Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
PROSES


__ADS_3

Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅 Happy reading!


..........................


Dave mendudukkan Aryn di jok belakang, lalu ia masuk dari sisi pintu lain. Tanpa diminta Samuel duduk di belakang kemudi mobil Dave dan Angel di sampingnya. Kalau yang membawa mobil anak buah Dave pasti dia tidak akan berani mengebut. Zack dan Mei menyusul di belakang. Beberapa pengawal membuka jalan untuk mereka. Frans berada di mansion karena Kelyn bersamanya. Sementara Uti dan Silvi, mereka menyiapkan semua perlengkapan Aryn dan babynya.


"Cepat jalan!" seru Dave.


Samuel menancap gas menembus udara malam yang lumayan dingin. Dave tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Apakah masih sakit sayang?" tanyanya.


"Sakit, Dave! Sakit sekali!" Aryn berteriak-teriak.


Kontraksi Aryn lebih sering dari tadi. Aryn merintih kesakitan, dengan kedua tangannya menjambak rambut Dave.


"Aaaa... Sakit sayang!" teriak Dave.


"Aaaa... Aku juga sakit!" teriak Aryn.


"Kamu menjambak rambutku!" teriak Dave.


"Babymu mau lahir ini, relakan saja aku jambak!" seru Aryn.


Aryn dan Dave berteriak bergantian. Aryn berteriak karena kontraksi yang lebih sering. Dave berteriak karena saat kontraksi Aryn menjambak rambutnya kuat-kuat. Samuel menelan ludahnya, ia teringat saat Angel mau melahirkan Kelyn dulu. Samuel jadi teringat Kelyn, dimana putrinya itu sekarang?


"Kelyn mana?" seru Samuel.


"Kelyn?" sahut Angel.


"Astaga!! Aku lupa, dia masih bersama Frans!" seru Angel saat ia teringat putrinya.


"Cepat telpon Frans! Tanyakan apakah Kelyn benar-benar bersamanya, kita semua sedang panik dan buru-buru tadi. Kita tidak tahu kalau si Frans bisa saja meninggalkannya!" ucap Samuel.


"Kamu pikir dia sepertimu? Kamu yang papanya saja melupakannya," keluh Angel.


"Kamu juga sama saja!" sahut Samuel.


"Kamu lihat sendiri tadi aku mencoba membantu Aryn, kamu juga yang langsung menarikku ke dalam mobil ini!" Angel menatap Samuel sinis.


"Aku panik tadi!" Samuel tidak mau kalah.


"Aku juga panik!" sahut Angel.


"DIAM KALIAN!" seru Aryn dan Dave serempak dari dalam mobil.


"Kami sedang kesakitan kalian malah bertengkar!" seru Dave.


Samuel dan Angel langsung terdiam, menoleh pun tidak berani. Mereka berdua tidak bersuara sama sekali sampai tiba di rumah sakit. Hanya tersisa teriakan Dave dan Aryn yang bersahutan.


"Sebentar, aku ambil kursi roda dulu!" ucap Samuel saat mereka tiba di rumah sakit.


Samuel bergegas turun mengambil kursi roda dan memanggil Dokter Dessy. Dokter spesialis kandungan di rumah sakit ini. Samuel sengaja memarkirkan mobil Dave tepat di depan pintu Emergency Room.


Dave bersusah payah mendudukan Aryn di kursi roda. Ia menggenggam tangan Aryn dengan erat.


"Tarik nafas Aryn," ucap Angel.


"Lalu buang perlahan seperti ini," Angel mempraktikkan.


"Selamat datang tuan, nona! Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga ya?" sapa Dokter Dessy.


"Hey, istriku sedang kesakitan! Tidak usah banyak bicara cepat keluarkan babynya!" seru Dave.


"Sabar Dave!" sahut Samuel.


"Silahkan lewat sini, bawa Nona Aryn ke ruangan di ujung koridor," ucap Dokter Dessy.


"Kenapa tidak di sana saja?" Dave menunjuk Emergency Room.


"Istri anda ini mau melahirkan tuan, alat persalinannya tidak ada di sana!" Dokter Dessy menjawab dengan sabar.


"Oh begitu," Dave menganggukkan kepalanya.


"Serahkan saja sama dokter cantik ini, dia pasti melakukan yang terbaik untuk istri dan babymu," sahut Samuel.

__ADS_1


"Oh... Dokter cantik ya?" Angel menjewer telinga Samuel.


"Auuwww, ampun sayang! Ampun!" pekik Samuel.


"Kenapa kalian malah mengobrol sih? Sakit ini!" seru Aryn.


"Ayo ayo," Dave mendorong kursi roda Aryn menuju ruang bersalin.


Angel melepaskan jewerannya di telinga Samuel, ia bergegas menyusul Dave yang membawa Aryn. Samuel juga bergegas menyusul mereka. Samuel dan Angel tidak diizinkan untuk masuk. Hanya Dave saja yang diizinkan. Beruntung ruang persalinan ini khusus disiapkan Erick, jadi di dalamnya sudah disiapkan sofa dan fasilitas lainnya. Dokter Dessy memeriksa jalan lahir, ternyata baru bukaan 2.


"Bagaimana?" tanya Dave.


"Baru bukaan 2, tuan!!" jawab Dokter Dessy.


"Lalu kapan keluarnya?" tanya Dave.


"Menunggu sampai bukaannya lengkap dulu, tuan! Paling tidak sampai buka 9 sampai 10," jawab Dokter Dessy.


"Berapa lama?" tanya Dave lagi.


"Biasanya pada persalinan pertama itu sekitar 12 jam, bahkan ada yang sampai 24 jam. Proses pembukaan bisa diperlancar dengan melakukan gerakan ringan seperti naik turun tangga, berjalan, bisa juga menungging." Dokter Dessy menjelaskan.


"12 jam?" seru Dave.


Dave menelan ludahnya. Itu artinya selama 12 jam ia harus rela dijambak-jambak oleh Aryn.


"Iya, tuan! Saya permisi dulu, tuan! Jika tuan butuh bantuan saya, silahkan panggil saya atau panggil suster yang berjaga di depan ruangan ini. Semangat, nona!" Dokter Dessy meninggalkan ruangan.


"Terima kasih, dok!" sahut Aryn.


Seperti tadi kontraksinya terasa dalam jeda 5-30 menit. Aryn mengelap peluhnya, bersiap menunggu kontraksi selanjutnya.


"Sudah tidak sakit?" tanya Dave.


"Iya, sayang! Kontraksinya kadang datang lalu pergi lagi," jawab Aryn.


Samuel dan Angel masuk ke ruangan Aryn. Angel menatap Aryn lalu menghampirinya.


"Semangat ya, Aryn!" ucap Angel.


"Iya, terima kasih! Kelyn mana?" Aryn mencari keberadaan Kelyn.


"Oohh," Aryn mengangguk.


"Are you okay?" tanya Samuel pada Dave.


"I'm okay," jawab Dave.


Dave terlihat payah, kancing atas kaosnya lepas. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya penuh dengan peluh dan air mata.


"Jangan nakal ya, jagoan daddy! Kasihan mommy, sayang!" Dave mengecup perut Aryn agak lama.


Samuel dan Angel memutuskan untuk kembali ke mansion Dave. Karena Kelyn ada di sana. Baru saja Samuel dan Angel keluar, Zack dan Mei sampai. Di saat yang bersamaan Aryn mengalami kontraksi lagi. Kedua tangannya langsung menjambak rambut Dave.


"Aaaa..." teriak Dave.


Zack bergidik ngeri menatap pemandangan di hadapannya. Ia jadi membayangkan jika nanti ia menikah dengan Mei dan Mei mengandung. Ketika melahirkan pasti hal yang sama akan menimpanya. Mengingat Mei orangnya bar-bar, mungkin tidak hanya jambakan. Bisa saja nanti Mei menampar dan meninju untuk melampiaskan rasa sakitnya.


"Ah tidak!" teriak Zack sambil memegangi kepalanya.


"Kenapa sih kamu teriak juga?" seru Mei.


"Soalnya.... Ah sudahlah!" Zack menghindari Mei, dan duduk di sofa.


"Kenapa aku membayangkan Aku dan Mei di posisi sama seperti Dave dan Aryn? Ada yang salah dengan otakku," gumam Zack.


Di ruangan itu masih terdengar teriakan Dave dan Aryn bersahutan selama hampir satu menit. Teriakan Aryn perlahan mereda seiring rasa nyerinya yang hilang perlahan. Dave terduduk lemas menatap Aryn.


"Mau minum atau makan?" tanyanya.


"Minum," lirih Aryn.


Dave mengambilkan segelas air minum, membantu Aryn meminumnya. Lalu ia minum sisanya sampai habis. Dave teringat ucapan Dokter Dessy, ia akan mengajak Aryn untuk berjalan-jalan sedikit.


"Jalan-jalan yuk, sayang!" ajak Dave.

__ADS_1


Aryn langsung menyetujuinya dengan anggukan. Dave dan Aryn berjalan santai di depan ruangan sampai di ujung koridor. Mengulangnya beberapa kali sambil mengobrol. Saat Aryn kontraksi, mereka berhenti sejenak dan membiarkan Aryn untuk menjambak rambutnya. Tapi kali ini Dave menahan untuk tidak berteriak. Saat ini saja semua orang memperhatikannya karena penampilannya yang acak-acakan, jika ia berteriak pasti situasi akan semakin buruk.


 


Di mansion,


Silvi dan Uti baru saja selesai mengemas baju dan perlengkapan mandi untuk Aryn dan babynya. Mereka juga membawa buah, kue, dan makanan ringan.


"Bagaimana keadaan Aryn?" tanya Uti saat Samuel dan Angel masuk ke dalam mansion.


"Masih menunggu, Uti! Belum lengkap bukaannya," jawab Angel.


"Kelyn ada di kamar dengan Kak Frans, bang! Babang Samuel sama Angel nginep aja di sini dulu!" sahut Silvi.


"Beres!" jawab Samuel.


"Erick dan Katy sudah menyusul?" tanya Uti.


"Astaga!" Samuel terkekeh.


"Kenapa?" tanya Uti.


"Tidak apa-apa, Uti! Uti dan Silvi ke rumah sakit saja dulu," ucap Samuel.


Uti dan Silvi berjalan keluar mansion. Angel menatap Samuel yang sekarang malah tertawa.


"Kamu kenapa sih?" Angel bergidik menatap Samuel yang tertawa tidak jelas.


"Kamu lupa? Itu...menantunya mau lahiran, mertuanya malah enjut-enjutan," seru Samuel.


"Astaga!" Angel tertawa.


"Aku ketok pintunya sekarang, atau kita tunggu mereka selesai dulu? Kasihan," Samuel terkekeh.


"Terserah kamu saja, aku mau menemui Kelyn dulu, kasihan Frans!" sahut Angel.


Samuel tersenyum smrik. Selang beberapa menit ia berjalan menuju lift. Tujuannya adalah Kamar Erick dan Katy.


"Kapan lagi bisa mengganggu pengantin tua," ucap Samuel saat ia sudah tiba di depan kamar Erick.


Tok tok tok,


Samuel mengetuk pintu, telinganya menempel di pintu. Sial, ia bisa mendengar teriakan-teriakan kecil dari dalam. Samuel menjadi semakin semangat mengganggu pengantin tua itu.


Tok tok tok,


Pintu itu ia ketuk lagi. Lagi-lagi tidak ada sahutan, dari dalam hanya terdengar teriakan kecil yang sepertinya suara Katy. Tidak salah lagi, pengantin tua itu sedang ehem ehem di dalam.


"Om, tante!" teriak Samuel.


"Dasar b******* kecil! Beraninya kau mengganggu!" terdengar Erick mengumpat.


"Di pause dulu om, ada berita genting!" seru Samuel.


"Berita apa, Sam?" kini Katy yang menjawab.


"Sudahlah, sayang! Dia hanya mengganggu, jangan didengarkan!" sahut Erick.


"Cucu kalian akan lahir," teriak Samuel.


"Oh cucuku, biarkan dia lahir," jawab Erick.


Erick menghentikan aktivitasnya. Ia menyadari sesuatu. Katy juga sama terkejutnya.


"Apa kau bilang? Cucuku?" seru Erick.


"Iya, om! Menantumu sudah aku bawa ke rumah sakit," sahut Samuel.


Samuel meninggalkan kamar itu. Pintunya masih tertutup tapi penghuninya sedang kalang kabut di dalam. Katy bergegas memakai pakaiannya. Erick berlari ke kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan?" seru Katy.


"Sebentar, nanggung!" sahut Erick.


Mereka berdua langsung menuju rumah sakit. Mereka tidak sempat bersiap-siap, hanya memakai pakaian yang dipakai tadi sore. Itupun keduanya masih sama-sama berkeringat.

__ADS_1


...............


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian!


__ADS_2