
Tiga hari sudah Dylan tidak pulang ke rumah dan tidak memberitahu siapapun alasannya. Kemarin Ziena menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan suaminya dan siang ini ia baru akan mendapatkan laporannya. "nona laporannya akan saya berikan setelah jam makan siang" ucap seseorang di seberang sana
Setelah mengucapkan itu Ziena langsung mematikan handphonenya dan bergegas menuju tempat yang mereka sepakati. "mau ke mana kamu na?" tanya Ricko di depan pintu ruangan Ziena
"mau pergi makan siang"
"dengan siapa?"
"sendiri"
"kakak ikut ya"
Ziena tampak berpikir dan kemudian mengangguk. "tapi aku bawa mobil sendiri ya kak" ucap Ziena
"kenapa gak bareng kakak aja?"
"setelah makan siang aku mau langsung pulang" jawab Ziena dan Ricko mengangguk
Setelah selesai makan siang Ziena pamit pergi terlebih dahulu. "aku pergi dulu kak" ucap Ziena setelah selesai menghabiskan makan siangnya
"iya na"
Ziena langsung menuju ke tempat selanjutnya. Sampai di sana sudah ada satu orang yang menunggu kedatangannya. "maaf menunggu lama" ucap Ziena saat baru datang
Orang suruhan Ziena berdiri saat Ziena datang. "tidak masalah nona" jawabnya sambil tersenyum
Kemudian Ziena duduk di kursi yang tersedia dan berhadapan-hadapan dengan orang suruhannya. "jadi bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Ziena
"ini beberapa foto yang saya ambil saat mengikuti pak Dylan, menurut hasil penyelidikan saya beliau beberapa hari ini tinggal di apartemen ini" jelas orang suruhan Ziena sambil memberikan dua foto hasil jepretannya
"apartemen milik siapa ini?" tanya Ziena
"itu apartemen milik pak Dylan nona"
__ADS_1
Ziena mengangguk-angguk. "apa ada hal yang lainnya?"
"tidak ada nona"
"kalau begitu terima kasih atas informasi yang sudah anda dapatkan"
"sama-sama nona"
Setelah mendapatkan informasi itu Ziena langsung bergegas pulang. "Bu Inah apa hari ini suami saya memberi kabar ke ibu?" tanya Ziena saat baru datang
Bu Inah menggelengkan kepalanya. "tidak ada nona"
Ziena tampak menghela nafasnya. Bu Inah yang melihat langsung merasa kasihan. "kalau ada kabar dari tuan, nanti langsung Bu Inah kasih tahu ke nona" ucap Bu Inah
Ziena mengangguk. "kalau begitu saya ke atas dulu Bu" ucapnya sambil naik ke atas
Ziena menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke atas tempat tidur. Rasanya semua badannya sangat lelah, kepalanya sangat pening. Sambil menghela nafas berat Ziena membatin. "semuanya sangat melelahkan" batinya sambil meneteskan air mata
Selama tujuh bulan ia menjalani pernikahan yang lebih mirip dikatakan sebagai sebuah neraka hati ketimbang pernikahan yang membahagiakan. Hidup dengan seorang suami yang tidak mencintainya bahkan dengan tega selalu menyakiti hatinya.
...*****...
Sudah empat jam Ziena duduk di teras rumah menunggu suaminya pulang, tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. "nona sekarang sudah jam sepuluh malam, sebaiknya nona menunggu tuan pulang di dalam saja" ucap Bu Inah dengan wajah khawatir
Ziena menurut masuk ke dalam, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil jaket serta kunci mobilnya. "Bu Inah jangan dikunci dulu pintunya" teriak Ziena sambil berjalan dengan cepat
Bu Inah yang hendak mengunci pintu lantas terkejut mendengar teriakan dari Ziena. "nona mau ke mana?" tanya Bu Inah dengan panik
"saya mau pergi dulu" jawab Ziena tanpa berhenti berjalan
"nona mau ke mana? nona! nona!" ucap Bu Inah sambil melihat Ziena masuk ke dalam mobilnya
Ziena mengendarai mobil melewati Bu Inah. "pak buka gerbangnya" teriak Ziena
__ADS_1
Pak satpam langsung membuka gerbangnya dengan wajah bingung bercampur panik. Setelah mobil Ziena keluar dari rumah, pak satpam langsung menghampiri bu Inah dan menanyakan apa yang terjadi dengan Ziena. "Bu Inah nona kenapa?" tanyanya dengan bingung
"saya gak tau pak, tiba-tiba nona langsung pergi keluar setelah duduk lama menunggu tuan yang tidak kunjung pulang-pulang" jawab Bu Inah dengan panik
"ya sudah Bu Inah kita berdoa aja semoga nona baik-baik saja" ucap pak satpam sambil mengingat kembali bagaimana ekspresi dan cara mengendarai Ziena tadi
Ziena mengendarai mobilnya dengan kencang. Yang ada di pikiran Ziena sekarang adalah tekadnya untuk menyusul suaminya dan mengajak Dylan pulang. Berbekal informasi yang ia dapat tadi siang Ziena langsung melajukan mobilnya ke apartemen milik Dylan.
Karena jalanan yang sepi perjalanan menuju apartemen hanya membutuhkan waktu lima belas menit. Setelah memarkir mobilnya Ziena langsung keluar dan masuk ke dalam. Ia kemudian masuk ke dalam lift dan menekan lantai apartemen milik suaminya.
Setelan lift terbuka Ziena langsung menuju nomer apartemen milik Dylan. Tidak perlu lama untuk Ziena mencari apartemen milik suaminya karena di lantai ini hanya ada dua apartemen, yang satu milik suaminya dan yang satunya lagi milik seseorang.
Tanpa menunggu lama Ziena langsung menekan bel pintunya. Tak lama kemudian Dylan membuka pintu apartemennya. Dylan begitu terkejut mengetahui Zienalah orang yang telah menekan bel apartemen. Ia pikir tadi Alex yang berkunjung malam-malam begini. "Nana"
"mas aku datang ke sini mau menjemput kamu untuk pulang" ucap Ziena tanpa basa basi
"saya belum mau pulang" jawab Dylan dengan dingin
"mas ayo pulang, kamu sudah tiga hari gak pulang"
"SAYA BILANG SAYA BELUM MAU PULANG NA!" jawab Dylan dengan tegas
"kenapa mas?"
Di tengah-tengah pembicaraan mereka berdua tiba-tiba Mela keluar dari dalam apartemen milik Dylan. "sayang ada apa sih kok ribut-ribut?" tanya Mela dari dalam
Deg!
Jantung Ziena serasa berhenti berdetak saat mendengar suara seorang wanita dari dalam apartemen milik suaminya. Ia bahkan bisa menebak jika itu adalah suara dari seseorang yang sangat suaminya cintai. "K-kamu tinggal berdua dengan dia mas?" tanya Ziena dengan terbata-bata
Dylan tampak terdiam sebelum akhirnya ia menarik Ziena untuk ikut dengannya dan meninggalkan Mela sendirian di apartemen. "mas kita mau ke mana?" tanya Ziena sambil terus mengikuti Dylan
"pulang" jawab Dylan sambil terus menarik tangan Ziena untuk ikut dengannya
__ADS_1
"kamu belum jawab pertanyaan aku tadi mas" ucap Ziena sambil menitihkan air matanya
"kita bicarakan ini di rumah" jawab Dylan sambil melajukan mobilnya