
tok tok tok
suara pintu di ketuk oleh seseorang
"masuk" teriak Dylan dari dalam
Alex berjalan masuk mendekati Dylan sambil membawa bungkusan plastik yang berisi makanan yang Dylan minta. "nih Lan" ucap Alex sambil menaruh bungkusan plastik itu di atas meja
"hmmm" balas Dylan yang masih fokus dengan laptop di hadapannya tanpa menoleh ke Alex sedikit pun
"Lan Mela jadi ke sini?" Alex bertanya
Dylan menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap Alex. "iya, memangnya kenapa?" tanya Dylan balik
"tumben aja Mela mau Lo ajak makan di kantor biasanya aja dia gak mau" jawab Alex
"bukan aku yang ngajakin dia makan di kantor dia sendiri yang minta" balas Dylan
"umm ya udah Lan gue balik ke ruangan gue dulu" ucap Alex yang hendak berdiri dari duduknya
"bentar Lex" cegah Dylan
"ada apa Lan?" tanya Alex yang sudah kembali duduk
"pengacaraku datang ke sini jam berapa Lex?" tanya Dylan
"habis jam makan siang Lan" jawab Alex dan Dylan mengangguk saja
"terus jangan lupa Lo hubungi Nana Lex" perintah Dylan dan Alex hanya mengangguk menuruti perintah Dylan
__ADS_1
"Lan Lo yakin mau bikin surat perjanjian nikah sama istri Lo?" tanya Alex dengan hati-hati
"memangnya kenapa Lex?" tanya Dylan balik
"aneh aja Lan tiba-tiba Lo bikin surat begituan sedangkan Lo gak ada masalah apa-apa sama istri Lo" jawab Alex
"masalahnya diperasaan Lex, gue gak ada perasaan sama istri gue makanya gue bikin surat perjanjian nikah ini buat jaga-jaga aja di masa depan" balas Dylan
"Lo udah pikir ini dengan matang-matang Lan?" tanya Alex memastikan dan Dylan menganggukkan kepalanya
"apa ini syarat dari Mela Lan? apa Lo bener-bener gak ada perasaan sedikit pun sama istri Lo?" tanya Alex yang mulai curiga
Dylan terdiam mendengar pertanyaan dari Alex. Sejujurnya ia juga bingung dengan keputusannya, di sisi lain ia sudah berjanji kepada Mela bila ia akan mengajukan surat perjanjian pernikahan ke Ziena setelah menikah tapi di satu sisi ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya saat bersama Ziena.
Melihat Dylan yang terdiam dengan pertanyaannya kecurigaan Alex pun terjawab. Ia sudah menduga bila ini adalah ide dari Mela karena ia tahu betul Dylan tidak mungkin melakukan hal yang tidak ada sebab jelasnya. "ya udah gue balik ke ruangan gue dulu Lan" pamit Alex yang melihat Dylan terdiam dengan pertanyaannya
"Mela" ucap Dylan yang sedikit terkejut melihat Mela di depannya
"kamu fokus banget sampai gak lihat aku sudah di depan kamu" ucap Mela
"aku lagi fokus sama kerjaan aku jadi gak lihat kalau kamu udah masuk" balas Dylan
"iya udah ayo kita makan keburu jam makan siangnya habis" ajak Mela dan Dylan hanya menganggukkan kepalanya sembari berjalan menuju sofa di depannya
Mela membuka bungkusan makanan yang sudah di siapkan Alex tadi. "yang pengacara kamu ke sini jam berapa?" tanya Mela
"habis jam makan siang" jawab Dylan
"terus istri kamu udah kamu telpon?" tanya Mela lagi
__ADS_1
"itu tugasnya Alex" jawab Dylan
Selagi mereka menikmati makan siang Alex menghubungi Ziena. Sebelum menghubungi Ziena, Alex mendapat telepon dari pengacara Dylan bahwa ia sudah berada di lobi bawah dan Alex menyuruh pengacara Dylan untuk langsung naik ke atas dan menunggu di lobi luar ruangan Dylan.
Kemudian Alex beralih mencari nomer telepon Ziena dan menghubunginya. "hallo selamat siang" sapa Alex setelah Ziena mengangkat panggilannya
"siang" balas Ziena
"apa ini dengan nona Ziena?" tanya Alex
"iya benar ini saya sendiri" jawab Ziena
"baiklah nona ini saya Alex sekertaris pribadinya pak Dylan" jelas Alex
Alex melanjutkan maksudnya menelepon Ziena. "saya mau memberitahu nona bahwa pak Dylan menyuruh nona datang ke kantornya siang ini" jelas Alex
"memangnya ada apa?" tanya Ziena penasaran
"maaf nona saya juga kurang tahu tapi beliau menyuruh nona untuk datang ke sini sesegera mungkin, kemungkinan ada urusan penting" jawab Alex yang berbohong
"baiklah" balas Ziena
"kalau begitu saya akan menjemput nona sekarang" ucap Alex
"tidak perlu saya akan ke sana sendiri" jawab Ziena dan langsung memutus panggilan sepihak
Setelah mendapat telpon dari Alex Ziena langsung bergegas menuju kantor Dylan. "pak Irfan saya mau pergi dulu karena ada urusan mendadak kalau ada berkas penting kirim saja lewat email seperti biasa" ucap Ziena kepada Om Irfan
"baik nona" jawab Om Irfan
__ADS_1