
Sebelum menanggapi curhatan temannya Alex menarik nafas terlebih dahulu. "Lan semua bisa dibicarakan baik-baik, mungkin ada alasan kenapa nona tidak bisa menjelaskan semuanya" ucap Alex
"Lo sebagai seorang suami harus bisa memahami istrimu, Lo harus bisa menjadi tempat curhat ternyaman untuk nona, gak hanya laki-laki aja yang butuh dipahami Lan wanita juga butuh dipahami, toh sebagai seorang pasangan suami istri harus saling terbuka bukan?"
"sekarang gue tanya sama Lo Lan, Lo ada rasa kan sama nona? gue lihat kok Lo itu ada rasa sama nona tapi gengsi mu itu terlalu tinggi buat bilang jujur ke nona, jika Lo ada rasa mending Lo ungkapin perasaan itu, jangan Lo bohong dan Lo tutup-tutupi Lan" tutur Alex
"gue gak ada rasa sama dia Lex, cinta gue cuman buat Mela" ucap Dylan dengan tegas, namun siapa tahu jika hatinya berkata berbeda
"apa Lo udah yakin sama perasaan Lo itu?" tanya Alex
"tentu saja gue yakin Lex, sekarang itu yang gue pengen adalah Ziena berkata jujur tentang rahasianya" jawab Dylan
"itu tergantung nona Lan Lo gak bisa maksa" jawab Alex
__ADS_1
"tapi gue ini suaminya Lex, gue berhak tau semua tentang dia, gue juga gak suka lihat dia dekat dengan laki-laki lain" ucap Dylan dengan nada lirih di kalimat terakhirnya, namun masih bisa Alex dengar
"yang jelas Lo harus instrospeksi diri juga Lan, Lo gak suka lihat nona dekat dengan laki-laki lain lalu bagaimana dengan dirimu yang terang-terangan menjalin hubungan dengan Mela di depan nona, apa Lo gak mikir perasaan nona?" ucap Alex sedikit menyindir temannya ini
Mungkin hanya Alex lah orang yang berani menyindir Dylan secara terang-terangan. "beda cerita Lex gue udah jalin hubungan dengan Mela jauh sebelum gue nikah sama Ziena, jadi dia harus terima kalau gue jalin hubungan ini" jawab Dylan membela dirinya, ia sedikit kesal saat Alex menyindir hubungannya dengan Mela
"ya sudah itu terserah Lo Lan, gue gak bisa kasih saran apa-apa lagi" pasrah Alex
Bila disuruh jujur Alex begitu merasa kasihan pada Ziena. Ia tahu Ziena begitu tulus mencintai sahabatnya namun apa daya Alex bila Dylan tetap kekeh pada rasa cintanya untuk Mela. Seburuk apa Alex menjelaskan kelakuan Mela di depan Dylan jika Dylan berkata tidak maka tidak ada bantahan lagi. "ya sudah gue pamit kembali ke ruangan gue ya Lan" pamit Alex
"hallo sayang apa kabar" sapa Mela dengan manjanya
"ada apa kamu ke mari?" tanya Dylan
__ADS_1
"sayang uang belanja aku kok kamu kurangin sih, aku gak jadi beli tas baru deh tadi" keluh Mela
"aku gak ngurangin kok kamu aja yang terlalu boros" jawab Dylan
"kamu kok gitu jawabannya" protes Mela
"kamu kenapa sih Mel!" bentak Dylan, ia begitu banyak pikiran akhir-akhir ini dan ditambah lagi dengan sikap Mela yang membuatnya jenuh
"kamu kok bentak aku sih sayang, apa karena gadis kecil itu kamu jadi berubah kasar sama aku gini" teriak Mela
"aku lagi pusing banyak kerjaan jadi tolong jangan ganggu aku" usir Dylan
"kamu kok ngusir aku sih yang, aku ke sini karena aku kangen kamu, kita udah lama gak ketemu, gara-gara kamu nikah sama gadis kecil itu kita jadi jarang ketemu yang, emang gadis kecil itu pelakor ya suka ngerebut-ngerebut cowok orang bahkan sekarang kamu lebih perhatian sama dia ketimbang sama aku" ucap Mela dengan drama sedikit menangis
__ADS_1
"bukan gitu maksud aku mel hari ini aku lagi banyak pikiran jadi aku kebawa emosi, maafin aku ya" ucap Dylan sedikit melembut