
pagi ini Ziena akan berangkat ke kantor untuk menghadiri rapat yang sangat penting.
"selamat pagi nona" sapa beberapa pelayan
Ziena hanya diam dan terus berjalan menuju depan rumah.
"non Nana tidak sarapan dulu?" tanya bi Ani
"tidak bi aku sudah makan roti" jawab Ziena sambil menunjukkan roti di tangannya
di depan rumah sudah ada mobil yang menunggu Ziena.
"selamat pagi nona" sapa Irfan
"pagi om" jawab ziena sambil masuk ke dalam mobil
mobil yang ditumpangi Ziena melaju menuju kantor.
"om sudah kau urus semua?" tanya Ziena
"sudah nona" jawab Irfan dan diangguki Ziena
mobil Ziena sudah sampai di depan kantor, banyak mata yang memandang Ziena takjub.
beberapa karyawan mulai tau siapa sosok Ziena dan ada juga yang belum mengetahui.
Ziena terus berjalan menuju lift khusus, setelah lift terbuka Ziena masuk di ikuti Irfan dan beberapa petinggi di perusahaan.
setelah lift terbuka Ziena berjalan dengan anggun menuju ruang rapat.
semua orang di dalam ruang rapat memandang ke datangan Ziena.
"selamat pagi" ucap Ziena yang baru masuk
"pagi nona" jawab mereka bersamaan
"kita mulai rapat hari ini" ucap Ziena
butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan rapat hari ini.
"baik karena masalah ini sudah bisa diatasi dan sudah ditemukan solusinya maka rapat hari ini selesai" ucap Ziena
"baik nona" jawab mereka bersamaan
"kalau begitu saya permisi dulu" ucap Ziena sambil pergi meninggalkan ruang rapat
Ziena berjalan menuju ruangannya diikuti Irfan.
"bagaimana sudah kau laksana tugas dariku pak Irfan?" tanya Ziena
"sudah nona" jawab Irfan
"saya sudah menyerahkan bukti-bukti ke polisi dan tadi pagi Dedi ditangkap karena kasus penyelundupan narkoba" lanjut Irfan
"lalu bagaimana dengan Adi?" tanya Ziena
"pak Adi sekarang masih berada di markas kita nona" jawab Irfan
"aku ingin menemuinya setelah itu bawa Adi ke polisi" ucap Ziena sambil berjalan keluar
"baik nona" jawab Irfan
di perjalanan Ziena tampak terdiam memandang keluar jendela.
"nona nanti siang keluarga Cakradara akan datang ke mansion" ucap Irfan yang baru saja mendapat telpon dari papa Juna
"jam berapa?" tanya Ziena
"jam satu siang nona" jawab Irfan
"setelah dari markas antar aku pulang om" ucap Ziena
"baik nona" jawab Irfan
setelah percakapan itu suasana kembali hening.
"nona kita sudah sampai" ucap Irfan
"iya" jawab Ziena keluar dari mobil
Ziena masuk diikuti irfan.
bangunan rumah dua lantai yang cukup megah dijadikan Ziena sebagai markas.
__ADS_1
dahulu bangunan ini adalah rumah pejabat yang terkena kasus korupsi dan rumahnya di sita oleh pihak bank.
Ziena membelinya dari bank, sebenarnya rencana ziena rumah ini akan di jadikan villa penginapan karena tempatnya yang strategis tapi karena beberapa faktor akhirnya tempat ini dijadikan markas khusus.
di depan gerbang masuk ada dua satpam dan dua bodyguard yang berjaga, di bagian depan pintu masuk ada dua bodyguard juga yang berjaga.
di sekeliling bangunan ada beberapa bodyguard yang berjaga, mereka menggunakan pakai warna hitam tak lupa memakai kacamata hitam dan pistol di bagian kanan pinggang mereka.
Ziena berjalan masuk dan di sambut dengan ketua dari bodyguard.
"selamat datang nona Nana" ucap ketua bodyguard
"hmm" jawba Ziena
"benar-benar tak berubah" gumam ketua bodyguard
"selamat datang om Irfan" sapa ketua bodyguard
"iya" jawab Irfan
"bagaimana kabarmu ric?" tanya Irfan
"seperti yang om Irfan lihat ricko baik-baik saja" jawab ricko sambil tersenyum
"apa sudah basa-basinya" ucap Ziena datar
"astaga Nana kau ini" gerutu ricko
"tunjukkan di mana Adi" ucap ziena
"tak bisakah kau lihat aku sudah lama tak bertemu kalian" keluh ricko
"aku tak peduli" jawab Ziena
"cepat tunjukkan di mana Adi" lanjut Ziena
"baik baik mari aku antar" jawab ricko sambil berjalan mendahului Ziena dan Irfan
enricko Febriansyah adalah keponakan dari Irfan sekertaris pribadi Ziena.
ricko mengelola salah satu bisnis milik Ziena yang cukup dekat dengan markas dan menjadikan ricko sebagai ketua dari bodyguard-bodyguardnya Ziena.
usia ricko 3 tahun lebih tua dari Ziena karena perbedaan usia yang tak terlalu jauh itu menjadikan Ziena dan ricko sangat dekat sejak meninggalnya kedua orang tua Ziena.
tapi karena ricko harus melanjutkan sekolahnya ke luar kota akhirnya hubungan mereka menjadi renggang, Ziena merasa kehilangan saat ricko pergi untuk melanjutkan sekolahnya.
"ini ruangannya" ucap ricko
di depan ruangan ada dua bodyguard yang menjaga.
"buka pintunya" ucap ricko kepada dua bodyguard itu
"baik tuan" jawab mereka
Ziena masuk diikuti ricko dan Irfan.
di dalam ruangan besar itu tampak seseorang laki-laki sedang diikat.
"bagaimana kabarmu pak Adi" sapa Ziena
"siapa kamu" teriak Adi
"menurutmu" jawab Ziena
"lepaskan aku" teriak Adi
"untuk apa kau menculikku" lanjut Adi
"untuk apa aku menculikmu?" tanya ziena balik
"tunjukkan siapa kau" teriak Adi
"kau yakin ingin tau siapa aku?" tanya ziena lagi
"iya aku ingin melihat wajah ******** seperti kau" jawab adi sambil tertawa
seketika lampu dalam ruangan itu menyala menapakkan Ziena yang sedang duduk di depan Adi, di samping Ziena ada ricko dan Irfan.
Adi yang melihat bahwa Ziena ada di hadapannya sontak langsung menjatuhkan tubuhnya dan bersujud di kaki Ziena.
"nona maafkan saya yang telah lancang berkata kasar kepada anda nona" ucap Adi terbata-bata
"maaf" ucap ziena
__ADS_1
"iya nona tolong ampuni saya nona" jawab Adi
"kau bilang aku seorang ******** lantas mengapa kau meminta maaf kepada seorang ******** seperti ku?" tanya Ziena
"maafkan saya nona" jawab Adi
"apa alasan kau mengkhianati ku Adi?" tanya Ziena dingin
"apa maksud nona?" tanya Adi
"masih saja berbohong kau" ucap ziena
"saya tak pernah mengkhianati anda nona" jawab Adi
"benarkah" jawab Ziena
"benar nona" jawab Adi
"pak Irfan" ucap Ziena
"iya nona" jawab irfan yang sudah mengerti akan kode Ziena
Irfan memberikan sebuah amplop kecil berwarna coklat kepada Ziena.
"masih berani berbohongkah kau adi" ucap ziena sambil melempar isi dari amplop itu
Adi sangat terkejut melihat fotonya saat bertemu dengan Dedi secara rahasia dan bukti hasil penggelapan dana perusahaan.
"maafkan saya nona saya bersalah" ucap Adi
"apa alasanmu mengkhianati ku?" tanya ziena
"ibu saya sedang sakit parah nona dan saya membutuhkan biaya untuk operasinya" jawba Adi
"saya terpaksa melakukan ini karena Dedi mengancam akan menyakiti orang tua saya" lanjut Adi
"padahal kau sudah lama bekerja dengan ku bahkan aku sudah sangat percaya padamu Adi" jawab ziena
"saya mohon nona maafkan saya" ucap Adi sambil menangis
"setelah ini kau akan di bawa ke polisi dan menjalani hukumanmu" ucap Ziena yang hendak pergi meninggalkan adi
"nona tunggu" teriak Adi
Ziena berhenti tanpa membalikkan tubuhnya.
"saya mohon nona bawa ibu saya ke rumah sakit" ucap Adi
"ibumu sudah menjalani pengobatan" jawab Ziena sambil berjalan keluar
"terima kasih nona" teriak Adi
di luar ruangan tampak beberapa polisi sudah menunggu, Irfan menghampiri polisi-polisi itu dan menyerahkan bukti rekaman pembicaraan antara Ziena dan Adi.
Ziena berjalan melewati polisi dan menuju mobil.
beberapa saat kemudian Irfan menyusul ziena.
"sudah selesai om?" tanya Ziena
"sudah nona" jawab Irfan
"kita pulang sekarang" ucap Ziena
"baik non" jawab sopir pribadi Ziena
"tunggu" teriak ricko
"ada apa ric?" tanya Irfan
"ricko ingin kembali om" jawab ricko
"jika tugasmu di sini sudah selesai maka kau boleh kembali" jawab Irfan
"tugasku di sini sudah selesai om" jawab ricko
"tiga hari lagi kembalilah ric" jawab Irfan
"baik om" jawab ricko semangat
"jalan pak" ucoa Ziena pada sopirnya
"hei na dasar kau ini" teriak ricko sambil melihat mobil Ziena menjauh
__ADS_1
"tunggu aku na" gumam ricko sambil tersenyum