
Setelah sampai di depan kantor Dylan, Ziena segera turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam. Ia berjalan mendekati meja resepsionis. "permisi mbak" ucap Ziena
"iya ada yang bisa saya bantu" jawab si mbak resepsionis dengan ramah
"saya mau bertemu pak Dylan" ucap Ziena
"apa sudah ada janji dengan pak Dylan?" tanya mbak resepsionis
Ziena menggeleng kepalanya. "belum mbak tapi mbak bilang saja kalau Ziena mau bertemu" jawab Ziena
"baik mbak bisa tunggu sebentar" balas mbak resepsionis sambil tangannya mengambil telepon di dekatnya
Sambil menunggu mbak resepsionis selesai menelpon seseorang Ziena berjalan ke arah sofa yang tersedia di lobi. Ia duduk di sofa sambil membuka handphone miliknya. Tak lama kemudian Alex menghampiri Ziena yang sedang duduk di sofa. "nona Ziena" sapa Alex yang baru datang
Ziena menoleh ke arah Alex. "iya" balas Ziena dengan sopan
__ADS_1
"maaf membuat nona menunggu di sini" ucap Alex
"tidak masalah" balas Ziena dengan tersenyum
"kalau begitu mari saya antar ke ruangan pak Dylan, beliau sudah menunggu anda dari tadi" ucap Alex dan Ziena mengangguk
Ziena berjalan mengikuti Alex sambil membawa bungkusan makanan dan jus buah yang ia bawa. Ia berfikir kalau Dylan belum makan siang jadi ia berinisiatif membawakan makan siang untuk suaminya.
Di dalam lift Alex dan Ziena sama-sama diam. Alex sedikit melirik bungkusan yang Ziena bawa. "ya ampun gak tega gue kalo lihat istrinya bos, perempuan selugu begini masak dia gak cinta sih, emang dasar Dylannya aja yang bodoh gak bisa bedain perempuan " batin Alex setelah melirik bungkusan yang Ziena bawa
Alex kemudian membukakan pintu dan menyuruh Ziena untuk masuk terlebih dahulu. "mari nona" ucap Alex
Ziena berjalan masuk ke dalam. Pemandangan yang pertama kali Ziena lihat adalah wanita yang sedang duduk di samping suaminya. Ziena tetap berjalan mendekat tanpa ada ekspresi keterkejutannya. Berbeda dengan Dylan dan Mela yang tampak bingung dengan ekspresi Ziena yang seolah tidak terkejut sama sekali. "selamat siang mas Dylan" sapa Ziena yang sudah di dekat Dylan
"duduklah" ucap Dylan
__ADS_1
Ziena duduk berhadapan dengan Dylan dan Mela sedangkan Alex berdiri di samping Dylan. "mas Dylan ini saya bawakan makan siang" ucap Ziena
"aku sudah makan tadi lebih baik itu kamu makan saja" jawab Dylan sedikit dingin
Alex yang melihat sikap Dylan kepada Ziena seketika merasa tidak tega tapi ia hanya bisa diam di samping Dylan. "apa kamu sudah tau maksudku menyuruhmu datang ke mari?" tanya Dylan kepada Ziena
"tidak mas, memangnya ada apa" jawab Ziena
Dylan beralih menatap pengacaranya yang duduk di sebelahnya. Pengacaranya yang tau maksud tatapan dari Dylan pun langsung mengeluarkan selembar kertas yang sudah lengkap dengan meterai 6000 di bagian bawah kertas yang siap di tindas dengan tanda tangan dari kedua belah pihak yang namanya tertulis di kertas tersebut.
Ziena menatap kertas yang di keluarkan oleh pengacara Dylan. "nona ini adalah surat perjanjian pernikahan antara anda dan tuan Dylan" jelas pengacara Dylan
"nona bisa membacanya terlebih dahulu dan menanyakan hal yang kurang nona pahami" lanjut si pengacara
Mendengar pengacara Dylan mengucapkan surat perjanjian pernikahan membuat Ziena terdiam sejenak. Ia berpikir mengapa suaminya mengajukan surat perjanjian pernikahan kepadanya. Setelah terdiam sejenak dan memandangi wajah suaminya dan Mela secara bergantian membuat dirinya tau maksud dari semua ini. Ziena bukanlah gadis yang dengan mudah dapat dibodohi.
__ADS_1
Kemudian Ziena menuruti perkataan pengacara Dylan. Ia membaca surat perjanjian dengan teliti. Sejujurnya dalam hatinya Ziena cukup tertawa dengan isi dari perjanjian pernikahan yang Dylan ajukan kepadanya tapi ia menahannya dan terus membaca surat itu dengan teliti. Supaya terlihat bahwa dia gadis yang bodoh pikirnya.