
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduanš
...........................
Prang,
Aryn menjatuhkan garpunya di piring. Semua orang menunduk takut. Tapi tidak dengan Silvi, ia malah tertawa cekikikan melihat Dave dan teman-temannya takut kepada Aryn.
"Eh... anu! Doni tadi menghubungiku," seru Ken karena terkejut.
"Ada masalah apa?" tanya Reza yang juga sedikit bergetar.
"Katakan!" ucap Dave yang ternyata juga bergetar.
Bahkan tangan Angel tremor saat memegang gelas berisi air putih. Ia tidak berani menatap Aryn.
Aryn menatap semua orang dengan heran satu per satu. Semua orang menunduk ketakutan kecuali Silvi.
Semua orang kenapa ketakutan seperti itu?
"Mereka semua takut denganmu kak! Lucu sekali, pria-pria ini terbiasa memakai pisau, belati, atau apalah itu namanya untuk membunuh musuhnya. Tapi baru melihat Kak Aryn marah dengan memegang garpu saja ketakutan, payah hahaha!" bisik Silvi yang cekikikan di sebelah Aryn.
"Sungguh? Tapi aku tadi hanya menakut-nakuti Angel saja!" ucap Aryn setengah berbisik.
"Apalagi saat kakak melempar garpu ke atas piring, mereka kesulitan menelan ludah masing-masing!" sambung Silvi.
Di bawah kolong meja makan, kaki Dave menendang kaki Ken.
"Aaauuww!" pekik Ken.
Dave langsung memberikan isyarat kepadanya agar menyampaikan laporan dari Doni.
Mimik wajah Ken seperti mengatakan,"Kabar ini akan membuat Silvi dan Aryn kepo!"
"Lo mau kita mati!" Dave memberikan isyarat seperti memotong lehernya.
"Tapi Dave..." Ken berekspresi.
" Ya sudah! Katakan saja tentang rencana liburanku dengan Aryn!" balas Dave dengan memperagakan sedikit isyarat.
Samuel yang duduk di sebelah Ken hanya menatap bingung keduanya.
Apakah mereka berdua sedang telepati?
Sesaat kemudian Ken menendang kaki Reza, untung Reza paham.
"Lo bikin penasaran aja, Ken! Lo mau gua mati penasaran terus gua gentayain lo buat nanyain laporan dari Doni itu?" seru Reza berusaha santai.
"Gua merasa canggung aja, soalnya ini masalah yang serus dan rahasia!" ucap Ken sedikit gugup.
"Katakan! Lagipula ini kabar gembira!" sahut Dave yang sedang memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Gua mau laporan kalau Doni sudah menemukan tempat berlibur sesuai permintaan Dave!" jawab Ken mengarang.
__ADS_1
Dave menghembuskan napasnya dengan lega. Ia terpaksa meminta Ken berbohong dan menyembunyikan masalah ini dari Silvi dan Aryn. Ia tidak ingin membuat kedua wanita kesayangannya itu terbebani dengan masalahnya.
Mendengar jawaban dari Ken membuat aura bahagia terpancar dari wajah Aryn. Wajah seram yang tadi ia tampilkan berangsur berubah.
"Bukannya Doni itu orang khusus untuk memantau Dion kemarin," gumam Samuel.
Samuel menatap Dave dengan tatapan penuh tanya. Dave hanya mengedipkan sebelah matanya. Samuel mengangguk paham. Ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Angel yang duduk di sampingnya. Terlihat jelas wajah Angel berubah menjadi kusut seperti kemeja yang belum diseterika. Angel pasti merasa cemburu.
Wanita murahan itu pasti memakai pelet! Harusnya gua yang pergi honey moon dengan Dave huhuhu!
"Lo mau honey moon? Seriusan? Lo sama Aryn sudah...." tanya Zack dengan tangannya seperti membentuk gambar hati.
"Yoi!" seru Dave sumringah sambil menirukan gaya Zack yang membentuk gambar hati dengan jarinya, membuat Aryn salah tingkah.
"Projek lo tembus?" tanya Zack dengan antusias.
"Projek apa?" tanya Samuel, Reza, dan Ken bersamaan.
"Projek memikat hati istri," jawab Zack dan Dave bersamaan.
Uhuk...uhuk....
Angel tersedak makanannya, dengan cekatan Samuel memberikan segelas air putih untuk Angel.
"Calon suami dan papa siaga nih!" ledek Reza.
"Bacot!" umpat Samuel.
"Pelan-pelan makannya, kak! Tidak usah terkejut seperti itu, kasihan dedek bayinya! Silvi kasih tahu nih ya! Kak Dave emang berjuang habis-habisan untuk memikat Kak Aryn, sampai kursus dengan Kak Zack loh!" ucap Silvi menambah kesal Angel.
"Makan tuh tisu!" ledek Reza membuat semua orang yang tertawa terpingkal termasuk Aryn.
"Lihatlah singa betina Dave berubah menjadi kucing seketika hehehe!" bisik Zack terkekeh.
"Diamlah sebelum kucing Dave berubah menjadi singa lagi!" balas Ken berbisik.
"Lo mau honey moon kemana, Dave?" tanya Reza.
"Mau tahu aja atau mau tahu banget?" goda Zack.
"F*ck lo!" umpat Reza.
"Rahasia! Gua nggak mau lo nyusul," seru Dave membuat mereka tertawa bersama.
Tau aja lo kalau gua pengen nyusul lo! Gua masih belum bisa luapin Aryn!
Diam-diam Silvi memperhatikan tingkah dan mimik wajah Reza. Ia melihat bagaimana masamnya wajah Reza saat Dave dan Aryn baru bergabung di meja makan tadi. Juga saat Silvi memergoki leher Aryn yang penuh tanda merah. Ditambah sekarang Reza penasaran kemana Dave dan Aryn akan honey moon.
Apakah benar Kakak suka sama Kak Aryn? Kenapa kakak terlihat murung saat mereka berdua bersama! Kak Aryn sudah menjadi istri Kak Dave, Kak Reza tahu itu. Tapi kenapa kakak bisa-bisanya menyimpan rasa untuk Kak Aryn? Apakah Kakak lupa siapa Kak Aryn sekarang? Kak Aryn adalah istri dari sahabat kakak sendiri. Sekali saja lihatlah perhatian khusus yang aku berikan kak! Lihatlah aku sebagai seorang wanita bukan adik kecil kakak! Kenapa kakak lebih memilih untuk mencintai wanita yang jelas-jelas sudah menjadi milik sahabat kakak? Sementara di sini ada Silvi yang selalu mengharapkan kakak!
Silvi kehilangan nafsu makannya. Ia meletakkan sendoknya, meninggalkan makannannya yang masih separuh.
"Silvi duluan ya! Mau panen jeruk" seru Silvi beranjak dari kursinya meninggalkan meja makan.
"Mau kemana?" Dave menahan tangan Aryn yang mau menyusul Silvi.
__ADS_1
"Ikut panen!" jawab Aryn singkat.
"Memangnya sudah sembuh, sudah tidak sakit lagi?" bisik Dave agar tidak didengar orang lain.
Aryn menggelengkan pelan, ia masih merasakan nyeri.
"Tapi aku mau ikut panen, pasti pohon jeruk Silvi berbuah banyak!" protes Aryn.
"Apapun untukmu, sayang! Habiskan dulu sarapanmu!" ucap Dave.
Dave memanggil Joe, kepala keamanan mansion. Terlihat Joe datang dengan sedikit pincang, tapi sudah tidak menggunakan tongkat lagi.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Joe.
"Kakimu sudah sembuh?" tanya Dave.
"Sudah, tuan!" jawab Joe.
"Dimana kau menyimpan kursi rodamu dulu itu?" tanya Dave.
"Sudah saya jual lagi, tuan!" jawab Joe lirih.
"Ya sudah, beli satu ya! Sekarang!" perintah Dave.
Semua orang terkejut mendengar Dave menyuruh Joe untuk membeli kursi roda.
"Untuk apa kursi roda itu, Dave?" tanya Reza penasaran.
"Nanti lo juga tahu!" jawab Dave.
"Bukankah ada kursi roda di ruang kesehatan, Dave?" tanya Ken.
"Biarkan saja, kursi roda itu khusus diletakkan di sana!" jawab Dave enteng.
Dave tentu tidak akan menyuruh Ken untuk membeli kursi roda itu. Karena hari ini hari libur, jadi ia menyuruh Joe untuk membelinya. Lagipula kasihan Ken jika harus bekerja setiap saat untuknya. Dia juga butuh waktu libur untuk mencari pacar.
Mereka melanjutkan sarapan mereka dengan sesekali bercanda. Di sela-sela sarapannya, Dave juga menyuruh Ken menyiapkan vila miliknya. Kebetulan ia memiliki sebuah vila di Maldives. Keindahan Maldives akan menjadi saksi cinta mereka berdua. Ken tentu tidak perlu bekerja keras untuk menyiapkannya, ia hanya tinggal menghubungi anak buah yang bertugas mengurus vila itu. Ia juga tidak perlu repot-repot memesan tiket, karena Dave akan menggunakan jet pribadinya. Dan Dave juga mempunyai kapal mesin dan mobil untuk transportasi selama mereka di sana.
Joe membawa kursi roda baru pesanan Dave tepat di saat sarapan sudah selesai. Tanpa aba-aba Dave menggendong Aryn lalu mendudukannya di atas kursi roda.
"Dave apa yang kau lakukan?" tanya Aryn.
"Kamu kan masih sakit, jadi aku akan mendorongmu sampai ke kebun!" jawab Dave enteng.
"Aku hanya sakit sedikit bukan lumpuh, Dave!" protes Aryn membuat semua orang terkekeh kecuali Angel dan Reza.
"Ciee bucin nih!" ledek Zack.
"Gua duluan ya, mau ikut panen jeruk!" seru Reza meninggalkan meja makan.
Samuel dan Zack saling memandang lalu mengangkat bahu bersamaan. Mereka berdua tahu apa yang dirasakan Reza. Dave mendorong kursi roda Aryn menuju kebun. Aryn hanya bisa pasrah.
Enak juga sih tinggal duduk terus didorong sampai hehehe...
....................
__ADS_1
Jangan lupa like, vote,d an rate bintang lima ya! Love you allā¤ļø