
WARNING:
SEBELUM LANJUT MEMBACA DIWAJIBKAN UNTUK RATE, VOTE, LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTAR SESUKA KALIAN.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT UNTUK AUTHOR.
HAPPY READING 😘
.......................
Selama ini Ken memang banyak diam, bahkan dia jarang berkelahi dengan orang ataupun memukul seseorang. Kali ini Ken memegang erat dagu orang itu, hingga tangannya terkena darah. Ia juga menampar orang itu, hingga giginya copot satu lagi. Tidak banyak yang tahu jiwa psikopat Ken yang tersembunyi. Tapi kembali lagi, semua orang pasti mempunyai sisi buruk yang tidak diketahui orang lain.
"Bagaimana apakah kalian akan bergabung dalam permainan tebak-tebakanku?" tanya Dave.
Kedua orang itu saling menatap untuk beberapa saat. Kemudian mereka berdua mengangguk serempak.
"Bagus! Kita mulai sekarang!" seru Dave.
Ia berjalan bolak-balik di hadapan kedua orang itu. Lalu ia mendadak menghentikan langkahnya.
"Aku tidak tahu nama kalian. Baiklah aku akan memberi nama untuk kalian!" ucap Dave.
"Cepatlah mulai permainan sialan itu!" seru orang yang bertubuh tinggi besar itu.
"Sudah tidak sabar, ya? Tenang saja sudah tidak lama lagi!" sahut Reza, ia menuangkan wine ke dalam lima gelas dan ia berikan kepada teman-temannya.
Ketika Reza menyodorkan dua gelas wine kepada Samuel dan Zack, kedua temannya itu menampik tangannya serempak.
"Tangan lo itu penuh dengan darah, gua tidak nafsu untuk meminum wine itu!" seru Samuel, ia menutup hidungnya.
"Oh, shit! Jauhkan tangan lo itu!" pekik Zack.
"Ya sudah, gua minum sendiri!" tukas Reza yang berjalan meninggalkan Zack dan Samuel.
Zack dan Samuel kembali menatap dinding. Mereka sungguh tidak ingin melihat adegan di ruangan itu. Andai saja Dave mengizinkan, pasti mereka langsung lari meninggalkan ruangan ini.
"Aku akan memanggilmu tikus! Karena tubuhmu itu kecil dan suaramu mirip dengan tikus yang sedang terjepit pintu," ucap Dave yang langsung membuat Reza dan Ken terkekeh.
"Nama yang bagus, Dev!" seru Reza.
"Dan kau! Aku akan memanggilmu gajah! Karena tubuhmu tinggi besar, hidungmu besar sekali persis seperti belalai gajah!" ucap Dave.
"Terserah kau saja! Cepat lekas mulai permainan sialan itu!" seru si gajah.
"Sabarlah, kawan! Apakah kau haus?" tanya Reza pada si gajah.
"Iya, aku sangat haus sekali! Tolong berikan sedikit air untukku!" ucap si gajah.
"Tapi bagaimana kau akan minum? Mulutmu sudah hancur begitu hiiii!" seru Ken.
"Baiklah! Kita mulai saja permainan tebak-tebakan ini!" seru Dave.
Dave meneguk wine di gelasnya hingga tandas tidak bersisa. Ia mengambil lagi tongkat kasti kesayangannya.
"Mulai dari si tikus!" seru Dave yang menunjuk si tikus dengan tongkat kastinya.
"Iy...iya!" jawab si tikus.
"Kau harus menjawabnya dengan cepat, aku tidak suka menunggu! Ingat itu!" seru Dave.
"Jangan banyak bacot, cepat mulai!" seru si gajah.
Dave mengambil sebuah pisau kecil, walaupun kecil pisau itu terlihat sangat tajam sekali.
"Kalau kau berani melawanku lagi! Akan kupotong lidahmu!" seru Dave sambil menodongkan pisau itu.
__ADS_1
Si gajah melengos, membuang wajahnya ke samping.
"Mau mati aja pakai sombong segala!" ucap Ken terkekeh.
"Jawab dengan yakin! Berapa lama manusia bisa bertahan tanpa makan?" tanya Dave pada si tikus.
"Kalau seperti ini bukan tebak-tebakan namanya, tapi cerdas cermat! Hadeuh!" batin Reza.
"Tiga hari!" jawab si tikus.
"Salah!" seru Dave.
"Tujuh hari!" seru si tikus.
"Salah!" jawab Dave.
Si tikus terdiam sejenak, ia berusaha untuk berpikir keras. Ia ingin bebas dari tempat terkutuk ini. Ia masih ingin bermain capjikia bersama teman tongkrongannya.
"Sepuluh hari?" tanya si tikus.
"Kau ini menjawab atau menawar?" seru Reza yang tertawa terpingkal.
"Jawabanmu salah semua, yang benar adalah dua puluh satu hari alias tiga minggu!" seru Dave.
"Karena jawabanmu salah, kau harus dihukum!" lanjut Dave.
Dave berjalan mendekati si tikus, ia menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ia mengayunkan tongkat kesayangannya dengan sangat kuat.
Bug bug bug,
"Aarrgghh!!" teriak si tikus memilukan.
Tongkat Dave mendarat berkali-kali dengan sangat keras di kaki kanan si tikus hingga membuat kakinya remuk, darah mengalir deras dari kakinya.
Tubuh si tikus bergetar dengan hebat, ia berteriak histeris melihat kaki kanannya yang berlumuran darah hingga ia jatuh pingsan.
Dave, Ken, dan Reza tertawa bersama. Si gajah memutar bola matanya dengan malas, ia merasa sedang dipermainkan di tempat ini.
"Lakukan!" perintah Dave.
"Aaaaaa..." teriak si gajah, rambutnya dijambak Reza dari belakang.
"Arrrggghhh!" teriak si gajah memenuhi ruangan.
So tikus sadar disaat darah segar mengucur deras dari mulut si gajah, hingga membasahi seluruh tubuhnya. So gajah jatuh pingsan, Reza melemparkan pisau itu ke lantai. Lalu ia memasukkan lidah di gajah ke dalam kantong plastik bening.
"Lepaskan aku! Aku mohon! Aku hanya dibayar untuk melukai istrimu! Aku melakukannya hanya demi uang semata!" rengek si tikus.
Si tikus merasa mual melihat lidah si gajah yang dimasukkan ke dalam kantong plastik bening dan dipajang di atas meja. Ia berusaha melepaskan tangannya yang terikat di belakang kursi. Dave tersenyum sinis menatapnya. Ia jambak rambut si tikus dan membuatnya menghadap ke si gajah yang berada di sampingnya.
"Jangan banyak bicara jika kau tidak ingin kehilangan lidahmu!" ancam Dave.
"Cukup katakan saja, siapa yang menyuruhmu?" lanjut Dave.
Si tikus langsung menggelengkan kepalanya dengan kencang. Beberapa saat kemudian si gajah sadar. Ia terlihat berteriak mengatakan sesuatu tapi tidak jelas. Tentu saja, ia sudah tidak mempunyai lidah lagi.
"Baiklah, kita lanjutkan tebak-tebakan ini! Sekarang giliranmu!" Dave menunjuk si gajah.
"Bagaimana dia akan menjawab, Dave? Dari tadi cuma a u a u saja!" sahut Ken yang terkekeh.
"Lepaskan tangan kirinya!" perintah Dave.
Ken bergegas membuka ikatan si gajah, tapi hanya tangan kiri yang bebas. Tangan kanannya diikat lagi di kursi. Ken tidak mempedulikan teriakan si gajah, mungkin karena Ken mengikat tangan kanannya yang sudah patah terlalu kencang.
"Sekarang jawab pertanyaan ini dengan benar!" seru Dave.
__ADS_1
Si gajah terlihat sudah bersiap mendengarkan pertanyaan selanjutnya.
"Berapa lama manusia bisa bertahan tanpa minum?" tanya Dave.
Tangan kiri si gajah menunjukkan angka 2, Dave langsung tersenyum smirk.
"Salah!" seru Dave.
"Empat hari!" seru si tikus, sepertinya ia bertekat untuk keluar dari ruangan ini.
"Kau pandai sekali! Benar! Manusia bisa bertahan tanpa minum selama empat sampai tujuh hari!" ucap Dave dengan senyum yang merekah.
Si tikus terlihat senang, ia berusaha menunjukkan senyum termanisnya. Padahal bagi orang yang melihatnya, senyuman si tikus adalah senyuman yang mengerikan. Bagaimana tidak? Saat si tikus tersenyum, ia menampakkan mulutnya yang sudah tidak jelas bentuknya, giginya yang ompong, dan darah yang belepotan di sekitar mulutnya hiiiiiiyyyy.
"Sekarang bolehkah aku keluar dari sini? Tolong lepaskan aku!" rengek si tikus.
"Sabarlah sebentar! Tinggal satu pertanyaan lagi, jika kau berhasil menjawabnya dengan benar aku akan membebaskanmu!" jawab Dave.
Si gajah menatap si tikus dengan tatapan iri, ia juga ingin bisa bebas dari ruangan terkutuk ini. Ia juga masih ingin hidup.
"Dengarkan baik-baik! Aku tidak akan mengulangi tebak-tebakanku yang satu ini! Berapa lama kecoa bisa hidup tanpa kepalanya?"
"Aku tahu! Kecoa bisa bertahan tanpa kepalanya selama satu minggu!" seru si tikus dengan bersemangat.
"Wah wah! Kau pandai sekali!" Seru Dave yang bertepuk tangan diikuti Reza dan Ken.
"Sekarang lepaskan ikatanku, aku sudah menjawab tebakanmu dengan benar!" ucap si tikus.
"Sabar dulu! Sekarang jawab! Siapa yang menyuruh kalian untuk mencelakai istriku?" tanya Dave dengan tatapan mautnya.
"Aku belum pernah melihat dia sama sekali, " jawab si tikus.
"Lepaskan dia!" perintah Dave.
Ken dan Reza menatap Dave dengan tatapan penuh kebingungan. Tapi mereka tetap melepaskan ikatan di kedua tangan dan kaki di kurus. Tidak ada yang menyadari jika Dave mendekati meja, ia menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.
"Aku bebas!" teriak si tikus.
"Iya kau bebas! Bebas dari dunia ini!" seru Dave, ia mengeluarkan samurai yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
Dengan sekali ayunan, kepala si tikus menggelinding terpisah dari tubuhnya yang rubuh ke lantai. Lantai ruangan itu sekarang dibanjiri oleh darah si tikus.
"Aaaaaa..." teriak si gajah.
Tubuh si gajah bergetar saat menyaksikan kepala si tikus yang menggelinding ke lantai. Ia langsung jatuh pingsan. Entah sudah berapa kali ia pingsan hehehe.
Sementara Samuel dan Zack langsung berlari keluar ruangan bawah tanah itu. Mereka tidak peduli nanti Dave akan marah atau tidak, yang terpenting mereka pergi jauh dari tempat itu.
Lima menit kemudian, dua anak buah Dave memasuki ruangan itu. Mereka membawa Doni.
"Keluar!" perintah Dave pada kedua anak buahnya.
Lalu Dave menghampiri Doni. Sebelumnya ia meletakkan samurainya di samping meja. Tapi ia belum mengelap darah si tikus yang tertinggal di tangan dan wajahnya sama sekali.
"Informasi apa yang akan kau sampaikan?" tanya Dave.
Tangan Doni bergetar, ia bergidik ngeri menatap darah yang memenuhi lantai ruangan itu. Kepalanya terasa sangat pusing saat melihat kepala yang terpisah dari badannya.
..............................
Informasi apa yang akan Doni sampaikan ya? Nih author kasih bocoran ya! Informasi itu tentang..........
Wkwkwkwk
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Love you All.
__ADS_1