Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 19


__ADS_3

"om" panggil ricko yang baru saja masuk ke ruangan om Irfan


"om Irfan" panggil ricko lagi dengan kesal


om Irfan segera menghentikan aktivitasnya dan memandang ricko yang sudah duduk di hadapannya. "iya ada apa?" jawab om Irfan santai


"aku mau izin keluar dulu om" ucap ricko


"tugas mu bagaimana?" tanya om Irfan


"sudah ku selesaikan om dan ini beberapa dokumen yang om Irfan minta tadi" jawab ricko sambil memberikan dokumennya


om Irfan meneliti kembali dokumen-dokumen yang di bawa ricko. "memang kamu mau ke mana Rick?" tanya om Irfan yang masih fokus membaca dokumen di hadapannya


"aku mau datang ke acara kelulusan Nana om, tadi pagi aku sudah janji kalau urusan ku sudah selesai aku mau datang ke sana" jawab ricko


"padahal hari ini kamu baru pertama masuk kerja dan sekarang kami sudah minta izin saja" ucap om Irfan


"om ini masalah hidup dan mati" jawab ricko


"maksudmu?" tanya om Irfan dengan menaikkan salah satu alisnya


"maksud aku, aku gak mau bikin Nana kecewa om" jawab ricko


"om tau sendirikan kalo Nana kecewa pasti akan menggemparkan seluruh orang di mansion om" lanjut ricko cengengesan

__ADS_1


"memang nona menyuruhmu datang?" tanya om Irfan


"enggak om" jawab ricko cengengesan, om Irfan hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban ricko


"meski Nana gak nyuruh aku datang pokoknya aku bakal datang om biar Nana gak sedih" ucap ricko


"ya sudah om beri kamu izin hari ini" ucap om Irfan dan ricko langsung tersenyum mendapat izin


"tapi tugas kamu nambah rick, nanti om kirim lewat email" lanjut om Irfan


"gaji ricko juga nambah ya om" jawab ricko spontan dan om Irfan hanya menatap ricko penuh tanya


ricko yang tau kebingungan dari om-nya ini pun menjelaskan maksud perkataannya tadi. "maksud ricko kalo tugas ricko nambah jadi gajinya ricko juga ikut nambahkan om" jelas ricko


om Irfan menatap kepergian ricko. "ada-ada saja pemikiran ricko ini" guman om Irfan sambil tersenyum


Ziena hanya diam dan mengikuti serangkaian acara kelulusan. sejujurnya meski ia terlihat baik-baik saja namun dadanya terasa sesak saat melihat teman-temannya datang bersama kedua orang tuanya sedangkan ia hanya seorang diri.


sebisa mungkin Ziena menahan air matanya agar tidak jatuh karena ia tidak mau ketiga sahabatnya tau tapi semua itu gagal saat salah satu band di sekolahnya membawakan lagu sad song dari we the Kings ft elena coats. lagu yang di setiap liriknya mengingatkan Ziena kepada kedua orang tuannya.


tanpa pikir panjang Ziena segera berdiri dan berjalan keluar gedung sekolah sambil menundukkan kepalanya agar tidak terlihat jika ia sedang menangis.


ketiga sahabatnya yang melihat Ziena berjalan keluar segera menyusul, sampai di depan gerbang sekolah mereka melihat Ziena sedang memberhentikan taxi.


"ziena" teriak Mila sambil berlari namun Ziena tidak menghiraukan teriakan dari sahabatnya itu

__ADS_1


"zie kamu kenapa?" tanya Rista baru sampai di depan ziena dan langsung menarik tangan Ziena agar tidak masuk ke dalam taxi


"aku mau sendiri tolong jangan ganggu aku dulu" ucap ziena dengan dingin dan masih menahan tangisnya agar tidak jatuh di hadapan sahabatnya


"kita ikut" ucap Dea


"tolong biarkan aku sendiri" jawab Ziena dingin dan langsung masuk ke dalam taxi tanpa menunggu jawaban dari ketiga sahabatnya


"pak jalan" ucap ziena pada sopir taxi


setelah taxi yang di tumpangi Ziena pergi Mila, Rista dan Dea berjalan masuk ke dalam.


"aku sedih ngelihat Ziena kayak gini" ucap Dea


"kita harus kasih Ziena ruang untuk sendiri de biar dia lebih tenang" jawab Mila


"besok kita ke rumah ziena aja" ucap Rista


"benar kita juga udah lama gak main ke rumah ziena" jawab Dea


"nanti kita bahas di chat aja jam berapa besok kita ke sana sekarang kita lanjutin acaranya" ucap Rista, Mila dan Dea hanya mengangguk tanda setuju


di dalam taxi Ziena menumpahkan air mata yang sedari tadi ia tahan dan menyuruh sopir taxi untuk mengantarnya ke pantai yang selalu menjadi tempat favoritnya kala ia sedih.


setelah taxi yang di tumpanginya sampai di pantai Ziena segera turun dan berjalan dengan perlahan menuju pantai ia menjatuhkan tubuhnya dan terduduk menatap pantai sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


__ADS_2