Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
PERTEMUAN TAK TERDUGA 2


__ADS_3

Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!


Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅


..........................


Pulau R, Maldives


Aryn mencoba memeluk suaminya, namun setelah ia meraba bantal di sebelahnya tangannya tidak bisa merasakan kehadiran suaminya. Saat ia yang baru saja membuka matanya, ia langsung dikejutkan dengan bucket mawar merah di sampingnya. Aryn mengambil bucket bunga itu, ada sebuah kertas kecil yang terselip di dalamnya.


Selamat pagi istriku,


Jangan tersenyum terlalu lebar, karena bunga mawar merah ini akan iri dengan kecantikanmu!


Turun dari ranjang, buka laci nakas nomor dua dari atas.


"Belajar gombal dari mana ini," seru Aryn senyum-senyum sendiri.


Aryn membuka laci nakas yang dimaksud Dave. Ada kelopak bunga mawar merah memenuhi laci itu. Lalu ia mencoba memeriksa laci itu hingga ia menemukan secarik kertas lagi.


Istriku ini selain cantik juga pandai, setelah membaca kertas ini, buka laci berikutnya!


Setelah Aryn buka laci berikutnya, di dalam laci itu juga terdapat banyak kelopak mawar. Ia singkirkan kelopak mawar itu perlahan hingga nampak sebuah kotak berwarna biru tua dengan pita merah diatasnya. Segera diambilnya kotak itu.


"Buka aku?" ucap Aryn yang membaca tulisan di sudut kotak itu.


Dengan senyum yang merekah, Aryn membuka kotak itu. Matanya terbelalak ketika melihat sebuah dress cantik berwarna biru tua dengan hiasan manik-manik dan renda senada di bagian dadanya. Lagi-lagi Aryn menemukan kertas di dalamnya.


Aku sudah tidak sabar untuk melihat betapa cantiknya dirimu dengan dress biru ini, pakai dress ini Frans akan mengantarkanmu untuk menemuiku! Sebenarnya aku belum cukup percaya dengan Frans, tapi pengawalku akan langsung membuangnya ke laut jika dia berani menatapmu!


"Suamiku ini teramat posesif hahaha," Aryn cekikikan saat membaca surat Dave.


Karena tidak ingin membuat suaminya menunggu terlalu lama, Aryn bergegas untuk mandi dan bersiap-siap. Dalam lima belas menit ritual mandinya sudah ia akhiri. Kemudian ia memakai dressnya tidak lupa ia berdandan. Aryn memoles wajah cantiknya dengan make up tipis. Ia memadukkan dress biru tuanya dengan sepasang sepatu kets putih. Aryn memang bukan tipe wanita yang suka memakai high heels, kakinya akan terasa sakit setelah memakainya. Baginya untuk terlihat cantik tidak harus menyiksa diri sendiri.


Ia membuat penampilannya semakin menawan dengan menjepit sedikit rambutnya ke belakang.


"Aku datang, Dave!" serunya saat mematut diri di depan cermin.


"Ikan-ikanku yang cantik, aku pergi dulu ya!" Aryn bahkan sempat berpamitan kepada ikan-ikan yang berenang melintas di sekeliling kamarnya.


Aryn menyambar ponselnya yang tergeletak di nakas, lalu berlarian menuju lantai atas.


"Selamat pagi, Nona Aryn! Saya akan mengantarkan nona bertemu dengan Tuan Dave, tapi sebelumnya saya akan menutup kedua mata nona dengan kain ini," ucap Frans dengan tidak menatap Aryn, pandangannya lurus menatap laut.


Empat pasang mata pengawal tengah mengawasi dirinya saat ini. Frans menutup mata Aryn dengan kain hitam panjang yang sudah disiapkan. Ia menyuruh salah satu koki perempuan untuk menuntun Aryn masuk ke dalam Sea Plane. Frans tidak mau mengambil risiko, ia tidak ingin dibuang ke laut lepas.


"Sebenarnya Dave ada di mana? Kenapa mataku harus ditutup seperti ini Frans?" tanya Aryn, ia sedikit berteriak karena suaranya kalah dengan bising suara mesin Sea Plane yang sudah mengudara di atas laut lepas.


"Saya tidak bisa mengatakannya, Nona." jawab Frans.


Lima belas menit kemudian, Sea Plane yang mereka tumpangi landing di dekat sebuah restoran. Dinding bangunan restoran terbuat dari kayu dan beratapkan daun. Restoran itu berada agak jauh dari pantai. Terlihat sangat sederhana namun indah.

__ADS_1



Dave sudah bersiap menyambut Aryn. Ia terlihat semakin tampan dengan kemeja yang warnanya senada dengan dress Aryn. Di belakangnya, terlihat dua orang pengawal bertubuh tinggi.


"Selamat pagi, sayang!" seru Dave yang menyambar tangan Aryn dan langsung menuntunnya turun dari pesawat.


"Selamat pagi, sebenarnya kamu akan membawaku kemana Dave?" jawab Aryn.


"Kamu akan segera mendapatkan jawabannya sayang, kamu terlihat sangat cantik dengan dress ini," ucap Dave saat memberikan kecupan singkat di kening Aryn.


Dave menuntun Aryn untuk memasuki restoran tersebut. Berhubung kejutan yang disiapkan Dave berada di lantai bawah saat menuruni anak tangga, Dave menggendong Aryn. Frans dan keenam pengawal menunggu di lantai atas restoran, karena tentu mereka tidak diizinkan bergabung dengan bos mereka.


"Sekarang buka matamu, sayang!" lirih Dave di telinga Aryn saat ia sudah melepas penutup mata Aryn.



"Surprise! Kamu suka makan sambil menatap ikan bukan? Jadi aku memutuskan untuk makan pagi di sini!" seru Dave sambil merentangkan kedua tangannya.


"Wow! Ada restoran di dalam air juga! Terima kasih sayang!" ucap Aryn kegirangan.


Aryn menatap ke semua sudut tempat itu, banyak gerombolan ikan yang sedang melintas di sekelilingnya. Ia berlarian kesana kemari meraba dinding kaca itu. Lalu ia berlari menghambur ke pelukan Dave.


"Terima kasih banyak, sayang! Aku sangat bahagia, aku menyukai semua ini! Aku mencintaimu," ucapnya di pelukan Dave.


"Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu selalu bahagia, sayang! Aku lebih mencintaimu," jawab Dave.


"Kita selfie dulu! Katakan cheese!" seru Aryn yang langsung mengeluarkan ponselnya.


"Iya, sayang! Viewnya bagus banget, sayang kalau kita sia-siakan keindahan ini dengan tanpa memotretnya!" jawab Aryn terkekeh.


"Baiklah, asal jangan mempostingnya di sosial media!" sahut Dave pasrah.


"Memangnya kamu mengizinkanku main sosmed?" Aryn tanya balik.


"Kamu ini sekarang pandai menjawab ya? Ya sudah, ayo cepat! Tapi jangan banyak-banyak ya!" seru Dave.


Dave menghembuskan napasnya dengan kasar, mau tidak mau ia mengikuti kemauan Aryn. Setelah puas berselfie dengan berbagai gaya kekinian, mereka akhirnya bersiap di meja mereka karena para pelayan berdatangan membawakan makanan. Tapi setelah Aryn mengamati sekelilingnya dengan seksama, ada hal yang aneh di sini.


"Dave, restoran ini sangat bagus bukan? Makanannya juga terlihat sangat enak, tapi kenapa pengunjungnya sepi sekali, hanya ada kita berdua di sini!" ucap Aryn.


Entah Aryn memang tidak tahu atau sedang pura-pura tidak tahu, yang jelas pasti Dave sudah menyewa restoran ini untuk acara makan pagi mereka berdua. Pelayan yang berdiri di sudut ruangan sampai harus menahan tawa karena sikap Aryn.


"Aku tidak tahu, sayang! Mungkin saja restoran ini memang tidak laku," jawab Dave yang justru menipu Aryn.


"Bisa jadi, tapi ya sudahlah! Yang terpenting makanan ini enak!" sahut Aryn.


Saat sedang asyiknya bersuap-suapan, seorang pria tampan menghampiri meja mereka. Pria itu hendak menyapa dan menyambut kedatangan Dave yang menyewa restoran miliknya.


"Selamat pagi, Tuan Dave!" sapa pria itu ramah.


"Pagi," jawab Dave singkat.

__ADS_1


Mendengar ada seseorang di belakangnya, Aryn langsung menghentikan gerakan tangannya yang akan menyuapkan makanan ke dalam mulut Dave. Tapi Dave langsung memegang tangannya dan mengarahkan ke mulutnya.


Bener-bener nggak ada malunya, dasar Dave!


"Selamat datang di restoran kami, tuan! Bagaimana dengan pelayanan kami, apakah anda mempunyai keluahan atau mungkin membutuhkan sesuatu?" ucap pria itu dengan sopan.


"Pelayanan kalian bagus, istri saya suka dengan makanan di...." ucapan Dave terpotong saat ia melihat wajah pria itu.


Pria itu pun juga terkejut, karena posisi tempatnya berdiri menyamping dengan posisi duduk Aryn dan Dave jadi ia belum menyadari jika Dave ini adalah Dave yang pernah ia temui beberapa waktu lalu. Ditambah lagi bulu-bulu di pipi Dave agak lebat sekarang, membuat pria itu lama menyadari siapa Dave. Sama halnya dengan Dave, ia sejak tadi sibuk bersuap-suapan dengan Aryn. Betapa terkejutnya ia saat melihat pria berjas berwajah Asia di hadapannya.


Brakk,


"Lo ngapain di sini?" seru Dave, ia langsung menggebrak meja dan berdiri.


Aryn pun juga ikut berdiri dan menoleh ke belakangnya. Ia ingin melihat siapa yang sudah memancing amarah Dave sepagi ini.


"Rio? Kamu ada di sini juga?" serunya.


"Iya, Aryn! Ini restoran milik papaku, aku kebetulan sedang mengecek saja!" jawab Rio dengan senyum mengembang.


Rio tidak membayangkan jika ia akan bertemu dengan Aryn di tempat yang membosankan untuk kaum jomblo ini. Walaupun Aryn bersama dengan Dave, tapi paling tidak ia bisa melihat senyum manis milik Aryn.


"Om Rian gimana kabarnya?" tanya Aryn.


"Papa kabar baik, Aryn! Bagaimana kabarmu? Kamu terlihat mesra sekali dengan suamimu, eh maksudku kan terakhir kali kita bertemu kalian sedang bertengkar," jawab Rio.


"Ah iya, sekarang kami sudah baikan! Ayo gabung sama kita berdua!" ucap Aryn.


Rio mengangguk, lalu menarik sebuah kursi yang berada di meja seberang.


"Lo mau ngapain?" seru Dave dengan kesal.


"Rio akan bergabung dengan kita, sayang!" jawab Aryn.


"What? Bergabung? Kenapa kamu mengajaknya bergabung, sayang? Lalu apa yang kalian bicarakan, kenapa kamu tadi tidak mengobrol menggunakan bahasa inggris saja? Sengaja agar aku tidak mengerti obrolan kalian?" seru Dave menggebu-gebu.


"Kamu tenang dulu, sayang! Aku mengajaknya bergabung karena dia kan pemilik restoran ini, lagipula dia adalah sahabatku!" jawab Aryn.


"Tapi aku tidak mau dia bergabung di meja kita, sayang!" Dave mulai melotot.


"Please, sayang! Dia ini sahabatku dari dulu," pinta Aryn dengan menunjukkan puppy eyesnya.


"Baiklah," jawab Dave dengan lemas.


Ia tidak mungkin menolak keinginnan Aryn, itu hanya akan merusak kebahagiaan Aryn hari ini. Jadi lebih baik Dave menurunkan sedikit egonya, lagipula Aryn sudah bilang jika mereka itu bersahabat. Walaupun Dave melihat cara Rio menatap Aryn berbeda, ia percaya kepada istrinya.


Mereka bertiga membicarakan banyak hal. Rio sempat menceritakan kehidupan saat masa kecil dan masa sekolah Aryn. Dari cerita Rio, Dave dapat menyimpulkan jika persahabatan Rio dan Aryn sangat lengket. Bahkan ia sekarang curiga jika Rio menyimpan rasa untuk Aryn.


.......................


Gimana keseruan honey moon mereka yang sekarang kedatangan pengganggu ya?

__ADS_1


Stay tuned!


__ADS_2