
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
..........................
Jalanan kota sangat padat saat jam-jam makan siang. Ken mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tidak ada celah untuk mengebut. Ia tidak sedang menuju restoran atau kafe untuk makan siang. Melainkan menuju apartemennya, file perjanjiannya dengan klien tertinggal di kamarnya. Jadi mau tidak mau ia harus merelakan waktu makan siangnya untuk mengambil berkas itu.
Ketika sampai di basement, Ken langsung berlarian masuk ke dalam lift. Begitu juga saat pintu lift terbuka di lantai 10. Ia langsung berlarian menuju unit 205, unit apartment miliknya.
"Untung udah gua siapin di atas meja, gua jadi masih punya 15 menit untuk makan siang!" ucap Ken dengan lega.
Baru dua langkah Ken keluar dari unit apartmentnya, seorang wanita menabraknya.
Dengan cekatan, Ken menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh di lantai marmer yang dingin. Berkas-berkas yang dibawa Ken maupun wanita itu berhamburan di lantai.
"Lo?" ucap Ken dan wanita itu bersamaan.
Wanita yang menabraknya tadi adalah Naina. Wanita bar-bar yang sudah dua kali tidak sengaja bertemu dengannya. Di kedua pertemuan itu Ken selalu sial. Pertemuan pertama, aset masa depannya ditendang. Pertemuan kedua, ia harus berkelahi melawan preman-preman berbadan gorila. Untuk pertemuan ketiga ini, Naina harus merasakan sakit juga.
Bug,
Ken langsung melepaskan Naina, hingga tubuh wanita itu terjatuh di lantai. Ken langsung mengelapkan tangannya pada jas yang ia pakai. Ia tersenyum smirk saat melihat Naina meringis kesakitan.
"Jadi ini arti mimpi buruk gua semalam! Mimpi itu memberikan peringatan gua bakal ketemu buaya buntung hari ini," lirih wanita itu berusaha bangkit sambil merapihkan pakaiannya.
"Buaya buntung? Dasar cewek sinting, pria setampan ini lo sebut buaya buntung?" seru Ken menahan amarah.
"Gua nggak bilang kalau buaya buntung itu lo, wah lo kesindir ya?" ledek Naina.
Ken mengalihkan pandangannya, ia memunguti berkasnya yang terjatuh di lantai gara-gara ditabrak Naina tadi. Berkas miliknya dan milik Naina bercampur menjadi satu. Ken hanya menggunakan instingnya saat mengumpulkan map warna biru miliknya yang isinya tercecer. Semoga saja tidak ada insiden berkas tertukar.
"Lo ngapain di sini?" seru Ken.
"Suka-suka gua dong, gua tinggal di sini! Selain rese ternyata lo udah pikun ya, lo sendiri yang nganterin gua pulang waktu itu!" jawab Naina judes.
"Bukannya pikun, gua cuma nggak mau mengingat hal yang tidak penting!" tukas Ken, ia sudah berdiri lagi dengan menenteng berkasnya.
"Bodo amat," balas Naina.
"Ini apartemen lo?" Naina menunjuk pintu apartemen Ken.
"Bukan urusan lo," jawab Ken singkat. Ia langsung pergi meninggalkan Naina.
"Unit dia nomor 205, sedangkan unit gua nomor 206. Berarti gua tetanggaan dong sama buaya buntung! Apes banget sih beli apartemen malah punya tetangga yang suka mengintip macam dia!" keluh Naina.
Naina memang penghuni baru di apartemen ini. Mungkin karena pekerjaannya yang banyak, dan Ken juga banyak menghabiskan waktunya di kantor ataupun mansion Dave, jadi baru sekarang ia sadar jika Ken adalah tetangganya. Setelah memunguti berkasnya yang berhamburan, ia bergegas menuju lift. Atasannya pasti sudah menunggu berkas itu.
__ADS_1
Velana International Airport,
"Kalau bukan untuk mengecek hotel dan restoran papa, malas sekali aku pergi ke tempat ini," gumam seorang pria yang baru saja turun dari tangga pesawat.
Bagi seorang jomblo sejati, berkunjung ke negara yang menjadi destinasi honey moon adalah suatu cobaan tersendiri. Bagaimana tidak, di dalam pesawat komersial yang ia naiki, semua penumpangnya berduaan dengan pasangannya.
Dengan berat hati, ia melangkahkan kakinya perlahan saat melihat mobil jemputannya sudah datang. Seorang supir yang kira-kira berusia setengah abad, menyapanya dengan ramah. Pria itu memberikan perintah kepada supirnya agar mengantarnya ke hotel milik papanya. Rencananya ia akan beristirahat dulu, baru nanti akan melakukan pengecekkan. Karena sekarang waktu setempat sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Di negara yang sama, namun di pulau yang berbeda, Frans mondar-mandir di kamarnya berusaha menelpon Dave. Sudah pukul 8 malam, bosnya itu belum juga keluar dari kamarnya. Frans sedikit cemas, karena sejak siang bosnya belum makan apapun. Sebenarnya bisa saja ia pergi ke kamar Dave dan mengetuk pintunya, tapi Frans merasa pasutri itu masih asyik bercumbu di kamarnya. Tidak sopan jika ia mengganggu kesenangan bosnya.
"Kalau lapar pasti mereka keluar sendiri," ucap Frans, ia melemparkan ponselnya ke atas ranjang.
"Lebih baik aku nikmati tempat indah ini bersama secangkir kopi, sayang sekali suasana setenang ini aku abaikan, apalagi liburan ini gratis!" gumam Frans yang berjalan menuju balkon. Tujuannya adalah kursi santai di balkon kamarnya, ia akan menikmati kopi hangatnya sambil menikmati pemandangan laut malam yang indah dengan pantulan lampu warna-warni di atasnya.
Ting,
Baru saja ia meneguk kopinya, notifikasi pesan masuk terdengar nyaring ditelinganya.
Aku dan istriku akan makan malam di kamar, dia ingin makan nasi goreng seafood dan juga jus jeruk, buatkan menu yang sama untukku! Tidak pakai lama!
Frans menghembuskan napasnya dengan kasar, ia bergegas menyuruh koki di vila itu membuatkan makan malam untuk bos dan istrinya. Sesuai perintah Frans, dalam 45 menit makan malam Dave dan Aryn sudah siap, bahkan sang koki juga membuatkan makam malam untuknya. Tanpa menunggu lama, Frans membawa dua porsi nasi goreng seafood beserta jus jeruk ke kamar bosnya.
"Masuk," seru Dave setelah mendengar ketukan pintu dari luar.
"Silahkan, tuan! Nasi goreng seafood plus jus jeruk," ucap Frans saat menyerahkan nampannya kepada Dave.
Aryn memesan nasi goreng seafood memang karena penasaran bagaimana rasanya makan nasi goreng seafood di dalam air.
"Terima kasih, nona! Tapi saya akan menikmati makan malam saya di meja makan saja," jawab Frans sedikit gugup.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Dave menyelidik.
"Aku mengajaknya bergabung dengan kita," jawab Aryn enteng.
"Apa? No no, Aryn! Aku tidak mau dia bergabung dengan kita, dia hanya akan mengganggu! Aku juga tidak rela jika dia memandangmu seperti ini! Jangan menatap istriku kalau kau masih sayang matamu!" seru Dave yang langsung menatap tajam Frans.
Frans langsung mengalihkan pandangannya, "Hanya lima detik aku melihat Nona Aryn, mataku terancam. Bagaimana jika satu menit atau dua menit, mungkin tubuhku ini akan tersisa tulangnya saja!" gumamnya ketakutan.
"Tenang, sayang! Lagipula dia menolak ajakanku kok!" ucap Aryn berusaha menenangkan Dave.
"Kau keluar sekarang," ucap Dave dengan nada datar.
Frans mengangguk, lalu keluar dari kamar Dave dan Aryn. Tidak lupa ia menutup rapat pintu kamar itu. Dave dan Aryn pun menikmati makan malam mereka sembari melihat pemandangan bawah laut di sekeliling kamar mereka. Ternyata dugaan Aryn benar, nasi gorengnya terasa sangat nikmat. Di tambah ia lapar dan capek karena berjam-jam dihajar Dave.
"Makannya pelan-pelan sayang," ucap Dave saat mengelus kepala Aryn.
"Nasi goreng ini sangat enak, lagipula aku juga lapar plus capek." jawab Aryn.
__ADS_1
"Kamu makan yang banyak, beberapa hari ini kamu akan capek! Aku sedang kejar target soalnya," ucap Dave.
"Target apa?" tanya Aryn.
"Hmm, aku sedang kejar target projek tunggal putri," jawab Dave enteng.
Uhuk uhuk,
Dave bergegas meraih jus jeruk milik Aryn, dengan cekatan ia membantu Aryn untuk meminum jus jeruk itu.
"Ada apa?" tanya Dave.
"Emm, anu, aku tidak...."
"Kamu tidak mau mengandung anakku? Kenapa Aryn? Kamu tahu bukan, aku menginginkanmu mengandung anakku!" u ap Dave dipenuhi rasa kecewa, piringnya ia letakkan di atas nakas. Dave turun dari ranjang, beralih duduk di sofa. Tangannya memijit pelipisnya pelan.
"Dave," panggil Aryn.
Tidak ada jawaban dari Dave. Jantung Aryn berdegup kencang, sudah lama Dave tidak bersikap seperti ini kepadanya. Bayangan menyakitkan di masa lalu sempat terlintas di pikirannya.
"Dave, maksudku bukan seperti itu! Aku pikir kamu tidak serius ingin segera mempunyai anak..." ucapan Aryn terpotong karena sekarang Dave menatapnya dengan tajam.
"Maksudmu, aku hanya bercanda? Aku tidak mungkin membuat hal seserius itu untuk bahan candaan! Sekarang katakan Aryn, kenapa kamu tidak mau mengandung anakku?" Dave memegangi kedua bahu Aryn.
"Aku...." Aryn tertunduk. Jantungnya semakin berdetak tidak karuan.
"Jawablah! Apa kamu masih ragu kepadaku? Atau kamu masih takut?" tanya Dave sambil mengguncangkan bahu Aryn. Air mata Aryn sudah tumpan membasahi pipinya.
"Aku hanya masih belum siap, Dave." jawab Aryn lirih.
"Kenapa?" tanya Dave.
"Aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu, Dave! Aku sebenarnya masih ingin melanjutkan pendidikanku, tolong jangan salah sangka kepadaku! Aku sangat percaya kepadamu, tidak ada sedikitpun keraguan. Aku bahkan sangat ingin mengandung anakmu. Hanya masalah waktu, aku belum siap!" jawab Aryn lirih.
"Kamu tidak sendiri, ada banyak orang yang menyayangimu di dekatmu! Kamu tidak akan menghadapinya sendirian, sayang. Aku harap kamu mengerti keadaanku, usiaku hampir kepala 3. Aku takut jika nanti kebiasaanku di masa lalu mempengaruhi kesehatanku! Untuk masalah pendidikan, setelah pulang dari sini aku akan menyuruh Ken untuk langsung memdaftarkanmu! Di masa sekarang semuanya mudah, sayang. Walaupun kamu dalam keadaan hamil, kamu tetap bisa menjalani rutinitas dan mengejar mimpimu! Ada begitu banyak pelayan di mansion, mereka akan membantumu mengurus semua keperluanmu! Sekarang, apakah masih ada yang kamu khawatirkan?" ucap Dave dengan lembut kepada Aryn yang berada di pelukannya.
"Jadi, aku akan melanjutkan pendidikanku?" sahut Aryn semringah.
"Iya, sayang! Sekarang, apakah kamu mau mengandung anakku?" tanya Dave.
"Iya, Dave!" Aryn langsung memeluk Dave lagi.
Makan malam pun berlanjut dengan lebih romantis. Dave tidak makan nasi gorengnya lagi, tapi menyuapkannya kepada Aryn. Sesekali mereka tertawa lepas, atau saling meledek satu sama lain. Hingga malam yang panjang mereka lewati dengan saling mencurahkan cinta. Setelah mendapatkan persetujuan Aryn, Dave semakin bersemangat untuk kejar target. Fix, ikan-ikan pun akan mabuk, selama beberapa hari ini akan menyaksikan pasangan ini.
................
Kira-kira pria tampan yang baru mendarat di Maldives itu siapa ya? Stay tuned ya!
__ADS_1