
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
..........................
"Kalau cuma mau main handphone, kenapa tadi lo nggak di mansion aja jagain Silvi!" seru Ken saat masuk ke dalam ruangan Dave.
"Ini penting," jawab Zack singkat.
Di saat Ken mempertaruhkan jam makan siangnya untuk mengambil berkas yang tertinggal, Zack justru belum menyentuh makan siangnya sama sekali. Kedua mata Zack terus fokus pada ponselnya.
"Urusan kantor? Bukannya sudah dihandle sama adik lo itu?" tanya Ken.
"Bukan, ini bukan urusan kantor. Lebih penting dari urusan kantor!" jawab Zack.
"Pasti urusan wanita," sahut Ken dengan kesal.
"Iyalah, pusing kepala gua! Selingkuhan gua yang satu ini tahu kalau gua selingkuh, terus dia juga tahu kalau dia itu juga hanya sebagai selingkuhan gua!" jawab Zack yang memijit pelipisnya.
"Kepala gua juga pusing karena gua nggak tahu maksud lo! Apapun itu masalahnya, saran gua ya stop selingkuh!" sahut Ken.
"Mana semalem dia ganggu gua!" keluh Zack.
"Ganggu gimana?" tanya Ken yang menyantap makan siangnya.
"Dia ngumpulin semua selingkuhan gua, mereka demo di depan apartemen gua semalam!" seru Zack.
"Demo? Astaga, apa mereka membawa spanduk bertuliskan 'Putuskan kami!'?" tanya Ken terkekeh.
"Sialan lo! Ya enggak separah itu, tapi gara-gara demo itu, wanita yang lagi berduaan sama gua di apartemen mutusin gua! TV kamar gua rusak dilempar high heelsnya! Dan sekarang semua selingkuhan dan bahkan pacar pertama gua kompak mutusin gua, lewat chat pula! Lihat nih, gua jomblo sekarang! Kalau gua ketemu dia, gua beri dia pelajaran!" seru Zack sambil memperlihatkan ponselnya yang di penuhi chat dari semua wanitanya.
"Satu hal lagi, selingkuhan gua yang satu ini unik baget beda dari pacar dan semua selingkuhan gua! Dia selalu nolak untuk berduaan, berciuman, berpelukan, bahkan bergandengan tangan pun jarang. Emang dulu gua tertarik sama dia bukan karena nafsu, tapi lo tahu sendiri kan, gua suka kebebasan! Walaupun wajahnya cantik, pekerja keras dan pintar bela diri. Tapi dia terlalu sempurna untuk jadi selingkuhan! Beruntung banget gua, dia lihat gua berduaan sama wanita sexy di cafe!" lanjut Zack.
Ken melongo mendengar Zack yang bercerita panjang x lebar x tinggi. Bisa-bisanya sahabatnya ini mempermainkan wanita sebaik itu. Apakah kepalanya kemasukan air hingga otaknya konslet?
"Oh My God ! Zack come on! Sudah berapa banyak wanita yang lo permainkan? Dan sekarang wanita sebaik itu lo jadiin mainan? Hati-hati karma berlaku! Tapi ada bagusnya juga sih lo pernah suka sama wanita itu! Sekarang jadi jomblo, " seru Ken.
Tok...tok...tok
Suara ketukan pintu membuat obrolan diantara Ken dan Zack terhenti. Ken bergegas berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ternyata salah satu anak buahnya yang bertugas berjaga di depan ruangannya dan Dave yang mengetuk pintu tersebut.
__ADS_1
"Ada wanita yang ingin bertemu dengan pemilik berkas ini, tuan!" ucap penjaga itu menyerahkan sebuah map berisikan berkas-berkas.
Ken mengamati berkas tersebut, melihatnya satu per satu. Ada logo perusahaan Dave di berkas itu.
"Ini berkas yang tadi saya ambil ke apartemen, kenapa berkas ini bisa dibawa orang lain? Bawa kemari orang itu!" seru Ken pada penjaga.
"Baik, tuan!" jawab penjaga itu.
Ken bergegas mengambil berkas yang ia ambil dari apartemen tadi. Betapa terkejutnya Ken saat membaca isi berkas tersebut. Ternyata berkas yang ia bawa dari apartemen tadi bukan miliknya. Tertulis jelas nama perusahaan milik Angel di map itu, tempat dimana Naina bekerja. Ia mengingat kejadian sebelum ia sampai di kantor, kejadian saat ia dan Naina bertabrakan di depan unit apartmentnya.
"Pasti cewek sinting itu," gumam Ken.
Ken menunggu kedatangan wanita yang dimaksud penjaganya di samping pintu. Ia yakin wanita itu adalah Naina. Pasti saat memunguti berkas tadi wanita itu salah ambil miliknya.
"Berikan berkasku!" seru Naina.
"Makanya dibaca dulu jangan asal ambil aja!" sahut Ken.
"Bagus, berlaga sok benar! Yang mengambil berkas duluan itu lo!" seru Naina kesal.
"Gua?" tanya Ken.
Jelas-jelas tadi ia yang mengambil berkas itu duluan, bagaimana bisa Ken melupakannya. Kalau sudah begini, hanya rasa malu yang ada.
"Makanya dibaca dulu jangan asal ambil aja!" ucap Naina menirukan ucapan Ken tadi.
"Siapa suruh nabrak gua tadi? Jalan itu pakai mata!" seru Ken yang tidak mau kalah.
"Tuan buaya buntung yang terhormat, kalau yang namanya jalan itu pakai kaki! Mata digunakan untuk melihat bukan berjalan!" sahut Naina, perdebatan menjadi semakin seru.
"Nah itu lo tahu fungsi mata untuk melihat, terus kenapa tadi nabrak? Dan satu hal lagi, waktu itu gua nggak sengaja masuk ke dalam toilet wanita. So, stop panggil gua buaya buntung!" tukas Ken.
"Kalian kalau ribut jangan keras-keras bisa nggak? Atau kalau masih mau ribut di luar saja!" seru Zack yang muncul dari belakang Zack.
"Lo?" seru Zack dan Naina bersamaan.
Naina menatap Zack dengan tatapan tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya. Sama halnya dengan Zack, ia juga menatap Naina dengan tajam. Sementara Ken, ia hanya bisa menatap mereka berdua dengan banyak pertanyaan di hatinya. Apakah wanita yang dimaksud Zack itu Naina?
"Lo kenal cewek sinting ini, Zack?" tanya Ken.
"Yeah, dia yang sudah memprovokasi semua pacar dan selingkuhan gua!" jawab Zack dengan penuh penekanan di setiap katanya.
__ADS_1
"Oh ternyata kalian saling kenal ya? Atau sahabatan? Pantas saja kalian sama-sama buaya!" seru Naina membuat Ken dan Zack menatapnya tajam.
Buaya? Waktu aja nggak punya, gimana mau jadi buaya?
"Apa lihat-lihat?" serunya pada Zack.
Sebenarnya Zack berencana akan memberikan pelajaran kepada Naina jika ia bertemu dengannya. Tapi saat sekarang Naina sedang berada di hadapannya, ia tidak bisa melakukan apa yang ia ingin lakukan. Hati dan otaknya tidak sinkron.
"Lo sengaja datang ke sini supaya bisa bertemu dengan gua? Belum puas setelah membawa pasukan untuk berdemo semalam?" ucap Zack enteng.
"Ngomong-ngomong soal demo semalam, gua rasa lo jadi jomblo mendadak? Masih beruntung wajah lo utuh tidak kena serangan high heels dari masa demo!" sahut Naina dengan ketus.
"Jangan panggil gua Zack kalau dalam waktu tiga hari gua nggak bisa dapat pacar baru! Dalam tiga puluh menit pun bisa dapat ynag baru," ucap Zack dengan sombong.
"Percaya diri itu bagus, tapi kalau terlalu percaya diri justru akan memalukan. Wanita mana yang mau menjadi pacar lo? Tidak akan ada wanita baik yang mau mendampingi buaya macam lo! Kecuali wanita-wanita gila harta yang sedang mencari inang untuk dimanfaatkan." balas Naina dengan menggebu-gebu.
"Jangan sombong meledekku dengan sebutan buaya! Lo harus inget kalau buaya juga ada yang betina, nggak cuma gua kaum pria doang! Satu hal lagi, bukan dulu itu bukannya nggak mau cerita sama lo, tapi lo yang selalu sibuk bekerja dan melembur!" ucap Zack.
Naina adalah tipe wanita yang pekerja keras. Pertemuan pertamanya dengan Zack adalah di kantor perusahaan Angel. Dulu Angel selalu menggoda Zack, ia bahkan menawarkan tubuhnya demi meraih ketenaran sebagai model. Ternyata setelah tidak sengaja bertemu beberapa kali dengan Naina, Zack tertarik dengan paras cantik Naina. Dan Zack memutuskan untuk mendekatinya. Sekali dua kali Naina selalu menolaknya, bahkan tak jarang Zack mendapatkan bogem mentah darinya. Bukannya mundur, Zack justru tertantang untuk mendapatkan Naina. Sampai suatu waktu setelah kerasnya perjuangan Zack, Naina menerimanya. Sisi lain Naina yang tidak disukai Zack adalah kemandiriannya. Naina tidak pernah menuntut apapun dari Zack. Tapi karena sikap Naina yang mandiri itu ia selalu mementingkan pekerjaannya diatas urusan lain termasuk Zack. Sudah pasti Zack yang aslinya seorang playboy tidak tahan jika tidak mencari lain yang lebih.
Beberapa hari yang lalu saat pulang lembur dari kantor, Naina tidak sengaja melihat Zack berduaan dengan wanita yang berpenampilan seksi di kafe. Ia memilih untuk diam, dan menyelidikinya tanpa sepegetahuan Zack. Lalu ia mempunyai rencana untuk membuat surprise untuk Zack. Yaitu mengumpulkan semua pacar maupun selingkuhan Zack dan membawanya demo di depan apartemen Zack. Naina berhasil mengumpulkan semua wanita Zack dengan cara mencuri nomor mereka dari ponsel Zack dan Naina menghubungi mereka satu per satu. Naina mengungkap semua fakta mengenai Zack, hingga akhirnya semua wanita itu beramai-ramai datang ke apartemen Zack dan memutuskan hubungannya dengan Zack. Naina ingin memberikan pelajaran kepada Zack agar Zack tidak memepermainkan hati dan perasaan wanita lagi
"Di luaran sana memang ada, tapi mereka tidak sebuaya lo! Rata-rata mereka hanya berselingkuh dengan satu atau dua orang! Sedangkan selingkuhan lo itu jumlahnya puluhan, itupun yang ketahuan! Gua bener-bener bingung, kenapa dulu gua percaya sama lo!" seru Naina yang tidak mau kalah.
"Shit! Jangan hitung mereka, nanti jumlahnya makin nambah!" seru Zack.
"Emangnya kutil? Kalau dihitung makin nambah banyak," lirih Ken.
"Lo kutilnya!" seru Naina dengan penuh amarah.
Naina mendengus kesal, ia mengepalkan tangan kanannya.
"Kalau sudah selesai cepat pergi dari sini," ucap Zack dengan menatap lurus ke depan.
Naina pun meninggalkan ruangan itu, saat keluar ia menutup pintu dengan snagat keras hingga membuat aken terlonjak kaget.
"Gua nggak nyangka lo pernah mempunyai hubungan dengan cewek sinting galak itu," lirih Ken.
"Gua juga nggak nyangka," sahut Zack.
..............
__ADS_1
Siapa si sini yang juga nggak nyangka kalau Naina itu salah satu selingkuhan Zack?
Hari ini bahas Naina dulu ya, bab selanjutnya akan membahas Aryn dan Silvi juga...