Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 13


__ADS_3

pagi ini Ziena menikmati waktunya di taman belakang mansionnya sambil mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya.


"non Nana" sapa bi Ani


"iya bi" jawab Ziena


"tumben sekali non Nana ada di taman" ucap bi Ani


"aku bosan dengan suasan di ruanganku, jadi aku ke sini sambil mengerjakan pekerjaanku bi" jawab Ziena yang masih fokus dengan laptopnya


"ah begitu, saya pikir kenapa kok non Nana tumben ada di sini" jawab bi Ani


"mau saya buatkan minum non" tawar bi Ani


"boleh bi, buatkan aku coklat dingin" jawab Ziena


"baik non" jawab bi Ani


beberapa menit kemudian bi Ani kembali sambil membawakan coklat dingin dan beberapa cemilan.


"ini non coklat dinginnya sama bibi bawakan cemilan" ucap bi Ani yang baru datang


"iya bi taruh di situ aja" jawab Ziena sambil menunjuk meja di depannya


"kalau begitu bibi permisi dulu non" ucap bi Ani


"iya" jawab Ziena


lama Ziena berkutat dengan laptopnya hingga akhirnya pekerjaannya telah selesai.


Ziena menutup laptopnya setelah itu berjalan menyusuri taman bunganya.


"lama juga aku gak pernah ke sini padahal dulu hampir setiap hari aku bermain di taman ini" batin ziena sambil mengingat-ingat kejadian yang dulu


"nona" sapa salah satu pelayan


"ah iya ada apa" jawab Ziena yang tersadar dari lamunannya


"maaf nona, di sini masih belum bersih kenapa nona ke sini?" tanya pelayan yang sedang menyapu taman


"aku hanya ingin menghirup harum bunga-bunga ini" jawab Ziena sambil menunjuk bunga-bunganya


"ah begitu ya nona" jawab pelayan dan diangguki Ziena


"di sini panas nona, apa perlu saya ambilkan payung untuk nona" tawar salah satu pelayan


"tak perlu, justru terik matahari di jam-jam segini bagus untuk tubuh bukan" jawab Ziena


"iya nona itu betul sekali" jawab pelayan yang sedang menyapu


"kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian aku mau berkeliling dulu" ucap Ziena

__ADS_1


"baik nona" jawab para pelayan


Ziena kembali menyusuri taman bunganya sampai akhirnya dering ponselnya membuat ia harus kembali ke tempat duduk di dekat taman.


drrrt drrrt drrrt


dering ponsel Ziena, tertulis nama Tante ana di layar ponselnya.


"hallo nak" sapa mama ana


"iya hallo Tante" jawab Ziena


"loh kok panggilnya Tante sih, kamu kan mau jadi mantunya Tante jadi panggilnya harus mama dong" jawab mama ana


"maaf Tante saya belum terbiasa" jawab Ziena lembut


"iya udah tapi harus dibiasakan ya mulai sekarang, jangan lupa panggil om Juna dengan sebutan papa juga ya" jawab mama ana


"iya ma" jawab Ziena


"nah gitu dong panggilnya mama" jawab mama ana


"oh iya mama telpon kamu mau nanyain kabar kamu nak" ucap mama ana


"Alhamdulillah kabar Nana baik ma" jawab Ziena


"Alhamdulillah, terus kamu sekarang lagi apa nak?" tanya mama ana


"lagi santai aja ma" jawab Ziena


"sebenarnya mama mau ke sana lihat kamu nak cuman mama di sini lagi sibuk nyiapin acara pernikahan kamu" jawab mama ana


"maaf ya ma udah ngerepotin mama" jawab Ziena


"eh jangan minta maaf kamu gak salah nak, justru mama senang soalnya mama sendiri yang ngatur dekor di acara pernikahan anak mama sama kamu" jawab mama ana


"makasih ya ma" jawab Ziena


"iya nak sama-sama" jawab mama ana


"oh iya kamu jangan lupa jaga kesehatan bentar lagi mau nikah" ucap mama ana


"iya ma pasti" jawab Ziena


"mama sama papa juga jangan kecapean" lanjut Ziena


"iya nak" jawab mama ana


"terus gaunnya udah kamu cobakan nak?" tanya mama ana


"sudah ma" jawab Ziena

__ADS_1


"ya udah kalo gitu mama tutup dulu telponnya, nanti kita lanjut lagi ya nak" ucap mama ana


"iya ma" jawab Ziena


setelah selesai telpon Ziena menaruh telponnya di atas meja dan mulai menatap taman bunga-bunganya.


"mama" gumam Ziena yang menatap taman bunganya


saat ziena sedang menatap taman bunganya salah satu pelayan berjalan di dekat Ziena duduk hendak menyalakan kran air untuk menyirami taman dan rumput-rumput hijau.


"kamu kemarilah" panggil Ziena


"saya nona" jawab pelayan itu sambil menoleh ke samping kanan dan kirinya untuk memastikan bahwa yang di panggil adalah dia


"iya kamu" jawab Ziena


pelayan itu berjalan mendekati Ziena dengan wajah ketakutan.


"astaga apa yang telah ku perbuat sampai nona memanggil ku" batin pelayan itu


"ada apa nona memanggil saya?" tanya pelayan itu dengan wajah menunduk


"siapa namamu?" tanya Ziena


"nama saya Lala nona" jawabnya


"oh" jawab Ziena


"iya nona" jawab lala


"tolong kamu panggilkan bi Ani, suruh kemari" ucap Ziena


"baik nona" jawab Lala dengan tersenyum


"Alhamdulillah ku pikir aku telah melakukan kesalahan hingga nona memanggil ku" batin Lala lega


Lala berjalan masuk ke dalam mansion mencari bi Ani.


"sepertinya tadi dia ketakutan" gumam Ziena sambil melihat kepergian Lala


beberapa saat kemudian bi Ani datang menghampiri Ziena.


"maaf non Nana mencari bibi?" tanya bi Ani yang baru datang


"iya bi" jawab Ziena


"apa om Irfan sudah datang?" tanya Ziena


"belum non" jawab bi Ani


"ya sudah kembalilah bi" jawab Ziena

__ADS_1


"baik non" jawab bi Ani sambil pergi meninggalkan Ziena


setelah kepergian bi Ani Ziena memutuskan untuk kembali masuk ke dalam mansion karena terik matahari yang mulai berada di atas kepala.


__ADS_2