
Sepanjang jalan Ziena memperlihatkan senyum manisnya. Ia begitu bahagia bisa merasakan hal romantis seperti ini, jika Ziena merasa bahagia berbeda dengan yang Dylan rasakan. Ia merasa ritme detak jantungnya berdegup dengan cepat. "kenapa jantungku selalu berdebar-debar saat di dekatnya? apa aku benar-benar sudah jatuh cinta?" batin Dylan sambil sekali-sekali menoleh ke belakang melirik wajah Ziena
Ziena mengangkat kepalanya dari posisi bersandar di punggung Dylan. "mas Dylan berhenti dulu" ucap Ziena sambil menepuk-nepuk pelan punggung suaminya
Dylan mengerem sepedanya secara mendadak. "kenapa?" tanya Dylan
"kita foto di situ yuk mas" ajak Ziena
"kamu sendiri aja yang foto aku gak mau" tolak Dylan
Ziena tak menghiraukan penolakan suaminya, ia langsung menarik paksa tangan suaminya untuk ikut berfoto bersama dengannya. "mas Dylan senyum dong" titah Ziena
Dylan hanya menurut saja. Setelah Puas mengambil beberapa foto bersama akhirnya Ziena maupun Dylan memutuskan untuk kembali ke hotel. "kenapa senyum-senyum?" tanya Dylan yang sedari tadi melihat istrinya tersenyum sendiri menatap ponselnya
"gak apa-apa" balas Ziena
Sejujurnya Ziena tersenyum sendiri karena bahagia menatap foto Dylan yang ia ambil secara diam-diam. Ia beralih mencari nomer suaminya dan menandai Beberapa foto bersama mereka tadi untuk dikirim ke suaminya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dylan mengambil ponselnya setelah merasakan ponsel miliknya bergetar. "kamu mengirim foto tadi" ucap Dylan setelah melihat foto yang Ziena kirim
Ziena menganggukkan kepalanya. "mas kita mampir makan siang dulu yuk, aku udah lapar" ucap Ziena
Dylan yang juga merasa sudah lapar akhirnya ikut mengiyakan permintaan istrinya. Kemudian Dylan beralih menatap sopir taxi mereka dan memberitahu restoran yang ingin ia tuju.
Setelah sampai Dylan segera memesan menu makanan yang mereka inginkan. "aku mau pergi ke toilet dulu" ucap Dylan sebelum meninggalkan Ziena
Sambil menunggu suaminya dan pesanan mereka, Ziena mengambil ponsel miliknya dan membalas beberapa pesan yang masuk. "nona Delmira" sapa seorang laki-laki berumur
Ziena mengangkat kepalanya untuk menatap wajah seorang yang menyapa dirinya. "maaf anda siapa?" tanya Ziena, ia benar-benar tidak ingin siapa orang ini
"iya saya ingat sekarang" jawab Ziena
Ziena memang tidak mengingat sosok laki-laki di depannya ini, maklum saja rekan bisnisnya sangat banyak. Tak jarang ia sering menyuruh om Irfan untuk menggantikan dirinya menemui klien.
"oh iya nona perkenalkan ini anak saya, namanya Dino" ucap pak jaya sembari memberi kode kepada anaknya untuk memperkenalkan diri
__ADS_1
"perkenalkan nama saya Dino" ucap Dino sambil mengulurkan tangannya
"Delmira" jawab Ziena membalas uluran tangan dari Dino
"oh iya suatu kebetulan sekali bisa bertemu nona secara langsung, apa nona sedang ada urusan bisnis di sini?" tanya pak jaya
"saya sedang ada urusan pribadi di sini bukan bisnis" jawab Ziena dengan tersenyum
Tak lama kemudian pesanan Ziena datang dan pak jaya beserta anaknya ikut pamit. Tanpa sepengetahuan Ziena sedari tadi Dylan melihat adegan-adegan di depannya tadi. "siapa tadi orang yang berbicara denganmu?" tanya Dylan yang baru datang
"kamu melihatnya mas?" tanya Ziena balik
Dylan mengangguk. "itu tadi pak jaya pemilik jaya grub dan anaknya" jelas Ziena
"kamu kenal dengan mereka?" tanya Dylan tak percaya dan Ziena hanya menganggukkan kepalanya
Bagaimana Dylan bisa percaya, setahunya Ziena itu gadis yang baru lulus SMA jadi bagaimana mungkin seorang gadis SMA bisa mengenal dekat dengan seorang pebisnis. "bagaimana kamu bisa mengenal pak jaya?" tanya Dylan
__ADS_1
"siklus pertemanan" jawab Ziena santai
Melihat suaminya akan mengajukan pertanyaan lagi dengan buru-buru Ziena memotongnya. "makan mas jangan tanya terus" lanjutnya