
Ziena terbangun sedikit kesiangan karena semalam ia kesulitan tidur. Saat melihat di sisi sampingnya kosong ia berpikir jika Dylan memang tidak pulang semalam. "ternyata kamu memang tidak pulang mas"
Ziena kemudian bangkit dan segera mandi karena hari ini ia akan pergi dengan om Irfan melihat langsung proses pembangunan hotel di salah satu tempat. Setelah selesai bersiap-siap ia segera menghubungi om Irfan untuk segera menjemputnya dan tak lupa mengirim pesan ke Dylan untuk memberitahukan bahwa ia akan pergi dan kemungkinan akan pulang nanti sore. "nona sudah rapi saja pagi-pagi begini, mau keluar ya non?" tanya pak satpam
"iya pak"
"tolong bapak buka gerbangnya"
Pak satpam segera membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Ziena keluar. Di depan sudah ada mobil yang menunggu Ziena, tapi pak satpam tidak bisa melihat siapa orang didalamnya. "non Ziena pergi sama siapa itu? apa tuan Dylan sudah tahu?" ucap pak satpam sambil menutup kembali pintu gerbangnya
"selamat pagi nona" sapa om Irfan
"pagi om" jawab Ziena sambil memposisikan duduk di sebelah om Irfan
Perjalanan kali ini lumayan jauh butuh waktu kurang lebih empat jam untuk sampai di lokasi. Selama diperjalanan om Irfan memperhatikan Ziena yang tertidur pulas. "tidak biasanya nona tertidur di jam-jam segini" batin om Irfan bertanya-tanya
Karena om Irfan membawa mobil sendiri akhirnya ia kembali fokus menyetir dan membiarkan Ziena tertidur. Setelah sampai di lokasi om Irfan membangunkan Ziena. "nona kita sudah sampai" ucap om Irfan pelan sambil menepuk pundak Ziena
Ziena membuka matanya. "nona terlihat lelah, apa sebaiknya nona tunggu saja di mobil biar saya saja yang meninjau lokasi"
"gak perlu om"
"mungkin ini efek karena kemarin aku susah tidur"
Mereka berjalan bersama melihat langsung proses pembangunan hotel. Kali ini Ziena tidak mau kecolongan seperti pembangunan hotel yang sebelumnya. semua melakukan pekerjaan seperti biasa, tidak ada yang menyadari bahwa mereka sedang dilihat langsung oleh bos mereka karena memang tidak ada yang tahu bagaimana wajah bos mereka.
Setelah selesai meninjau semuanya mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di salah satu kafe di sekitar situ sekaligus makan siang karena sekarang bertepatan dengan jam makan siang dan para pekerja pun juga waktunya beristirahat. "om bagaimana aliran dana untuk hotel ini, apakah lancar atau ada kendala? tanya Ziena disela-sela menunggu pesanan mereka jadi
__ADS_1
"untuk masalah itu semuanya aman-aman saja nona karena pembangunan hotel kali ini saya yang memegangnya, saya juga menempatkan beberapa orang kepercayaan saya untuk ikut andil dalam proses pembangunannya" jawab om Irfan
"lalu kira-kira butuh waktu berapa lama lagi untuk menyelesaikan pembangunan hotel ini?"
"kira-kira butuh waktu sekitar dua sampai tiga bulan ke depan untuk menyelesaikan pembangunan hotel ini karena sudah hampir tujuh puluh persen jadi nona" jelas om Irfan
Ziena mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan om Irfan. Baginya sesuatu yang ia percayakan pada om Irfan pasti akan berjalan sesuai keinginannya dan ditambah lagi om Irfan tidak pernah mengecewakan saat menjalankan tugas darinya, makanya ia sangat percaya pada om Irfan. "baik saya tunggu kabar baiknya"
Setelah pembicaraan mereka selesai pesanan mereka juga tiba di meja mereka. Sambil menikmati makannya sesekali Ziena melihat ponselnya takut-takut jika suaminya menelepon. "mas Dylan dari tadi gak jawab pesanku, kira-kira sudah dibaca atau belum" batin Ziena
Om Irfan yang melihatnya kemudian bertanya. "apa nona sedang menunggu seseorang?" tanya om Irfan
"gak om, hanya melihat pesan yang masuk"
Karena hari sudah semakin siang dan mereka sudah selesai meninjau lokasi, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan pulang agar tidak terlalu sore saat tiba nanti. Saat di lampu merah Ziena melihat beberapa anak kecil yang sedang mengamen di jalanan. "om kita mampir beli makan di rumah makan itu ya" ucap Ziena sambil menunjuk salah satu rumah makan di depan mereka
Om Irfan hanya mengangguk saja tanpa bertanya alasannya. Setelah mobil mereka menepi Ziena segera keluar menghampiri salah satu anak kecil yang mengamen tadi. Setelah cukup lama akhirnya Ziena kembali membawa enam orang anak kecil yang tadi sedang mengamen di dekat lampu merah.
Om Irfan hanya ikut duduk di samping Ziena sambil sesekali ikut tersenyum akan perbuatan Ziena. "iya Tante " ucap salah satu anak yang paling besar
"terima kasih Om dan Tante sudah membelikan kita makanan" ucap mereka setelah selesai makan
"sama-sama, ini Tante bawakan makanan lagi untuk nanti kalian makan" ucap Ziena sambil memberikan kantong yang berisi makanan
Om Irfan yang melihat ikut mengeluarkan dompet miliknya dan memberikan dua lembar uang merah di setiap anak. "ini buat kalian jajan" ucap om Irfan
"terima kasih Om Tante" ucap mereka bahagia
__ADS_1
"kami doakan semoga Om dan Tante rezekinya lancar, selalu bahagia sampai kakek nenek dan segera diberi anak" ucap mereka mendoakan Ziena dan Om Irfan
"aamiin" ucap anak-anak itu
"aamiin" ucap Om Irfan dan Ziena tanpa sadar
Saat sadar dengan ucapan mereka Om Irfan dan Ziena saling pandang seakan tidak membenarkan ucapan mereka. "maaf nona saya tidak bermaksud mengamini ucapan mereka tadi"
"aku juga tidak bermaksud mengamini ucapan mereka yang terakhir Om"
"ya sudahlah Om tidak apa-apa" lanjut Ziena tidak mau ambil pusing
Sebelum melanjutkan perjalanan mereka, om Irfan dan Ziena mengantar anak-anak itu kembali kerumahnya yang tidak terlalu jauh. Dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka.
**Hallo Readers**...
**Saya selaku Author Pesta di Masa Depan mau meminta maaf karena hampir dua bulan ini tidak update ㅠㅠ**
**bukan karena malas atau apalah tapi karena saya sedang disibukkan dengan kesibukan dunia nyata (dan juga sedih karena Readers gak like dan komen novel ini). ㅠㅠ**
**Ayo Readers mohon bantuannya untuk like, komen, vote dan sukai novel ini agar Author semakin semangat. Love you ☺️**
__ADS_1
**Haico**