Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 44


__ADS_3

Dylan yang sudah selesai mandi kemudian keluar untuk bersiap-siap. Saat keluar dari kamar mandi ia tidak melihat keberadaan Ziena di dalam kamar, yang ia lihat hanya pakaian yang sudah Ziena siapkan untuknya. Tak mau membuat Ziena menunggu terlalu lama Dylan segera memakai pakaian yang sudah Ziena siapkan untuknya. Setelah selesai Dylan segera menyusul Ziena yang sudah menunggunya di bawah. "ayo kita berangkat sekarang" ajak Dylan sambil berjalan mendekati Ziena


Ziena hanya mengangguk dan langsung berjalan keluar mendahului Dylan. Selama di perjalanan mereka sama-sama disuguhkan berbagai macam pemandangan keromantisan di sabtu malam Minggu. Mulai dari yang muda hingga yang sudah tua sekalipun. Tanpa Ziena sadari diam-diam Dylan memperhatikan dirinya yang terus fokus melihat ke arah luar. Ia melihat di taman kota begitu banyak pasangan muda dan anak-anak kecil bersama orang tuanya sedang duduk-duduk menikmati akhir pekan.


Mobil Dylan berhenti saat lampu sedang merah bersamaan dengan beberapa kendaraan yang lainnya. "apa kamu tidak pernah bermalam mingguan?" tanya Dylan penasaran karena sedari tadi melihat Ziena terus menatap ke arah keramaian


"pernah" jawab Ziena


"lalu kenapa terus menatap ke arah situ" balas Dylan sambil menunjuk arah taman kota


"karena aku selalu datang sendiri" jawab Ziena yang membuat Dylan terkejut


"kamu datang sendiri? kenapa tidak dengan pacarmu?" tanya Dylan sambil ingin tau apa Ziena memiliki pacar atau teman laki-laki yang dekat dengannya, karena selama ini Dylan tidak pernah melihat Ziena berjalan bersama laki-laki lain selain dirinya

__ADS_1


"aku tidak pernah punya pacar" jawab Ziena


Tanpa Ziena sadari Dylan tersenyum puas saat mendengar jawab darinya. "jadi aku laki-laki pertama yang ada dalam hidupmu ya" batin Dylan dengan perasaan bangga


Dylan segera mengeluarkan ponsel miliknya dan mengirim pesan singkat ke mamanya bahwa Ziena ingin berjalan-jalan menikmati malam minggu dulu sebelum ke rumah mamanya. Tanpa malu Dylan menggunakan nama Ziena sebagai alasan padahal dirinya lah yang ingin mengajak Ziena bermalam Mingguan dulu. Setelah lampu hijau Dylan segera membelokkan mobilnya ke arah taman kota. "mas Dylan kok belok kiri bukannya kita mau ke rumah mama sama papa?" tanya Ziena yang bingung pasalnya arah ke rumah mertuanya seharusnya belok kanan bukan belok kiri


"udah nurut aja"


"tapi mas" ucap Ziena terpotong


"udah nurut aja aku pengen cari angin sebentar" potong Dylan


Ziena hanya mengangguk dan menuruti perintah suaminya Ia berjalan di samping Dylan. "kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Dylan

__ADS_1


"gak kenapa-kenapa mas"


Jujur Ziena sangat bahagia saat Dylan mengajaknya berjalan-jalan seperti ini. Kali ini Ziena mulai menunjukkan kepribadian yang sudah lama tidak pernah ia tunjukkan. Sejak menikah dengan Dylan perlahan Ziena mulai kembali seperti Ziena yang dulu.


Entah kenapa ia seperti menemukan sosok hangat yang selalu ia rindukan selama ini dan entah kenapa juga ruang hampa dalam hatinya kini mulai terisi kembali. "kamu kenapa melihatku sambil senyum-senyum begitu?" tanya Dylan lagi saat melirik Ziena sedang memandangnya sambil tersenyum


Bukannya menjawab pertanyaan suaminya Ziena justru malah berjalan mendahului Dylan. "ayo mas Nana pengen makan jajan di sana" ucap Ziena yang sudah berjalan mendahului Dylan


"oh iya untuk pertanyaan mas Dylan yang tadi kenapa Nana senyum-senyum lihat mas Dylan soalnya Nana gak nyangka ternyata sudah menikah sama mas mas yang tampan ini" ucap Ziena sedikit teriak karena sudah jauh di depan Dylan dan tersenyum manis di akhir kalimatnya


Dylan masih terpaku mencerna ucapan Ziena. "na tunggu" teriak Dylan yang mulai mengerti maksud ucapan Ziena


Ia berlari mengejar Ziena sambil tersenyum. Entah kenapa hati Dylan begitu bahagia hanya mendengar kata-kata manis Ziena berbeda jika Mela yang mengucapkannya.

__ADS_1


__ADS_2