Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 18


__ADS_3

pagi ini Ziena sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara kelulusan di sekolahnya.


"loh mau ke mana kamu na?" tanya ricko yang bingung melihat Ziena mengenakan kebaya


"ke sekolah" jawab Ziena


"acara kelulusan?" tanya ricko dan diangguki Ziena


"kenapa gak bilang sama kak ricko" ucap ricko kesal


"memangnya kenapa?" tanya Ziena


"ya kak ricko bakal datang menghadiri acara kelulusan kamu lah, masa kamu mau berangkat sendiri" jawab ricko


"memang aku bakal berangkat sendiri kok" jawab Ziena


"serius? ya udah nanti kalo urusan kak ricko udah selesai kak ricko bakal nyusulin kamu deh" jawab kak ricko


"urusan?" tanya Ziena heran


"iya urusan, sekarang kak ricko jadi sekertaris kedua kamu" jawab ricko bangga


"oh jadi om irfan jadiin kak ricko sekertaris kedua aku, padahal aku mau nempatin kakak di salah satu cabang perusahaan sih" jawab Ziena


"jangan" tolak ricko


"kenapa kak?" tanya Ziena


"kakak lebih suka jadi sekertaris kamu" jawab ricko cengengesan


"dasar aneh" ucap ziena lirik tapi masih bisa di dengar ricko


"aku denger kamu bicara apa" ucap ricko sambil tangannya sedikit mengacak-acak rambut Ziena


"jangan diacak-acak" teriak Ziena


ricko hanya tersenyum melihat kekesal Ziena. "acaranya jam berapa?" tanya ricko


"jam 8" jawab Ziena sambil merapikan sedikit rambutnya

__ADS_1


"kok gak berangkat-berangkat, nanti telah loh" ucap ricko


"iya ini mau berangkat bawel" jawab Ziena dan langsung pergi


"nanti kalo urusan kakak udah selesai insyaallah kakak susulin na" teriak ricko


"terserah" teriak Ziena dari luar


Ziena masuk ke dalam mobil. "langsung ke sekolah pak" ucap ziena kepada sopirnya


"baik nona" jawab sopir pribadinya


di perjalanan Ziena hanya diam menikmati musik dari earphone yang ia pasang di telinganya.


"nona kita sudah sampai" ucap sopir pribadi Ziena


"pak" panggil Ziena


"iya nona" jawab sopirnya


"bapak langsung pulang aja tak usah menunggu nanti kalau sudah selesai saya telpon" ucap ziena


Ziena langsung keluar dan berjalan memasuki gerbang sekolahnya.


saat masuk Ziena disuguhkan dengan banyak pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak, iya pemandangan di mana semua siswa dan siswi datang bersama orang tuanya sedangkan ia hanya datang seorang diri tanpa ada orang tua ataupun wali yang datang bersamanya.


hal itu membuat Ziena mengurungkan niatnya untuk masuk dan berniat untuk pulang saja namun tiba-tiba dari arah samping ada ketiga sahabatnya datang menghampiri Ziena.


"Ziena" panggil Dea


"ah iya" jawab Ziena


"ngapain di sini, ayo masuk" ucap Dea dan langsung menarik tangan Ziena untuk masuk


"de jangan tarik-tarik gitu dong kasihan Ziena nanti dandanannya rusak gara-gara kamu" ucap Rista yang kesal melihat Dea menarik-narik Ziena


Dea yang sadar segera melepas tangannya. "lupa Ris, maklum biasanya kita pakai seragam yang longgar dan bebas buat gerak lah ini kita lagi pakai kebaya jadi lupa" jawab Dea cengengesan


"eh iya jangan lupa kita harus dan wajib banget foto berempat" ucap Mila

__ADS_1


"ah iya bener Sampek lupa, Pumpung lagi dandan cantik cetar begini harus diabadikan nih gak boleh Sampek lupa" jawab Rista


"ya udah kita masuk dulu yuk nanti kita baru foto setelah acaranya selesai" ajak Dea


"jangan, sekarang aja Pumpung masih fresh dandanan kita, toh acaranya juga belum di mulai" jawab Mila


"iya bener de lagian kalo nunggu acaranya selesai bisa luntur nih make up kita" jawab Rista


"ya udah sekarang aja kita foto yuk" ajak Dea dan langsung mengeluarkan kamera dari dalam tasnya


Ziena hanya diam dan menuruti keinginan ketiaga sahabat ini.


setelah selesai berfoto mereka berencana untuk masuk ke dalam. "ayo kita masuk, dah banyak banget fotonya" ucap Dea


"kalian masuk duluan aja deh" ucap ziena


"loh kenapa zie?" tanya Mila


"gak kenapa-kenapa sih" jawab ziena


Mila yang tau arah pikiran Ziena langsung memeluk ziena. "aku tau kok zie apa yang kamu rasakan" ucap Mila


ziena terkejut saat Mila tiba-tiba memeluknya namun ia langsung meneteskan air mata saat Mila tau apa yang ia rasakan. "aku gak kenapa-kenapa kok mil" jawab Ziena


Dea dan Rista yang mendengar jawaban Ziena langsung ikut memeluk Ziena. "kamu punya kita zie, jangan rasain itu sendiri lagi" ucap Rista


"iya zie berbagilah sama kita" ucap Dea


"aku minta maaf, aku gak bermaksud membuat kalian merasakan apa yang aku rasakan" ucap ziena sambil terisak


"stop zie, kita ini bukan hanya sahabat tapi keluarga, keluarga yang saling menguatkan" jawab Mila


"ingat zie kita keluarga" lanjut Mila


"jangan simpan itu sendiri lagi ya zie berbagilah" ucap Dea yang ikut menangis


"terima kasih kalian adalah sahabat dan keluarga terbaik ku" jawab Ziena yang terharu karena mempunyai sahabat yang begitu mendukung dan menguatkannya


mereka kembali berpelukan dan segera masuk ke dalam untuk mengikuti serangkaian acara kelulusan.

__ADS_1


__ADS_2