
Setelah sampai di rumah Ziena langsung turun meninggalkan Dylan di belakangnya. Bu Inah yang sedari tadi duduk menunggu di teras rumah dengan ekspresi khawatir akhirnya bisa tersenyum lega saat melihat kedua majikannya pulang bersama. "akhirnya nona pulang juga, ibu tadi sempat khawatir" ucap Bu Inah
Ziena tersenyum. "Bu saya mau langsung masuk ke dalam dulu" jawab Ziena sambil berlalu meninggalkan Bu Inah dan Dylan
Dylan kemudian menyusul. "Bu Inah jangan lupa kunci pintunya" perintah Dylan sebelum akhirnya menyusul Ziena
Di dalam kamar Ziena hanya bisa berdoa semoga apa yang ia pikirkan tidaklah benar. Setelah masuk ke dalam kamar Dylan langsung menanyakan kenapa Ziena menyusul dirinya ke apartemen, bukannya menjelaskan kejadian tadi ke Ziena, Dylan justru malah tampak marah seperti tidak suka bila Ziena ikut campur pada kehidupannya. "kenapa kamu tadi datang ke apartemen saya?" tanya Dylan
"kenapa memangnya? apa aku tidak boleh datang ke apartemen suamiku sendiri?" tanya Ziena balik
"iya, kamu tidak boleh datang ke apartemen milik saya"
"apa karena aku istri yang tidak pernah kamu harapkan kehadirannya atau karena kamu sedang berduaan dengan kekasihmu itu?" tanya Ziena dengan tangisnya
"apapun alasannya itu bukan urusan kamu"
Ziena tersenyum miris. "jadi benarkan mas kalau kamu selama tiga hari ini tinggal bersama dengan dia"
Dylan terdiam karena yang dikatakan Ziena memang benar. Melihat diamnya Dylan membuat Ziena mengerti kebenarannya. "apa semua laki-laki juga sama bajingannya dengan kamu mas?"
__ADS_1
"mempunyai istri tapi juga menjalin hubungan dengan wanita lain bahkan tinggal bersama" ucapnya sambil menangis
"bajingan? kamu bilang saya bajingan na"
"seharusnya kamu sadar na kenapa saya melakukan ini, kamu hadir di tengah-tengah hubungan saya dan kekasih saya"
"jika saya tahu dari awal mungkin sekarang kita bukanlah pasangan suami istri mas" jawab Ziena
"kamu selalu menyalah-nyalahkan semua kepada aku mas padahal kamu sendiri juga menyetujui perjodohan ini"
"semua karena keterpaksaan na jika waktu itu kedua orang tua saya tidak mengancam saya, sudah pasti saya tidak akan menyetujui perjodohan ini"
"tidak bisa, saya tidak akan menceraikan kamu"
"KENAPA? KENAPA MAS?" teriak Ziena frustrasi
Dylan hanya terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya kepada Ziena bahwa sebenarnya pernikahan mereka hanya untuk memperkuat perusahaan milik keluarganya saja. Bisa dikatakan bahwa Dylan hanya dijadikan sebagai jaminan oleh kedua orang tuanya agar Ziena mau menyalurkan dana ke perusahaan milik keluarga Cakra. "yang jelas saya tidak akan menceraikan kamu"
"lalu buat apa saya terus menjadi istri kamu jika saya tidak pernah dianggap kehadirannya, tidak pernah dicintai oleh suaminya, lebih baik kita akhiri hubungan ini" ucap Ziena dengan terisak
__ADS_1
Jujur ada rasa sakit saat ia mengucapkan kata berpisah. Awalnya Ziena akan terus memperjuangkan pernikahannya dengan Dylan, tapi melihat kelakuan suaminya membuat ia benar-benar tidak sanggup lagi mempertahankan semuanya.
Bagi Ziena, Dylan adalah cinta pertamanya. Ia baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya saat bertemu dengan Dylan pertama kalinya di acara ijab qobul pernikahan mereka. Suara Dylan yang lantang saat mengucapkan ijab qobul masih Ziena ingat sampai detik ini.
"ada satu cara na jika kamu mau berpisah dengan saya" ucap Dylan
Ziena menatap mata Dylan. "kalau kamu bisa membuat kedua orang tua saya merestui hubungan saya dengan Mela, dan kamu mengijinkan saya menikahi Mela maka saya akan dengan senang hati menyetujui perceraian kita" ucap Dylan sambil menatap tajam mata Ziena
Deg!
Ziena terkulai lemas saat Dylan mengucapkan kata-katanya. Itu menjadi tamparan keras bagi status Ziena. Ia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. "kenapa kamu tidak menjawabnya?" tanya Dylan
"kamu tidak bisa melakukannyakan, makanya na kamu hanya perlu diam menjadi istri saya tapi jangan pernah berharap saya akan menceraikan kamu apa lagi mencintai kamu"
Dylan kemudian hendak berlalu pergi meninggalkan Ziena sendirian tapi tiba-tiba ia berbalik ke arah Ziena. "dan ingat satu hal lagi, jangan pernah campuri urusan saya" ucap Dylan sebelum akhir pergi entah ke mana
Ziena hanya bisa menangis. "kalau aku tidak ada artinya untuk kamu kenapa gak lepaskan aku mas? aku tidak sanggup mas kalau harus terus kamu perlakukan seperti ini, aku juga seorang manusia mas yang punya hati, perasaan dan rasa kecewa"
"oh tuhan aku sudah sangat terluka saat kehilangan kedua orang tuaku lantas kenapa engkau tambah lagi dengan suamiku" jeritnya dalam hati
__ADS_1