
Dylan berjalan turun ke bawah di ikuti Ziena yang dari tadi hanya diam menundukkan kepalanya karena masih merasa malu atas kejadian di dalam kamar tadi. "selamat pagi ma pa" sapa Dylan yang baru sampai di meja makan
"pagi nak, tumben pengantin baru udah bangun aja" jawab mama Ana dengan nada sedikit menggoda
"apaan sih ma" jawab Dylan
mama Ana hanya tersenyum mendengar jawaban Dylan, ia beralih menatap Ziena yang duduk di depannya. "Dylan gak jahat sama kamu kan na?" tanya mama Ana kepada Ziena
"gak kok ma" jawab Ziena dengan tersenyum
"iya udah kita mulai makannya" ucap mama Ana sembari mengambilkan makanan untuk papa Juna
dengan sigap Ziena mengambilkan beberapa lauk ke piring Dylan dan menuangkan segelas air putih. "enak juga punya istri, apa-apa disiapin" batin Dylan saat melihat Ziena menyiapkan makanan untuknya
sedikit-sedikit Ziena mulai menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri. Sebelum menikah Ziena sering di ajari bi Ani tentang tugas dan kewajibannya nanti setelah menikah.
selama sarapan berlangsung tidak ada percakapan hanya suara sendok yang menyentuh permukaan piring, sejujurnya Ziena sedikit merasa canggung dengan suasana seperti ini karena ini pertama kalinya ia makan bersama dengan keluarga setelah tiga tahun yang lalu.
biasanya Ziena hanya makan bersama dengan Ricko, om Irfan atau dengan bi Ani saja. "na setelah sarapan ikut mama ke taman belakang ya" ucap mama Ana
"memangnya ada apa ma di taman belakang?" tanya Ziena
"mama pengen berkebun sama anak mantu mama" jawab mama Ana dengan tersenyum
"iya ma" jawab Ziena dengan menganggukkan kepalanya
sedangkan papa Juna dan Dylan hanya diam mendengarkan percakapan para wanita-wanita di sampingnya ini. "ma papa berangkat dulu ya" ucap papa Juna yang sudah selesai makan
"iya pa hati-hati, mama gak antar ke depan ya pa soalnya mama mau berkebun sama mantu mama ini" jawab mama Ana
"iya ma" jawab papa Juna sedikit tertawa
"pa Dylan gak ikut kerja sekalian?" tanya Dylan karena merasa bosan di rumah
__ADS_1
mama Ana langsung menatap Dylan. "gak kamu masih cuti pernikahan" jawab mama Ana dengan tegas
papa Juna hanya diam dan segera pergi meninggalkan meja makan. "kamu masih bisa kerja dari rumah Lan" ucap papa Juna sebelum pergi dan Dylan hanya mengangguk pasrah
"mama tunggu di taman ya na" ucap mama Ana sebelum pergi meninggalkan meja makan
setelah mama Ana pergi meninggalkan meja makan sekarang hanya tersisa Dylan dan Ziena yang masih melanjutkan sarapannya.
Ziena menyelesaikan sarapannya lebih dulu dan sekarang ia sedang menunggu Dylan selesai sarapan. "kenapa masih di sini?" tanya Dylan
"menunggumu" jawab Ziena dengan singkat
"kamu gak usah nunggu aku, susul mama sana" ucap Dylan
"aku juga mau ke ruangan dulu" lanjut Dylan
"ya udah kalau mas Dylan perlu sesuatu panggil aku ya, kalau begitu aku susul mama Ana dulu" jawab Ziena tanpa basa-basi
"asli istriku ini bener-bener masih bocah" batin Dylan sambil geleng-geleng kepala menatap kepergian Ziena
Ziena berjalan mendekati mama Ana yang sedang menggali tanah di temani seorang pelayan. "ma" sapa Ziena
"sini na kita gali tanahnya sama-sama" ajak mama Ana
Ziena mengambil salah satu sekop di samping mama Ana dan mulai menggali beberapa lubang di tanah. "tolong kamu bawa bibit bunganya ke sini sekalian siapkan kran airnya" perintah mama Ana pada pelayan yang ada di sampingnya
"baik nyonya" jawab si pelayan
"mama sering menanam bunga?" tanya Ziena
"dulu waktu masih muda mama sering berkebun, cuman sekarang udah jarang soalnya anak mama laki-laki gak bakal mau di ajak berkebun begini" jawab mama Ana sambil mengingat-ingat masa mudanya
"mama dulu kalau berkebun sama siapa?" tanya Ziena lagi
__ADS_1
"sama ibunya mama kadang juga sama nenek atau sama tetangga mama dulu waktu masih muda" jawab mama Ana tersenyum
Ziena hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "mama pernah lihat di belakang mansion kamu ada taman bunganya juga na?" tanya mama Ana
"iya memang ada ma" jawab Ziena
"kamu yang menanam?" tanya mama Ana
Ziena menggelengkan kepalanya. "itu dulu yang menanam mama bukan Nana, Nana gak pernah ikut menanam bareng mama dan sekarang Nana cuman merawatnya saja" jelas Ziena dengan raut wajah sedikit sedih
"maaf ya mama gak bermaksud bikin kamu sedih sayang" ucap mama Ana
"gak apa-apa kok ma" jawab Ziena
"mama ini juga mama kamu loh, udah ayo sekarang kita tanam bunganya sama-sama" ucap mama Ana dengan lembut dan Ziena hanya mengangguk
setelah selesai menanam dan menyirami bunga-bunganya, mama Ana dan Ziena beristirahat di gazebo dekat taman. "ma nanti sore Nana pengen menyirami bunga-bunganya boleh?" tanya Ziena
"tentu saja boleh" jawab mama Ana
"kamu mau buat taman itu jadi apapun juga mama gak akan melarang" lanjut mama Ana
"makasih ma" jawab Ziena
mama Ana dan Ziena cukup lama beristirahat sembari berbincang-bincang di gazebo hingga tak terasa matahari sudah tepat berada di atas kepala. "ma Nana izin masuk ke dalam dulu ya" ucap Ziena
"mama juga mau masuk, mau mandi sekalian" jawab mama Ana
mereka berjalan masuk ke dalam mansion dan menuju kamar masing-masing. Setelah masuk ke dalam kamarnya Ziena tidak melihat keberadaan suaminya di dalam kamar.
ia kemudian berjalan menuju lemari mengambil pakaian santai dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
setelah selesai mandi Ziena mengambil iPadnya dan duduk bersantai di atas kasur. Ia mengecek email-email yang masuk dan menandatanganinya.
__ADS_1