Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 48


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Ziena bangun lebih dulu dari Dylan. Ia membuka gorden pada pintu kaca yang mengarah ke arah balkon, tak lupa ia mematikan AC di dalam kamar dan sedikit membuka pintu kaca itu agar udara sejuk di pagi hari bisa masuk ke dalam kamar.


Suasana pagi ini begitu cerah secerah suasana hati Ziena. Meskipun kemarin ia sempat kesal dan cemburu kepada Dylan tapi skenario tuhan begitu indah baginya. Yang awalnya Ziena hanya ingin mendiami Dylan justru malah mendapat sebuah kecupan singkat yang membuat hatinya berbunga hingga pagi hari ini. "oh tuhan bolehkah aku berharap mendapatkan hadiah yang lebih hari ini? jika semalam aku mendapat hadiah sebuah kecupan singkat di pipiku bolehkah hari ini aku berharap lebih? aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mencintai suamiku ini yang jelas setiap kali aku memandangnya hatiku selalu berdebar" batin Ziena sambil memandang wajah jujur Dylan saat tidur


Ini menjadi kebiasaan Ziena sehari-hari memandang wajah polos nan jujur dari diri suaminya. Meskipun Dylan terkenal kejam di luar sana tapi saat ia sedang tidur semua itu terasa sirna bahkan Dylan tak pernah menunjukkan ekspresi kejamnya pada Ziena.


Cukup lama Ziena berdiam memandangi sosok laki-laki yang sudah menjadi suaminya ini, hingga gerakan tangan Dylan membuat Ziena menyudahi aktivitas konyolnya di pagi hari ini. Ia buru-buru masuk ke dalam kamar mandi takut Dylan melihat kekonyolannya. "aduh jangan sampai mas Dylan tau aktivitas konyol ku ini bisa malu aku di depannya" ucap Ziena yang sudah berada di dalam kamar mandi

__ADS_1


"tapi bagaimanapun juga wajahnya yang tenang saat tidur selalu memikat ku untuk terus ingin memandanginya" ucap Ziena sambil mengingat-ingat wajah Dylan saat tidur dan tersenyum sendiri


Lama berbicara dengan pikirannya sendiri membuat Ziena lupa jika ia sudah lama berada di kamar mandi. Ia segera menyudahi lamunannya dan bergegas mandi. Ia keluar sudah dengan menggunakan pakaian santainya dan membangunkan Dylan yang masih terlelap di bawah selimut tebalnya. "mas Dylan ayo bangun ini sudah pagi" ucap Ziena dengan lembutnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dylan perlahan


"kamu sudah mandi?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Dylan saat membuka matanya


Dylan yang melihat Ziena mulai membereskan tempat tidur kemudian berjalan masuk ke kamar mandi. Setelah Dylan masuk tak beberapa lama kemudian ponsel miliknya berdering, Ziena yang mendengar bunyi panggilan berkali-kali akhirnya mencoba melihat siapa yang menghubungi suaminya pagi-pagi begini takut-takut jika itu urusan yang penting pikiran Ziena.

__ADS_1


Tapi setelah membaca nama yang tertera di layar ponsel Dylan membuat hati Ziena yang awalnya berbunga kembali layu lagi. "oh kekasihnya lagi yang telfon pagi-pagi begini, huh... aku ini selalu kesal kalau mereka Masih berhubungan tapi aku sendiri juga gak bisa melarangnya, aku hanya bisa diam dan pura-pura tidak peduli tapi hatiku juga yang sakit saat melihatnya, ya sudahlah aku gak mau berekspektasi terlalu tinggi toh yang bisa memutuskan hubungan mereka juga mereka berdua bukan aku" batin Ziena yang masih menatap ponsel milik Dylan dengan wallpaper foto Mela


"sampai saat ini aku masih belum tau bagaimana perasaannya mas Dylan untukku" lanjutnya sembari menghela nafas berat


Ziena mencoba tegar ia tidak mau diperdaya oleh perasaannya sendiri di pagi hari begini. Ia langsung berjalan menyiapkan pakaian santai untuk Dylan dan setelah itu keluar menemui mertuanya di bawah.


Sedangkan Dylan yang baru keluar dari kamar mandi langsung mengambil ponselnya karena saat berada di dalam kamar mandi ia sempat mendengar beberapa kali panggilan masuk ke ponsel miliknya. "dari Mela, kira-kira Nana tadi lihat gak ya" batin Dylan sedikit khawatir

__ADS_1


Ia segera memakai pakaiannya dan turun menyusul Ziena ke bawah.


__ADS_2