setelah cukup lama berjalan mengitari taman kota dan membeli berbagai macam jajanan pinggir jalan akhirnya Dylan dan Ziena memilih beristirahat disalah satu kursi yang kosong. "mas Dylan gak pernah malam mingguan di taman kota begini ?" tanya Ziena dengan ekspresi wajah menebak-nebak


Dylan hanya menggelengkan kepalanya. "berarti mas Dylan juga gak pernah mencoba makanan pinggir jalan seperti ini dong" tebak Ziena sambil menunjukkan makanan yang ia makan


Dylan menggelengkan kepalanya lagi. "aku sama Mela kalau kencan gak pernah di pinggir jalan begini biasanya kami pergi ke mall terus nonton film habis itu makan di restoran" jelas Dylan


Tanpa rasa bersalah Dylan membicarakan wanita lain di depan istrinya. Ziena langsung memasang wajah datarnya sambil mendengarkan cerita Dylan yang membuatnya kesal. "ayo kita pulang sekarang" ajak Dylan setelah melihat jam di tangannya menunjukkan pukul delapan malam


Dylan langsung berdiri dan sedikit berjalan mendahului Ziena. Ziena segera menyusul Dylan dan saat sudah dekat tanpa ragu Ziena langsung menggandeng tangan Dylan seperti layaknya pasangan. Dylan langsung menoleh ke arah ziena dengan tatapan seolah bertanya maksud Ziena menggandeng tangannya. Ziena yang mengerti maksud tatapan Dylan segera menjelaskan. "mas Dylan gak lihat semua orang di sini yang berpasangan pada bergandengan tangan, Kitakan juga pasangan" jelas Ziena sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka

__ADS_1


"tapi aku tidak biasa menggandeng tangan wanita selalu Mela" ucap Dylan yang tanpa sadar melukai hati Ziena


Ziena langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Dylan dan berjalan pergi meninggalkan Dylan tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia langsung mengeluarkan handset dalam tasnya dan memasangnya di kedua telinganya. Dari belakang Dylan masih terpaku melihat tingkah Ziena. Ia masih belum sadar jika ucapannya barusan begitu melukai hati Ziena. Dylan segera menyusul Ziena yang sudah jauh di depannya.


Di dalam mobil mereka sama-sama terdiam dengan pikirannya masing-masing. Dylan yang masih berpikir dengan perubahan tingkah Ziena dan Ziena yang masih dengan rasa kekesalannya. Ziena tidak memperdulikan Dylan yang sedari tadi meliriknya, hatinya masih kesal saat mengingat ucapan Dylan yang berkali-kali membahas Mela di depannya. Untuk menghilangkan kekesalannya Ziena menyibukkan diri menikmati jajan yang ia beli tadi sambil mendengarkan musik dari handset yang ia pakai. "na" panggil Dylan sambil terus fokus menyetir


Tidak mendengar jawaban dari Ziena, Dylan pun mengulangi lagi panggilannya. "na" panggilnya sedikit teriak sambil menepuk pelan pundak Ziena


"kamu gak dengar dari tadi aku panggil" ucap Dylan

__ADS_1


"mas Dylan gak lihat aku pakai handset" sambil memperlihatkan handsetnya


"kamu kenapa diam saja dari tadi?" tanya Dylan tanpa menoleh ke arah Ziena karena ia sedang fokus menyetir


"kenapa juga mas Dylan bertanya, seharusnya ia tahu kenapa aku diam seperti ini, jelas-jelas ia lebih dewasa dariku bahkan pernah menjalin hubungan dengan seseorang, masa tidak tahu kenapa seorang wanita bisa diam secara tiba-tiba seperti ini, ku jelaskan ya aku ini sedang kesal denganmu mas, dasar mas Dylan yang bodoh tidak peka dengan keadaan" batin Ziena


"kesal" kata singkat yang Ziena ucapkan


"kesal? dengan siapa?" tanya Dylan yang bingung dengan ucapan Ziena

__ADS_1


"angkasa" balas Ziena sambil langsung memasang handset ditelinganya kembali


Dylan tampak bingung dengan ucapan Ziena. Ia berpikir kenapa Ziena kesal dengan angkasa, ia sendiri tidak sadar jika angkasa yang Ziena maksud adalah dirinya. Ziena sengaja menyebut nama kedua dari Dylan agar Dylan bingung.


__ADS_2