
tok tok tok
pintu kamar Dylan di ketuk seseorang
Ziena berjalan membuka pintu. "nona muda sekarang waktunya makan malam" ucap pak Han
"baik pak" jawab Ziena dan berjalan masuk ke dalam mendekati Dylan
"mas Dylan sudah waktunya makan malam, ayo kita turun" ucap Ziena dengan lembut
"iya" jawab Dylan dan berjalan mendahului Ziena
sampai di meja makan Ziena langsung mengambilkan makanan untuk Dylan sedangkan ia makan sup khusus yang di buatkan mama Ana.
setelah selesai makan malam papa Juna mengajak mereka untuk berbincang-bincang santai di ruang keluarga. "ma pa Dylan pengen pindah tinggal di rumah Dylan sendiri" ucap Dylan
ucapan Dylan sontak membuat kedua orang tuanya terkejut. kenapa pengen pindah?" tanya mama Ana
"Dylan pengen mandiri ma, toh rumah itu dari Dylan beli sampai sekarang juga gak pernah Dylan tempati" jawab Dylan
"ya siapa suruh kamu beli rumah mending kamu jual aja nak" jawab mama Ana
"mama kok gitu sih, Dylan kan udah punya keluarga jadi Dylan pengen mandiri ma" jelas Dylan
"tapi mama gak pengen kalian pindah, nanti kalau pindah mama jadi gak ada temennya di sini" jawab mama Ana
"kamu gak pengen pindah kan na?" tanya mama Ana sambil menatap Ziena
__ADS_1
Ziena merasa bingung harus menjawab apa ke mama Ana. "Nana ikut mas Dylan ma, mas Dylan kan suaminya Nana" jawab Ziena dengan lembut dan hati-hati
"biarkan Dylan mandiri ma dia sudah punya istri sekarang" ucap papa Juna
"kalau pindah nanti jadi sepi pa, mama kan juga pengen masak bareng, ngobrol-ngobrol sama mantu mama" jawab mama Ana
"nanti Dylan sama Nana bakal sering ke sini deh ma" ucap Dylan
"kamu beneran nak?" tanya mama Ana
"iya ma" jawab Dylan
"tapi sering-sering nginep di sini juga" ucap mama Ana
"iya mama" jawab Dylan dengan gemas
"iya mama ku" jawab Dylan tanpa sadar dan Ziena langsung berbatuk-batuk
"kamu gak apa-apa?" tanya Dylan sembari memberikan segelas air putih
"gak apa-apa" jawab Ziena sambil meneguk air putih yang Dylan beri
"mama kenapa jadi bahas cucu sih" ucap Dylan pada mamanya
"memangnya mama salah kalo minta cucu" jawab mama Ana
"ya gak salah sih ma" jawab Dylan sedikit malu
__ADS_1
"kita kan juga pengen cepet gendong cucu ya kan pa" ucap mama Ana sambil menyenggol lengan papa Juna
"iya ma, kita kalo gak minta cucu sama kamu mau minta ke siapa lagi Lan, anak kita juga cuman kamu" jawab papa Juna sambil tertawa
"kenapa jadi bahas beginian sih, udah Dylan mau ke atas" ucap Dylan berjalan meninggalkan mereka
mama Ana dan papa Juna hanya tertawa melihat tingkah Dylan sedangkan Ziena menundukkan kepalanya karena malu. "kamu gak susul suami na" ucap mama Ana
Ziena mengangkat kepalanya. "nana susul mas Dylan dulu ya pa ma" izin Ziena dan langsung berjalan menyusul Dylan
sampai di kamar Ziena melihat Dylan sedang duduk sofa sedang membaca buku. "sini na aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Dylan saat melihat Ziena
setelah Ziena duduk di sampingnya Dylan mulai berbicara. "kita pindah besok siang kamu bawa aja barang-barang mu yang penting" ucap Dylan, Ziena hanya mengangguk
"ya udah aku mau tidur dulu jangan lupa matikan lampunya" ucap Dylan sambil berjalan menuju tempat tidur
setelah mematikan lampu Ziena menyusul Dylan yang sudah tidur di atas kasur. Ia merebahkan tubuhnya di samping Dylan
tengah malam Dylan terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan gerakan Ziena yang memeluk tubuhnya secara tiba-tiba.
Dylan berbalik menghadap Ziena, ia bisa merasakan tubuh Ziena yang kedinginan. "pasti gara-gara hujan-hujanan tadi" gumam Dylan
Dylan segera mematikan AC di kamarnya dan menyelimuti tubuh Ziena dengan selimut yang tebal. "udah tau udara lagi dingin malah pakai pakaian yang pendek begini" batin Dylan sembari menyelimuti Ziena
setelah menyelimuti Ziena, Dylan segera melanjutkan tidurnya tapi beberapa saat kemudian Ziena memeluk tubuh Dylan.
karena Dylan melihat Ziena masih merasa kedinginan akhirnya Dylan mendekatkan tubuh Ziena ke tubuhnya dan membawanya ke dalam pelukannya. "umm bau tubuhnya sangat manis, bau buah strawberry" ucap Dylan dengan lirih saat memeluk tubuh Ziena
__ADS_1
bau tubuh Ziena membuat Dylan merasa nyaman dan tertidur pulas, Dylan tidur dengan posisi memeluk tubuh Ziena.