
siang hari di kantor Aldar, Irfan dikejutkan dengan kedatangan ricko yang secara tiba-tiba.
"selamat siang om Irfan" sapa ricko yang masuk ke ruangan om Irfan tanpa mengetuk
"tidak bisakah kamu sedikit sopan ricko" ucap om Irfan
"maaf om lupa" jawab ricko cengengesan
"ada apa kau kemari?" tanya om Irfan
"om lupa tugasku di sanakan sudah selesai jadi sekarang aku mau kembali ke asalku om" jawab ricko
"oh" jawab om Irfan
"astaga om kenapa sekarang kau mirip sekali dengan Nana" ucap ricko yang merasa kesal karena omnya mulai memiliki kemiripan sifat dengan Ziena
"karena aku sekertaris" jawab om Irfan dengan tersenyum
"sudahlah om sama saja" jawab ricko kesal
"om" panggil ricko
"iya" jawab om Irfan yang masih fokus dengan laptopnya
"om pulangnya jam berapa?" tanya ricko
"jam empat sore" jawab om Irfan
"memangnya kenapa?" tanya om Irfan
"setelah berangkat dari sana aku belum ke mansion om, aku langsung ke sini" jawab ricko
"maksudmu kamu belum ke mansion nona?" tanya om Irfan
"iya om" jawab ricko cengengesan
"astaga ricko memang kenapa kamu tidak langsung ke mansion nona" ucap om Irfan
"takut om, aku kan belum bilang sama Nana kalo mau kembali makanya aku ke sini mau jadiin om Irfan sebagai tameng aku" jawab ricko cengengesan
"astaga ricko" jawab om Irfan
"ya udah om aku mau ke kantin dulu, om lanjutin aja kerjanya nanti kalo udah selesai om telpon ricko ya" ucap ricko dan diangguki om Irfan
"iya udah om aku pergi dulu, jangan lupa telpon aku" lanjut ricko sambil berjalan keluar
setelah kepergian ricko om Irfan melanjutkan pekerjaannya dan memasukkan beberapa berkas penting yang harus di tanda tangani
Ziena.
tak beberapa lama ponsel om Irfan berdering
drrrt drrrt drrrt
tertulis nama nona Nana, tanpa pikir panjang om Irfan langsung mengangkat panggilan dari Ziena.
"om Irfan jam berapa kemari?" tanya Ziena
"setelah ini saya ke sana nona" jawab om Irfan
"ok om" jawab Ziena
"apa ada masalah di kantor om?" tanya Ziena
"semua masih aman terkendali nona" jawab om Irfan
__ADS_1
"bagus" jawab Ziena
"nona" ucap om Irfan
"iya om ada apa" jawab Ziena
"ricko sudah kembali dan dia ingin tinggal di mansion bersama nona, apa boleh nona?" tanya om Irfan
"oh itu aku sudah tau kok om, tak masalah jika kak ricko mau tinggal di mansion" jawab Ziena
"terima kasih nona" jawab om Irfan
"sama-sama om, lagian kak ricko dulu juga pernah tinggal di mansion dengan ku" jawab Ziena
"kapan kak ricko sampai om?" tanya Ziena
"tadi siang nona" jawab om Irfan
"kak ricko sudah sampai om?" tanya Ziena
"iya nona" jawab om Irfan
"kenapa tidak langsung kemari om, kenapa malah ke kantor?" tanya Ziena yang merasa bingung
"nona seperti tidak tau ricko saja" jawab om Irfan
"bener juga om" jawab Ziena
"ya sudah om lanjutkan pekerjaanmu" ucap Ziena
"iya nona" jawab om Irfan
setelah selesai telepon dengan Ziena om Irfan segera bergegas turun menuju parkiran dan tak lupa menghubungi ricko.
"hallo Om ada apa?" tanya ricko yang baru mengangkat telponnya
"ngapain di parkiran om?" tanya ricko
"jangan banyak tanya, om tunggu kamu di parkiran" jawab om Irfan sambil memutus sambungan
tak beberapa lama kemudian ricko sampai di parkiran.
"kita mau ke mana om?" tanya ricko yang baru sampai
"ke butik" jawab om Irfan
"ngapain om ke butik?" tanya ricko
"om mau ngambil pesanan nona setelah itu kita ke mansion" jawab om Irfan
"ok om" jawab ricko dengan senyum yang sumringah
"kamu ikutin om dari belakang" ucap om Irfan dan diangguki ricko
om Irfan melajukan mobilnya disusul ricko, setelah selesai mengambil pesanan Ziena om Irfan melanjutkan perjalanan menuju mansion.
"aku kembali" ucap ricko yang baru keluar dari mobil
om Irfan yang mendengar ucapan ricko hanya tersenyum.
"ayo om kita masuk, aku sudah lama tak pernah ke sini" ucap ricko
om Irfan berjalan masuk ke dalam diikuti ricko, sampai di dalam om Irfan bertemu bi Ani.
"selamat sore tuan Irfan" sapa bi Ani
__ADS_1
"sore bi" jawab om Irfan
"non Nana ada di ruangannya tuan, tadi non Nana berpesan bila tuan Irfan sudah datang langsung ke ruangannya saja" ucap bi Ani
"baik bi"jawab om Irfan
"oh iya bi tolong antar ricko ke kamarnya" lanjut om Irfan
"baik tuan" jawab bi Ani
"mari tuan ricko bibi antar ke kamar tuan" ucap bi Ani
"bi Ani jangan manggil tuan deh, panggil aja ricko" jawab ricko
"maaf tuan bibi gak bisa" jawab bi Ani
"panggil den ricko aja bi lebih enak didengarnya" jawab ricko
"iya udah den iya" jawab bi Ani dan diangguki ricko dengan tersenyum
ricko berjalan menuju kamarnya di antar bi Ani sedangkan om Irfan berjalan menuju ruangan Ziena.
tok tok tok
"masuk" ucap Ziena dari dalam
"selamat sore nona" sapa om Irfan
"iya" jawab Ziena yang masih fokus dengan laptopnya
"nona ini kebaya yang nona pesan" ucap om Irfan
"taruh di atas meja aja om" jawab Ziena
"baik nona" jawab om Irfan
"nona ini beberapa berkas penting yang harus nona tanda tangani" ucap om Irfan sambil memberikan berkasnya ke Ziena
"berkas-berkas lainnya sudah saya kirim ke email nona" lanjut om Irfan
"iya om" jawab Ziena
"om" panggil Ziena
"iya nona ada apa?" tanya om Irfan
"nanti malam om ada acara?" tanya Ziena
"tidak ada nona" jawab om Irfan
"kalo begitu makan malam di sini saja om, sekalian menyambut kedatangan kak ricko" Jawab Ziena tersenyum
"baik nona" jawab om Irfan
"lama saya tak pernah melihat nona tersenyum seperti ini, saya harap nona selalu tersenyum lagi seperti dulu" batin om Irfan yang masih menatap Ziena
"om" panggil ziena
"om Irfan" panggil Ziena lagi
"iya nona ada apa" jawab om Irfan yang baru tersadar dari lamunannya
"om kenapa melamun?" tanya Ziena
"tidak apa-apa nona" jawab om Irfan
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu aku mau pergi ke kamarku om" jawab Ziena dan diangguki om Irfan