
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅 Happy reading!
..........................
Drama minta dibuatkan adik, sepertinya berlanjut sampai ke meja makan. Silvi dan Dave saling menatap. Silvi bahkan menendang kaki Dave yang kebetulan duduk di seberangnya.
Bug,
"Cepat bilangin ke mama papa, Kak!" ucap Silvi lirih, tapi gerak bibirnya dibuat besar dan jelas. Agar semua orang tidak tahu tapi kakaknya bisa tahu apa yang dia maksud.
Dave tidak menjawab, ia mengacuhkan Silvi dan kembali menyantap makan malamnya. Silvi menendang kaki Dave lagi. Dave berhenti makan, ia menatap Silvi.
"Kamu bilang sendiri," lirih Dave.
"Nggak mau," jawab Silvi.
"Yaudah," Dave kembali menikmati makan malamnya.
Aryn hanya tersenyum melihat tingkah kakak beradik itu. Selalu saja ada yang diributkan oleh mereka. Dave melirik Silvi sejenak, Silvi pun balas menatapnya.
Bug,
"Auuww!" pekik Aryn.
"Kenapa sayang?" tanya Dave.
"Apa yang terjadi, Aryn?" tanya Katy.
"Ada yang menendang kakiku, ma!" jawab Aryn.
Silvi melihat ke bawah meja, ternyata kaki yang ia tendang tadi adalah kaki Aryn, bukan kaki Dave. Dave tersenyum devil pada Silvi.
"Maaf, kak! Aku tidak sengaja," ucap Silvi.
"Sudah, tidak apa-apa kok!" jawab Aryn.
"Memangnya apa yang kamu lakukan pada kakak iparmu?" tanya Erick.
"Aku menendang kaki Kak Aryn, pa! Tapi sebenarnya aku tadi ingin menendang kaki Kak Dave," jawab Silvi.
"Kenapa kamu mau menendang Dave?" tanya Erick.
"Kak Dave yang mulai duluan, pa!" sahut Silvi.
"Kamu ini Dave, jangan usil sama Silvi!" ucap Katy.
"Salah sendiri, anak gadis mama papa ini memaksaku untuk mengatakan kalau dia ingin dibuatkan adik sama mama yang mirip dengan Davin," Dave mengadu.
"Ohh minta adik, besok ya papa bikinkan," ucap Erick.
Semua mata memandang Erick, tidak terkecuali Katy. Katy bahkan hampir tersedak. Merasa ditatap dengan tatapan yang berbeda oleh istrinya, Erick menoleh. Erick tidak sadar apa yang ia katakan tadi. Ia fokus menyantap makanannya.
"Kenapa sayang?" tanya Erick.
"Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu katakan tadi?" tanya Katy.
"Apakah papa serius mengatakannya?" Silvi mengimbuhi, kedua matanya berbinar.
"Serius, emangnya tadi Dave bilang apa dan papa jawab ya? Ini masakan Uti enak sekali, jadi tidak fokus papa," sahut Erick.
"Kau berlebihan, nak! Masakan ini sama seperti yang Uti masak kemarin-kemarin," Uti terkekeh.
__ADS_1
Silvi dan Katy saling menatap, Silvi mendengus kesal. Sementara Katy, menghela napas lega.
"Silvi, anak gadis papa itu, dia ingin papa dan mama membuatkan adik untuk dia!" seru Dave.
"Apaa?" seru Erick.
"Silvi mau adik, pa!" jawab Silvi.
"Apa??" seru Erick lagi.
"Adik, pa! A-D-I-K.... Masa papa tidak tahu, dari tadi nanya terus!" keluh Silvi.
"Papa itu kaget, terkejut gitu...Bukannya tidak tahu!" sahut Erick.
"Ohhh," Silvi mengangguk.
"Jangan mau ya, pa!" bujuk Katy.
"Sayang, selama ini kita tidak memperhatikan putri kita. Dia tidak pernah minta apapun dari kita, hari ini dia minta adik masa tidak kita kasih?" ucap Erick.
Dave dan Aryn saling tatap. Apakah Erick benar-benar akan mengabulkan permintaan Silvi? Seorang anak di usia mereka yang sudah tidak lagi muda? Apakah mungkin? Untuk urusan kebutuhannya, Erick pasti bisa memenuhinya, bahkan untuk 11 anak lagi pun bisa. Tapi apakah fisik mereka mampu?
"Maksud papa, papa setuju gitu membuatkan adik untuk Silvi?" tanya Katy.
"Tentu papa setuju, 4 adik lagi pun siap!" sahut Erick.
"Mama nggak mau," Katy menolak.
"Ayolah, ma! Dave sudah menikah dan punya baby, suatu hari nanti Silvi juga akan menikah! Kita akan kesepian!" ucap Erick.
"Kita sekarang sudah tinggal bersama di mansion Dave ini, kita tidak akan kesepian, kita sudah punya cucu!" jawab Katy.
Semenjak Davin di bawa pulang ke mansion satu bulan lalu, Erick dan Katy resmi pindah ke mansion ini. Setiap hari mereka tidak pernah melewatkan satu menit pun tanpa bermain dengan Davin. Atau kadang hanya menghampiri ke kamar Aryn untuk sekedar menemani Aryn yang sedang menunggui Davin tidur.
"Kak Dave jangan begitu, teman sekolahku saja ada yang baru mendapat adik, orang tua temanku itu seusia mama dan papa! Mereka saja bisa, masa mama dan papa kalah!" sahut Silvi.
"Benar itu ma, kita jangan sampai kalah!" seru Erick.
"Buat saja sana sendiri! Bikinnya emang enak, tapi kamu pikir enak mengandung di usia segini? Cukup dulu mama jadi mama muda!" seru Katy.
"Kasihan mama yang sudah usia setengah abad ini, pa! Papa juga inget umur dong!" ucap Dave.
"Dave..." Aryn menyenggol siku Dave.
Usia Katy memang baru 51, karena dulu waktu hamil menikah dan hingga akhirnya mengandung Dave usianya masih muda. Selisih usianya dengan usia Erick lumayan jauh. Bisa dikatakan Katy dulu menikah dengan om om. Tapi kalau di lihat dari penampilannya Katy tidak terlihat seperti usia 51 tahun, karena ia selalu mendapat transferan uang yang cukup untuk melakukan perawatan. Ia juga rajin berolahraga. Jadi tubuhnya terlihat masih muda dan sehat. Sementara Erick, walaupun rambutnya sudah banyak yang putih, tapi tubuhnya juga masih bugar. Masih aktif di kantor, rajin gym, dan juga selalu berjalan-jalan santai di pagi hari bersama Katy.
"Kau semangat sekali untuk membuatkan Silvi adik, emangnya Katy belum menopause?" tanya Uti.
"Katy masih mendapat menstruasi, walaupun tidak beraturan sih! Tapi kan masih ada peluang hamil, Uti! Kalau jadi ya syukur, kalau tidak ya berarti belum rezeki! Benar kan Uti?" jawab Erick.
"Yaa, begitu!" Uti terkekeh.
"Kak Aryn setuju kan, punya adik ipar baru?" hanya Silvi pada Aryn.
"No comment," Aryn terkekeh.
"Setuju kan, kak! Nanti Davin akan mempunyai uncle atau aunty baru," ucap Silvi.
"Terus nanti Davin manggilnya apa nanti? Pasti usianya lebih tua Davin kan?" tanya Aryn.
"Uncle kecil atau aunty kecil lah!" seru Silvi membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
"Kamu ini suka sekali memprovokatori kakak iparmu!" seru Dave.
"Biarin! Wlekk! Lihat saja nanti kalau aku dapat adik! Akan aku ajak adik mengeroyok kakak!" Silvi mengejek Dave.
"Aku tidak takut, akan ada Davin yang membantuku hahaha!" seru Dave.
"Mama mau kan?" Erick menyenggol Katy.
"Hmm," jawab Katy singkat.
"Ayolah, ma! Mama cukup diam saja, nanti papa yang bekerja!" bisik Erick.
"Nakal!" sahut Katy mencubit perut Erick.
"Kamu jangan khawatir, aku tidak akan memaksa! Tapi bolehlah kita mencobanya, kalau nanti kita tidak diberi kepercayan lagi mempunyai anak, itu tidak masalah. Berarti bukan rezeki kita. Kalau diberi, papa akan merasa bersyukur! Kamu tidak akan melewatinya sendiri," Erick merangkul pinggang Katy yang duduk di sebelahnya.
"Baiklah," Katy tersenyum.
"Yesss!!!" Erick mengepalkan tangannya.
"Papa setuju, ma?" tanya Silvi antusias.
"Iya, tapi jangan terlalu berharap ya? Doakan saja!" jawab Erick.
"Siap, pa!" seru Silvi bersemangat.
Wajah Silvi berseri-seri setelah mendengar persetujuan mama dan papanya. Dave sepertinya juga terlihat bahagia. Dave tidak mempermasalahkan itu, lagipula rezeki, jodoh, dan maut sudah digariskan oleh yang kuasa. Mau bagaimanapun mereka menolak dan menghindar, kalau sudah ditakdirkan pasti akan terjadi.
Saat makan malam selesai, Erick beranjak dari duduknya. Dan langsung menggandeng Katy.
"Mau kemana pa?" tanya Silvi.
"Katanya minta adik? Ini papa mau buatkan!" sahut Erick.
"Aauuwww!" pekik Erick memegangi perutnya.
Katy langsung mencubit perut suaminya itu. Erick selalu mengatakan semuanya tanpa dipilih dulu kata-katanya.
"Yang benar kalau ngomong! Disaring dulu, nggak malu sama umur!" seru Katy.
"Maaf, sayang! Aku terlalu bersemangat!" jawab Erick.
"Bikin yang mirip dengan Davin ya, pa!" seru Silvi.
"Siap, sayang!" sahut Erick. Katy menambahinya dengan acungan jempol.
"Pelan-pelan saja, pa! Biar tidak encok kalian berdua!" imbuh Dave.
"Mau jadi jambu monyet kamu? Meledek mama papa terus!" seru Katy.
Plentang,
Sandal Katy sudah melayang mengenai Dave, tapi Dave menunduk jadi sandalnya mengenai almari di belakang Dave. Katy menatap sandalnya, lalu menatap Dave.
"Ambil sandalnya!" seru Katy.
Semua orang tertawa, Dave mengambilkan sandal mamanya dan memberikannya. Ia tidak bisa menahan tawanya.
................
Bagaimana menurut kalian kalau Silvi punya adik? Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya!
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian!