
Sinar matahari memaksa masuk menembus celah-celah jendela kamar.
Tampak seorang laki-laki yang sedang tertidur pulas di atas kasur. Hangatnya sinar matahari menyentuh permukaan kulit laki-laki itu dan membuatnya terbangun.
"astaga sudah pagi aja" gumam laki-laki itu
Dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 7 pagi, setelah itu dia beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi dia berjalan menuruni tangga menuju meja makan.
Di meja makan tampak seorang laki-laki dan wanita paruh baya sedang makan.
"pagi pa ma" sapa Dylan
"pagi" jawab mama Ana datar
"ini pasti gara-gara masalah kemarin malam" batin Dylan
Dylan tak mau ambil pusing tentang kedua orang tuanya yang terlihat marah padanya.
Di meja makan tak ada percakapan yang terjadi yang ada hanya suara sendok yang menyentuh permukaan piring.
"Lan nanti malam kita akan pergi ke rumah temen mama sama papa" ucap mama Ana memecahkan keheningan
"ya udah pergi aja ma" jawab Dylan yang masih mengunyah makanannya
"KITA yang pergi bersama Dylan" jawab mama Ana dengan menekankan kata kita
Dylan segera menelan makanannya. "kenapa Dylan harus ikut? tanya Dylan dengan ketus
"seperti yang sudah kita bicarakan semalam" sahut papa Juna
"aku menolak pa" jawab Dylan dengan cepat
"Dylan mama dan papa sudah menjodohkan kamu dengan anak mereka sejak usiamu 11 tahun" jelas mama Ana
"Dylan gak mau dijodohkan ma toh Dylan sudah memiliki kekasih" jawab Dylan tegas
"Dylan mama tak suka dengan wanita itu" ucap mama Ana yang tak kalah tegasnya
"namanya Mela ma, udah lah kalo mama sama papa gak suka sama Mela terserah Dylan gak peduli toh Dylan yang menjalani hidup Dylan dan Dylan bahagia dengan Mela" jawab Dylan
"kamu gak tau Dylan apa yang dia lakukan di belakangmu" jawab mama Ana
"mama peringatkan sama kamu Dylan PUTUSKAN DIA sebelum kamu menyesalinya di kemudian hari nanti" ucap mama Ana tegas sambil menekankan kata putus
"terserah Dylan capek" jawab Dylan sambil beranjak dan berjalan pergi
Papa Juna dan mama Ana sangat kecewa dengan perubahan sikap Dylan anaknya.
__ADS_1
Dylan dulu anak yang penurut dan menghormati orang tuanya tapi setelah mengenal Mela sikap Dylan berubah. Dylan berani berkata kasar dan menjadi pembangkang.
"lihat pa kelakuan Dylan sekarang, semenjak Dylan kenal dengan wanita itu sikap Dylan berubah pa" ucap mama Ana dengan sendu
"papa tak habis pikir dengan Dylan ma" jawab papa Juna
"Dylan yang dulu menghormati kita dan penurut sekarang menjadi berani pa dengan kita bahkan Dylan berani membantah kadang juga sering bicara kasar dan membentak" ucap mama Ana
"sudah ma jangan sedih kita cari cara biar Dylan segera menyadari kesalahannya ma" jawab papa Juna
Dylan masuk ke dalam mobilnya dengan kesal dan segera meninggalkan mansion kedua orang tuanya.
Dylan Angkasa Cakradara laki-laki berusia 28 tahun ini adalah anak dari pasangan Ajuna Cakradara dan Selyana Arumi Cakradara. keluarga Cakradara termasuk pengusaha kaya di negara ini.
Dylan menggantikan posisi papanya menjadi CEO di Cakra corporation. Sebenarnya Dylan menolak menjabat sebagai CEO di perusahaan milik papanya ini.
Alasan Dylan menolak karena dia sendiri telah memiliki perusahaan dan ingin mengembangkan perusahaan miliknya tapi karena mama dan papanya memaksa akhirnya Dylan menyetujui.
Karena Dylan menjadi CEO di Cakra corporation maka perusahaan miliknya sekarang bergabung dengan Cakra dan berada di bawah naungan Cakra corporation.
Dylan berjalan memasuki perusahaan banyak mata tertuju padanya, Bagaimana tidak Dylan bagaikan pangeran bagi kaum hawa.
Dylan memiliki tinggi 189 cm dengan tubuh yang tegap dan gagah, kulit putih dan hidung mancung. Dylan keturunan Belanda Indonesia jadi tak salah jika Dylan memiliki wajah sedikit bule.
Memiliki sikap dingin dan tegas membuat semua orang tak ada yang berani dengan Dylan tetapi berbeda dengan kaum hawa yang memandang Dylan sebagai pria idaman dimata mereka.
Dylan sudah berada di ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. salah satu tangannya memencet tombol di atas mejanya yang terhubung dengan Alex sekertaris pribadi Dylan sekaligus sahabat Dylan sejak SMA.
"Lex datang ke ruanganku sekarang" ucap Dylan
"baik pak" jawab Alex
tok tok tok
suara pintu diketuk
"masuk" ucap Dylan
"maaf ada apa pak?" tanya Alex yang sudah berada di depan Dylan
"bagaimana sudah kau periksa tentang masalah perusahaan yang ada di Singapura?" tanya Dylan
"sudah pak tapi saya belum bisa memastikan orang di balik masalah ini" jawab Alex
"terus kau selidiki siapa orang dibalik masalah ini" jawab Dylan
"baik pak" jawab Alex
__ADS_1
"sepertinya ada yang sedang bermain-main denganku" ucap Dylan
"benar pak beberapa mata-mata kita mencurigai salah satu orang yang diduga orang-orang mereka tapi kami belum bisa memastikannya pak" jawab Alex
"sampai tebakan ku benar maka dia tak akan pernah bisa lepas dari genggaman ku" jawab Dylan dengan mata tajamnya
"sudah kembalilah" ucap Dylan
"saya permisi dulu pak" jawab Alex berjalan ke luar
Setelah Alex keluar Dylan melanjutkan pekerjaannya mengecek beberapa berkas dan menandatanganinya.
Dylan yang terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai tak menyadari jika sekarang sudah masuk jam makan siang bahkan lebih tepatnya hampir habis.
Alex yang melihat Dylan sedang sibuk sampai melupakan jam makan siang akhirnya memiliki inisiatif membawakan makan siang untuk sahabatnya itu.
Tanpa mengetuk pintu Alex berjalan mendekati Dylan. "hei bro" sapa Alex yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Dylan
"gak sopan sekali kamu sama saya" jawab Dylan tanpa menoleh ke Alex
"sekarang lagi jam makan siang bro jadi bisa santai kita ngomongnya" jawab Alex dengan santainya
Memang Dylan dan Alex jika di jam kantor menggunakan bahasa formal antara atasan dan sekretaris tapi saat di luar jam kantor mereka akan menggunakan bahasa sehari-hari mereka.
"ngapain lo di sini?" tanya Dylan sembari berjalan menghampiri Alex
"gue perhatian sama lo Lan, tuh gue bawain makan siang buat lo" jawab Alex dengan menunjuk bungkusan di depannya
"lo kalo sibuk ya sibuk aja Lan tapi kesehatan juga harus diperhatiin" lanjut Alex
Dylan langsung mengambil bungkusan itu dan membukanya. "tumben lo pengertian sama gue Lex biasanya juga harus gue suruh dulu" jawab Dylan
"bukannya terima kasih malah ngatain gue lo Lan" jawab Alex
"untung lo sahabat plus atasan gue Lan coba kalo bukan dah gue lempar lo" lanjut Alex sambil melempar bolpoin ke arah Dylan
"mau gue potong gaji lo" ancam Dylan
"ngancem aja lo dah kek mak-mak tau gak" gerutu alex
Dylan hanya tertawa mendengar ocehan Alex. "dah jangan marah-marah cepet tua lo nanti" ucap Dylan
"udah bro gue mau balik ke ruangan gue dulu sebelum gaji gue lo potong gara-gara gue keluyuran di jam kantor" ucap Alex dengan ketawa
"udah sana keluar lo ganggu gue mau makan aja" jawab Dylan dan Alex segera keluar dari ruangan Dylan
Setelah Alex keluar Dylan memakan makanan yang di bawa Alex setelah itu Dylan kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1