Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 25


__ADS_3

"mama habis dari mana?" tanya papa Juna


"mama habis nganterin Dylan sama Nana ke kamar khusus pa, mama suruh mereka istirahat dulu sambil nunggu acara resepsinya di mulai" jelas mama Ana, papa Juna hanya mengangguk saja


para tamu undangan sudah mulai berdatangan, mulai dari kolega bisnis papa Juna dan Dylan hingga teman-teman sekolah Dylan pun di undang. Hanya Ziena saja yang tidak mengundang teman-teman sekolahnya.


Ziena memang sengaja tidak mengundang teman-teman sekolahnya, ia hanya mengundang ketiga sahabatnya dan beberapa rekan bisnisnya termasuk orang tua Mila, Dea dan Rista.


"ma kamu panggil Dylan sama Nana, acaranya sudah mau di mulai" ucap papa Juna


"iya pa mama panggil dulu" jawab mama Ana


mama Ana berjalan bersama bi Ani menuju kamar Dylan dan Ziena.


tok tok tok


"nak ayo keluar acaranya sudah mau di mulai" ucap mama Ana dari luar


Ziena yang mendengar segera membuka pintu. "ayo ma" jawab Ziena dengan cepat


sejujurnya selama di dalam kamar Ziena merasa canggung, karena selama ini ia tak pernah di tinggal di dalam kamar bersama seorang laki-laki, ditambah lagi sikap Dylan yang dingin membuat Ziena tak nyaman meski ia juga sering bersikap dingin kepada semua orang.


"ayo kamu harus segera di rias, terus suami kamu di mana?" tanya mama Ana sambil melihat ke dalam


"masih di kamar mandi ma" jawab Ziena


"oh ya udah kamu sama bi Ani langsung ke ruang rias ya, mama mau ngomong bentar sama suami kamu" ucap mama Ana


"iya ma, ayo bi" jawab Ziena sembari meraih tangan bi Ani


mama Ana segera masuk ke dalam kamar sambil menunggu Dylan selesai mandi. "astaga mama, kok bisa ada di sini" ucap Dylan terkejut karena melihat mamanya ada di dalam kamar


"mama nunggu kamu, ayo cepet kamu harus segera ganti baju, acaranya mau mulai" jawab mama Ana sambil menarik tangan Dylan


Dylan hanya pasrah di tarik paksa oleh mamanya dan berjalan mengikuti mama Ana dari belakang.


Dylan berjalan bergandengan tangan bersama Ziena memasuki gedung area resepsi. Dylan mengenakan setelan jas berwarna silver gelap senada dengan gaun pengantin yang di pakai Ziena.


mereka berjalan beriringan menuju pelaminan melewati para tamu, banyak yang kagum dengan melihat Dylan dan Ziena dan ada pula yang merasa iri pada pasangan itu.


setelah mereka duduk bersebelahan di pelaminan, para tamu mulai memberi ucapan selamat secara bergantian dan tak lupa untuk foto bersama dengan pasangan pengantinnya.


kemudian para tamu di persilahkan menikmati hidangan yang sudah di sediakan. sambil menikmati hidangan para tamu akan dihibur dengan alunan musik.


"kau lelah?" tanya Dylan yang melihat Ziena terlihat lelah


"sedikit" jawab Ziena


"mau ku ambilkan minum" tawar Dylan

__ADS_1


"tidak usah" tolak Ziena


Dylan tetap mengambilkan Ziena minum meski Ziena menolak, ia merasa kasihan melihat wajah lelah dari Ziena.


Dan Dylan juga tak ingin terlihat jahat dan di depan para tamu. "eh bos Dylan" sapa Alex dengan nada meledek


"bos istrinya muda banget bikin iri deh" ucap Alex dengan tertawa


"diam lo Lex" jawab Dylan


"Lan selamat ya" ucap salah satu teman sekolah Dylan


"makasih ya" jawab Dylan


"hebat Lo Lan dapet istri muda banget" ucap teman Dylan


"bisa aja lo, udah ah gue mau ngasih ini dulu" jawab Dylan sambil menunjuk Ziena


"wih perhatian banget nih" ledek Alex


Dylan tak menggubris ledekan Alex dan berjalan mendekati Ziena. "ini kamu minum" ucap Dylan


"terima kasih" jawab Ziena tersenyum manis


tanpa sadar jantung Dylan berdegup kencang saat melihat senyum manis Ziena. "aduh kenapa nih jantung gue" batin Dylan


Dengan segera mungkin Dylan menetralkan degup jantungnya. tak terasa acara resepsi telah selesai, para tamu undangan sudah meninggal gedung.


"mama gak pulang bareng kita?" tanya Dylan


"mama sama papa masih ada urusan penting sebentar, nanti kita susul kamu dari belakang" ucap papa Juna


"iya kalian pulang dulu aja, pasti kalian capek kan" tambah mama Ana


"saya mau bicara sebentar sama bi Ani boleh?" tanya Ziena


"boleh" jawab papa Juna


Ziena berjalan menghampiri bi Ani sedangkan Dylan berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya. "bi Ani" ucap Ziena langsung memeluk bi Ani


bi Ani langsung membalas pelukan Ziena dengan hangat. "non Nana jaga kesehatan ya, jangan lupa sering pulang ke mansion juga ya non" ucap bi Ani


"iya bi pasti, makasih ya bi" jawab Ziena sembari melepas pelukan


Ziena berganti memeluk om Irfan. "om jangan lupa urusan kantor hari ini" ucap ziena sambil tertawa


"nona bisa saja" jawab om Irfan yang tak kalah tertawanya


"kak Ricko makasih sudah menjadi kakak terbaik buat Nana" bisik Ziena sembari memeluk Ricko

__ADS_1


"iya adik ku" jawab Ricko


Ricko sudah merelakan perasaannya kepada Ziena dan meyakinkan dirinya bahwa perasaan hanya sebatas kakak ke adik.


Ziena beralih menatap ketiga sahabat, tanpa pikir panjang mereka bertiga langsung memeluk Ziena. "selamat ya zie, kamu mendahului aku yang usianya lebih tua dari mu" ucap Rista


"bisa aja kamu Ris" jawab Ziena


"selamat ya nak" ucap mama Dea


"terima kasih Tante" jawab Ziena


"ya udah kita pulang dulu ya zie" ucap mila, Ziena hanya mengangguk dan tersenyum


"aku pergi dulu ya bi" ucap Ziena pada bi Ani


"iya non" jawab bi Ani


Ziena berjalan keluar bersama papa Juna dan mama Ana yang sudah selesai dengan urusannya, ia masuk ke dalam mobil yang sudah ada Dylan di dalamnya sedangkan papa Juna dan mama Ana naik ke mobil yang ada di belakang mereka.


di dalam perjalanan Dylan dan Ziena hanya saling diam karena mereka masih merasa canggung satu sama lain.


sampai akhirnya mobil mereka sudah sampai di mansion keluarga Cakradara. "ayo turun" ajak Dylan sembari berjalan keluar mendahului Ziena


Ziena berjalan mengikuti Dylan dari belakang, Dylan langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Ziena segera menghapus sisa-sisa riasannya dan mengganti gaunnya dengan pakaian santai.


setelah Dylan keluar Ziena langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Ziena keluar menggunakan piyama tidur berwarna biru tua dengan motif bintang-bintang yang warnanya senada dengan piyama tidur yang Dylan pakai.


"aku tidur di mana?" tanya Ziena dengan polosnya


Dylan segera menaruh ponselnya di atas meja dan beralih menatap Ziena. " di sini" jawab Dylan sembari menepuk-nepuk kasurnya


Ziena merebahkan tubuhnya dengan perlahan di samping Dylan sembari menaruh guling di tengah-tengah mereka.


"aku harus memanggilmu siapa" tanya Dylan yang merasa tak enak harus memanggil Ziena dengan sebutan kau aku


"Nana, seperti mama dan papa" jawab Ziena dan Dylan mengangguk


"berapa umurmu?" tanya Dylan


"tujuh belas tahun" jawab Ziena singkat


Dylan pun menatap Ziena tak percaya. "astaga bisa-bisanya papa dan mama menikahkan aku dengan gadis remaja yang masih polos begini" batin Dylan gemas


"ya sudah tidurlah" ucap Dylan sambil membaringkan tubuhnya membelakangi Ziena

__ADS_1


Ziena pun ikut membaringkan tubuhnya, sebelum tidur ziena menatap langit-langit kamar Dylan dan berdoa.


mereka akhirnya hanyut dalam mimpi mereka masing-masing di malam pertama pernikahan mereka.


__ADS_2