Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 4


__ADS_3

Pagi hari di depan gerbang sekolah SMA tengah berdiri tiga siswi yang sedang menunggu seseorang. "duh Ziena di mana sih kok belum dateng juga" ucap Mila


"iya nih mana udah jam setengah delapan lebih lagi" jawab Rista sambil melihat jam di tangannya


"udah kamu telpon belum sih Ris?" tanya Mila


"udah mil katanya masih di jalan" jawab Rista


"coba telpon lagi Ris" sahut Dea


"iya deh aku telpon lagi" jawab Rista sambil mengeluarkan hp dalam saku roknya


"eh berhenti Ris" teriak Dea


"kenapa lagi" jawab Rista


"itu mobilnya Ziena bukan?" tanya Dea sambil menunjuk mobil Ziena


"oh iya itu mobilnya, kita samperin yuk" ajak Mila


Mereka berjalan menghampiri Ziena. "zie" teriak Mila dari kejauhan


"mila" ucap Ziena


"dari mana aja kamu zie lama banget sampeknya?" tanya Mila


"tadi jalanan lagi macet jadi terlambat" jelas Ziena


"kalian udah lihat pengumuman?" tanya Ziena


"belumlah zie kita tuh nungguin kamu" jawab Rista


"udah ayo masuk jangan lama-lama di sini" ucap Mila


"iya ayo masuk pengumuman juga udah keluar dari tadi" sahut Dea


"ayo" lanjut Dea, mereka berjalan masuk ke dalam sekolahan.


Hasil pengumuman kelulusan di pajang di papan pengumuman sekolah yang ditempatkan di tengah-tengah lapangan basket.


"wah gila, banyak banget yang lihat pengumuman" ucap Dea yang baru memasuki gerbang sekolah


"iya nih mana pengumuman di taruh di tengah-tengah lapangan basket lagi" jawab Rista


"gimana kita bisa lihat kalo rame begini" lanjut Rista


"udah tenang aja" jawab Mila sambil tersenyum


"tenang gimana mil?" tanya Ziena


"udah pokoknya kalian tenang aja, kalian tinggal ikutin aku dari belakang" jawab Mila


Ziena, Rista dan Dea saling bertatapan Karena bingung tak mengerti maksud Mila.


"udah ayo" ajak Mila sambil berjalan ketengah lapangan dan diikuti ketiga sahabatnya


"permisi air panas air panas gak minggir tanggung sendiri akibatnya" teriak Mila sambil berjalan masuk menerobos kerumunan


Semua orang yang sedang melihat pengumuman sontak berjalan mundur saat mendengar teriakan air panas.


Mila berjalan ke depan papan pengumuman dengan santai seperti orang yang tak berdosa.


"Mil gila, bener-bener gila" ucap Dea yang berada di samping Mila


"gila kenapa de?" tanya Mila


"lihat tuh semua orang lihatin kita" jawab Dea


"biarin ajalah yang penting kita bisa lihat pengumumannya" jawab Mila santai


"lagian mereka gak mau gantian sih, Kitakan juga pengen lihat" lanjut Mila


"udah buruan lihat hasil pengumumannya, lihat tuh di belakang kita banyak orang yang ngantri pengen lihat juga" ucap Rista sambil melihat hasil pengumuman

__ADS_1


"Alhamdulillah kita lulus" teriak Mila dengan girang


"mana mil coba lihat" jawab Ziena


"nih zie" jawab Mila sambil menunjukkan nama mereka


"wah iya, untung absen kita gak jauh-jauh ya jadi gampang nemuinnya" jawab Dea


"foto de hasil pengumumannya, biar bisa buat story" ucap Rista cengengesan


"ok" jawab Dea sambil mengeluarkan hpnya


"udah yuk pergi, gantian sama yang lainnya" ajak Ziena


"iya udah yuk" jawab mereka bersamaan


Mereka berjalan keluar lapangan menuju kantin sekolah. "pesen minum yuk, haus nih aku" ucap Mila


"iya udah pesenin mil, aku jus jeruk sama gado-gado" jawab Rista


"aku es coklat sama gado-gado ya mil" ucap Ziena


"aku sama kayak Ziena aja mil" ucap Dea


"wah parah kalian, aku cuman nawarin bukan mesenin kalian" gerutu Mila


"hehehe maaf mil" jawab Rista


"ya sekalian kamu pesen lah mil" ucap Dea sambil cengengesan


"iya mil sekalian" ucap Ziena


"karena aku orang yang baik jadi aku pesenin deh" jawab Mila


"makasih Mila cantik" jawab mereka bersamaan


"emang aku cantik kok" jawab Mila tertawa


Mila berjalan ke arah ibu kantin untuk memesan makanan dan minuman.


"de kirim foto yang tadi dong" ucap Rista


"udah aku kirim Ris" jawab Dea


"kapan de?" tanya Rista


"tadi pas kita jalan ke kantin" jawab dea


"lah kok di hp aku belum masuk" jawab Rista sambil melihat hpnya


"kamu kirim ke mana de?" tanya Rista


"sama Dea di kirim di grub WhatsApp kita Ris" jelas Ziena


"yang bener zie?" tanya Rista


"iya Rista" teriak Dea


"gak usah teriak-teriak dong de, aku gak tuli tau" gerutu Rista


"lagian aku gak bohong kok, nih lihat aku emang belum dapet fotonya" lanjut Rista sambil memperlihatkan hpnya


"astaga Rista ya jelaslah kamu gak dapet fotonya orang jaringan datamu aja belum kamu aktifin " ucap Dea sambil memperlihatkan jaringan data Rista yang belum aktif


"oh iya lupa aku" jawab Rista cengengesan


"Ris es jeruknya habis kata ibu kantin jadi aku pesenin minuman yang sama kayak aku" ucap Mila yang baru saja datang


"es apa?" tanya Rista


"es melon" jawab Mila


"oh iya gak apa-apa mil" jawab Rista

__ADS_1


"eh mil aku mau tanya nih" ucap Dea


"tanya apaan" jawab mila


"itu tadi yang pas kamu teriak air panas tuh dapet ide dari mana?" tanya Dea penasaran


"oh yang itu" jawab Mila


"iya mil aku juga penasaran" ucap Rista


"jadi gini aku tuh pernah tinggal di desa, nah di sana itu aku sering ikutan pengajian terus aku lihat ada orang yang mau lewat ke depan..." jawab mila terpotong


"permisi neng ini pesanannya" ucap ibu kantin memotong pembicaraan Mila


"oh iya Bu taruh sini aja" ucap Ziena


"iya neng ini gado-gadonya empat, es coklat dua sama es melonnya dua ya neng" ucap ibu kantin sambil meletakkan pesanan mereka di atas meja


"iya Bu makasih ya" jawab mereka bersama-sama


"iya neng sama-sama" jawab ibu kantin sambil berjalan pergi


"oh ya mil tadi gimana kelanjutan ceritamu, terus apa hubungannya air panas sama orang yang lewat" ucap Dea


"iya mil kok ada pengajian segala emang hubungannya apa?" tanya Rista


"makannya dengerin dulu aku kalo cerita" jawab Mila


"lah kita mah dengerin mil, tapi gara-gara ibu kantin tuh" gerutu Rista


"ya udah salahin tuh ibu kantin yang udah motong ceritaku" jawab Mila


"ya udah lanjutin mil" ucap Ziena


"jadi orang yang mau lewat itu gak di kasih jalan sama orang-orang padahal udah bilang permisi, nah gara-gara orangnya sebel akhirnya tuh orang teriak permisi air panas air panas gak minggir tanggung sendiri akibatnya akhirnya orang-orang pada minggir karena takut kena air panas, padahal orang yang teriak gak bawa apa-apa" jelas Mila sambil tertawa


"aku lihat ekspresi orang-orang pas denger air panas langsung ngakak" lanjut Mila


Ziena, Rista dan Dea hanya tertawa mendengar cerita Mila.


"aku yang kamu ceritain aja ketawa mil, apalagi kalo lihat langsung ya, pasti auto ngakak" ucap Rista


"kamu dulu pernah tinggal di desa mil?" tanya Ziena


"iya zie cuman pas kelas dua SMP aku pindah ke sini" jawab Mila


"kok kamu gak pernah cerita mil, padahal kita udah 3 tahun temenan loh" ucap Dea


"kalian aja yang gak pernah tanya" jawab mila


"iya juga sih" jawab Dea


"pantesan wajahmu kayak orang desa mil" ucap Rista sambil tertawa


"enak aja" gerutu Mila


"bercanda mil" jawab Rista cengengesan


"terus ada lagi gak yang kamu rahasiain dari kita mil?" tanya Dea


"tenang aja kok gak ada yang aku rahasiain dari kalian" ucap Mila


"kalian udah aku anggap kayak saudara sendiri dan kita juga udah temenan lama, jadi aku udah nyaman sama kalian" lanjut Mila


"kita kan BFF" ucap Rista


"apaan tuh Ris?" tanya Ziena penasaran


"best friend forever" jawab Rista sambil menaruh tangan kanannya di atas meja


"ayo kita tos" ajak Rista


"ada-ada aja kamu Ris" jawab Dea sambil menaruh tangan kanannya di atas tangan Rista diikuti Ziena dan Mila

__ADS_1


__ADS_2