
Setelah selesai sarapan mereka berdua hanya saling terdiam tak ada yang memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana. Sejak kejadian di kantornya, Dylan sedikit menghindari Ziena karena takut akan perasaannya sendiri apalagi setelah kemarin malam Ziena menyatakan perasaannya itu membuat Dylan semakin berusaha menghindar dari Ziena meskipun hatinya bertolak belakang dengan egonya. "na, nanti sore kita menginap ke rumah mama" ucap Dylan mencoba membuka suara
"menginap mas?" tanya Ziena mengulangi ucapan Dylan
Dylan menganggukkan kepalanya. "mama kemarin menelpon meminta kita buat menginap di sana" jelas Dylan
"kita menginap di sana berapa lama mas?" tanya Ziena
"tidak lama kok Minggu sore kita sudah kembali pulang" jawab Dylan seadanya
"baik mas" balas Ziena sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti
"nanti aku akan pulang lebih awal jadi kamu siap-siapnya lebih awal saja" ucap Dylan sebelum pergi berangkat ke kantor
Dylan berjalan ke luar di ikuti Ziena. Sebelum Dylan masuk ke dalam mobilnya Ziena selalu mencium tangan Dylan dan mengucapkan kata-kata sederhana yang lumayan cukup manis bagi Dylan dan anehnya kata-kata itu mampu menambah semangat Dylan. "aduh bisa mati aku kalo tiap hari lihat senyumannya" batin Dylan yang sudah ada di dalam mobil
__ADS_1
Ia buru-buru menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan kediamannya. Dengan kondisi jalanan yang tidak terlalu macet membuat Dylan sampai di kantor lebih cepat walau ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah memarkirkan mobilnya ia segera masuk ke dalam kantor menuju ruangannya.
Sebelum masuk ke dalam ruangannya Dylan melihat Alex yang sudah datang lebih dulu dan mulai disibukkan dengan berbagai macam berkas di depannya. "selamat pagi pak Dylan" sapa Alex yang melihat kedatangan Dylan
Dylan hanya menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam ruangannya. Di atas meja Dylan sudah ada beberapa tumpukan berkas dan beberapa laporan yang harus Dylan periksa dan tanda tangani. Sebelum Dylan mulai membaca tumpukan kertas-kertas itu ia lebih dulu mengeluarkan ponsel miliknya dan mengirim pesan kemamanya untuk memberitahu bahwa nanti sore ia akan datang dan jadi menginap di mansion orang tuanya. Setelah itu Dylan mulai membaca berkas di depannya satu per satu.
Sedangkan setelah Dylan berangkat Ziena memilih untuk membereskan rumah dan mengerjakan pekerjaan kantornya secara online. Disela-sela Ziena mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba ponsel miliknya berdering.
drrrt drrrt drrrt
"waalaikumsalam menantu mama" jawab mama Ana disertai tawa
"ada apa mama menelpon Nana?" tanya Ziena
"mama cuman mau memastikan saja kalau nanti sore kalian beneran mau ke sini apa gak" jawab mama Ana
__ADS_1
"jadi ma, mas Dylan bilang nanti sore kita berangkat" balas Ziena
"ok kalau begini mama percaya" ucap mama Ana
"maksudnya ma?" tanya Ziena kebingungan
"mama kalo yang bilang Dylan kadang suka gak percaya na makanya mama telefon kamu untuk memastikan saja" jawab mama Ana sambil tertawa di akhir kalimatnya
"mama Ana ada-ada saja" balas Ziena yang ikut tertawa
"ya sudah mama tutup dulu telfonnya kita lanjutkan ngobrolnya nanti sore kalau kamu sudah datang ke sini" ucap mama Ana sebelum mengakhiri panggilannya
"iya ma" jawab Ziena
Setelah mama Ana mengakhiri panggilannya Ziena kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ia mulai fokus membaca laporan-laporan yang masuk melalu email dan tak lupa mengirim pesan ke om Irfan untuk mengatur ulang jadwalnya.
__ADS_1