
"bi tolong bantu aku mengeringkan rambut" ucap Ziena saat kesusahan mengeringkan rambut panjangnya
Bi Ani membantu Ziena mengeringkan rambutnya. "terima kasih bi, kalau begitu aku pamit pulang sekarang" ucap Ziena sebelum beranjak meninggalkan mansion
Ziena begitu tergesa-gesa sebab ia harus pulang lebih dulu dari suaminya jika tidak tuduhan pedas yang keluar dari mulut suaminya yang akan ia dengar sepanjang malam.
Disepanjang jalan ia berkali-kali melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya. "sudah Maghrib semoga saja mas Dylan belum sampai" batinnya
Dari depan bisa Ziena lihat bahwa suaminya belum pulang karena wajah pak satpam tidak menunjukkan kekhawatiran. Ia buru-buru masuk dan menyiapkan makan malam sebelum Dylan pulang.
Saat sedang sibuk-sibuknya memasak ia mendengar suara mobil dan ia pastikan jika itu suaminya dan benar saja setelah mendengar suara mobil ia melihat suaminya muncul dari balik pintu bersama Alex sekertarisnya. "pak Alex" sapa Ziena setelah menyalami tangan suaminya dan diangguki dengan senyuman oleh Alex
"Lex jangan lupa besok jemput saya jam tujuh pagi " titah Dylan sebelum menyuruh Alex pulang
__ADS_1
"tunggu pak Alex" cegah Ziena
Alex berbalik menatap Ziena. "sekarang sudah malam lebih baik makan malam bersama, bagaimana?" ucap Ziena
Alex menatap Dylan sebelum menjawab pertanyaan Ziena takut-takut jika Dylan akan mengamuk jika ia menyetujuinya. Sejujurnya Alex sendiri juga sangat mendambakan masakan dari Ziena karena masakan yang Ziena buat sungguh nikmat. Tak ada sorot mata tajam dari Dylan dan itu berarti ia tidak mempermasalahkan jika Alex ikut bergabung menikmati masakan dari istrinya lagi pula sekarang sudah waktunya makan malam jadi tidak masalah juga jika ia ikut bergabung hitung-hitung hemat uang pikir Alex . "jika diizinkan nona" jawab Alex
"siapa yang tidak mengizinkannya pak Alex, aku memasak lumayan banyak jadi mari ikut bergabung" balas Ziena diikuti anggukan Alex
Setelah selesai makan Alex izin pamit pulang dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ziena sedangkan Dylan pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket diikuti Ziena. "mas pakaian kamu udah aku siapin, aku ke bawah dulu ya" ucap Ziena sedikit teriak karena Dylan sedang menyalakan kran air takut tidak terdengar
Karena panik buru-buru Ziena tutup layar laptopnya. "nonton film" jawab Ziena
Dylan hanya mengangguk. "oh iya na saya mau tanya sesuatu boleh?" ucap Dylan
__ADS_1
"boleh mas" jawab Ziena dengan mengangguk-angguk
"kamu kan kenal dekat dengan kedua sekertaris perusahaan Aldar lalu kamu kenal juga tidak sama pemilik Aldar?" tanya Dylan
Deg! seketika detak jantung Ziena berhenti karena terkejut. Ia benar-benar takut jika pertanyaan ini keluar dari mulut suaminya dan benar saja pertanyaan ini akhirnya keluar dari mulut Dylan. "kenal" jawab Ziena tanpa ditutup-tutupi
Mungkin sudah waktunya ia mengatakan yang sejujurnya pada Dylan itulah yang ada dipikiran Ziena sekarang maka dari itu ia menjawab dengan kejujuran tanpa ada yang ia tutupi. "siapa orangnya?" tanya Dylan lagi, ia benar-benar penasaran dengan sosok CEO Aldar
"aku mas" balas Ziena
Bukannya terkejut Dylan malah menanggapi ucapan Ziena dengan tawa. Bagaimana mungkin seorang wanita yang baru lulus SMA di depannya ini mengaku-ngaku sebagai pemilik perusahaan Aldar yang begitu besar itulah yang dipikirkan Dylan. "kamu kalau bicara itu yang benar na" ucap Dylan
"mas gak percaya sama ucapanku"
__ADS_1
"ya jelas tidaklah na"
"ya sudah terserah mas Dylan saja mau percaya atau tidak yang jelas yang aku ucapkan itu memang benar" jawab Ziena sambil beranjak pergi meninggalkan Dylan di ruang tamu