Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
MENONTON FILM


__ADS_3

Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅 Happy reading!


..........................


Semakin dekatnya hari persalinan Katy, semua anggota keluarga semakin diliputi rasa cemas sekaligus bahagia. Sekarang kandungan Katy delapan bulan. Keluhan yang dialami Katy semakin memburuk, hasil pemeriksaan terakhir menyatakan Katy harus bed rest. Erick menugaskan dua orang dari rumah sakitnya yang berjaga bergantian untuk memantau Katy. Dokter Dessy juga dijadwalkan rutin untuk memeriksa Katy dan calon buah hatinya.


Sore ini, anggota keluarga berkumpul di ruang tengah. Mereka menonton film yang diinginkan Katy bersama-sama. Bahkan teman-teman Dave juga datang. Hanya Davin yang tidak bergabung. Tentu karena masih bayi, Dave dan Aryn tidak mungkin mengajaknya menonton film untuk orang dewasa. Jadi untuk hari ini saja, Davin dijaga oleh Sonya dan Uti di kamarnya. Uti tidak ingin menonton, ia memilih untuk bermain dengan cicitnya.


Zack, Samuel, dan Mei sejak melihat Erick yang botak untuk pertama kalinya, mereka masih saja terus mengejek. Walaupun sudah satu bulan berlalu setelah ngidamnya Katy, Erick masih mempertahankan kepala botaknya. Jika ada yang tumbuh, dicukur lagi. Alasannya untuk menyenangkan Katy.


"Om, bagaimana rasanya jadi botak?" tanya Zack.


"Enak, kayak ada manis-manisnya gitu..." jawab Erick.


"Serius om!" seru Samuel.


"Om juga serius, gara-gara om botak istri om jadi rajin ngelus kepala om! Kan jadinya manis," jawab Erick.


"Tapi kalau botak, nggak ada yang dijambak dong!" sahut Samuel.


"Om sudah tua, dibotak rambut putihnya hilang. Jadi kelihatan muda. Coba kalau Samuel yang botak, tinggal ditambah tepung jadi bakso goreng!" seru Zack.


Semua orang menatap Samuel, sepertinya mereka juga membayangkan kalau yang botak Samuel. Semenjak Kelyn lahir, tubuh Samuel sedikit mengembang. Alhasil pipinya kini terlihat bulat, otot perutnya juga tertutup lemak. Mereka semua tertawa. Pasti kalau Samuel botak ia akan terlihat bulat seperti bakso. Di antara semua orang yang tertawa, Angel yang tertawa paling keras.


"Bahagia ya kamu, suami diledek malah ikut tertawa!" ucap Samuel pada Angel.


"Zack itu benar, jadi aku tidak bisa membela," jawab Angel.


"Rasakan," Zack terkekeh.


"Kenapa tadi Kelyn tidak diajak, Sam? Kalau diajak kan bisa bermain dengan Davin," seru Aryn.


"Dia sama omanya, sekali-kali mau merasakan pacaran." jawab Samuel.


"Betul itu," jawab Angel.


"Maklum lah, dulu mana sempat pacaran! Tiba-tiba mlendung," Zack mulai meledek.


"Itu kecelakaan!" seru Samuel.


"Apa Hans masih...." ucapan Dave terpotong saat melihat raut wajah Angel yang berubah.


"Dia opa yang baik untuk Kelyn, dan ayah yang baik untuk Angel." jawab Samuel.


"Lalu sebagai mertua?" tanya Zack.


"Kau tidak lihat tubuhku mengembang sekarang? Sejak Kelyn bisa merangkak, dia jadi mertua yang baik!" jawab Samuel.


"Baguslah kalau begitu, tidak disuruh memotong rumput lagi." seloroh Dave terkekeh.


Dave teringat, saat ia melihat Angel dan Aryn mengobrol melalui video call. Angel memperlihatkan ayahnya yang menyuruh Samuel memotong rumput di halaman. Dulu, Hans memang sudah menerima Samuel. Tapi masih suka menjahili Samuel. Misalnya saja menyuruh Samuel untuk memotong rumput, mencuci mobil, atau sekedar menyiram tanaman.


"Aryn, nanti kalau kau hamil lagi, suruh suamimu botak ya!" seru Zack.


"Enak aja! Diam kau! Nanti kalau istrimu hamil dan minta kau botak, baru tahu rasa!" seru Dave.


"Sudah, sudah! Daripada berdebat buang-buang tenaga, lebih baik makan! Kasihan cemilannya dikacangin!" seru Mei.

__ADS_1


"Itu kantong plastik untuk apa?" seru Zack.


"Biasa, Miss Mei!" seloroh Silvi.


"Tukang angkut makanan!" imbuh Dave.


"Sayang banget kalau cemilan mahal dibiarin gitu aja," seru Mei.


"Dimana-mana orang ngantongin makanan kalau udah sisa," seru Samuel.


"Tamu adalah ratu! Jadi jatahku mau aku apain itu bebas!" sahut Mei.


"Bodoh! Yang benar tamu adalah raja!" seru Zack.


"Kamu yang bodoh! Kalau tamunya perempuan, ya ratu! Kalau tamunya anak laki-laki jadinya pangeran," sahut Mei.


"Benar itu, kamu yang bodoh Zack!" Dave terkekeh diikuti semua orang.


"Tidak usah diributkan, nanti biar ditambah Ily lagi!" ucap Aryn menengahi.


"Memang kamu sahabat terbaik," ucap Mei.


Mereka mulai fokus pada film. Katy yang duduk di tengah-tengah. Agar layar TV nya terlihat jelas katanya. Raut wajah Silvi berubah saat film sampai di tengah durasi. Ia tidak tahu ada adegan tokoh yang menjalani hubungan jarak jauh.


"Wah...LDR..." ucap Zack.


"Lagi trending nih video pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh," seru Angel.


"Apasih enaknya LDR?" sahut Samuel.


Silvi merasa tersindir, ia sedang mengalami semua itu. Semuanya hanya bisa virtual, ngobrol virtual, lalu dinner pun virtual. Erick yang duduk di sebelah Silvi, bisa mengerti perasaan putrinya.


"Tolong ambilkan soda, sayang!" pinta Erick pada Silvi.


Silvi tidak menjawab, ia mengambil satu buah minuman kaleng bersoda lalu memberikannya pada Erick. Di saat Silvi hendak duduk lagi, Erick menepuk bahu Silvi. Silvi membalasnya dengan senyuman seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


Adegan di film semakin membuat para penontonnya terbawa suasana. Nampak tokoh pria yang menjalani hubungan jarak jauh dengan tokoh wanita tadi berselingkuh dengan wanita lain.


"Nah, diselingkuhin kan! Siapa suruh mau LDR!" seru Katy.


"Kasihan ya, ma!" sahut Aryn.


"Aaaa..." Angel ikut menangis saat tokoh wanita dalam film itu menangis.


"Di vlog-vlog yang aku tonton kemarin, mesra semua! Ini kasihan banget di selingkuhin, mana udah nggak ketemu lama banget!" imbuh Angel.


"Di depan kamera semua orang bisa menjadi apapun dan bagaimanapun, sesuai skenario mereka!" sahut Samuel.


"Tendangan jarak jauh saja belum tentu berhasil, apalagi hubungan jarak jauh! 85% pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh gagal di tengah jalan," ucap Dave.


"Benar itu! Semua orang juga tahu, bagaimana sifat pria apalagi yang tidak setia. Yang setiap hari digandeng saja belum tentu tidak tergoda dengan wanita lain yang jauh lebih cantik dan seksi, apalagi yang jauh dari mata dan raga?" imbuh Zack.


Deg,


Dada Silvi terasa sesak, apa yang dikatakan mereka memang tidak sepenuhnya benar. Tapi mereka tidak salah juga. Hal itu sering terjadi. Hubungan jarak jauh yang kandas di tengah jalan adalah hal yang sering terjadi. Penyebabnya juga kebanyakan karena si pria yang tidak bisa menjaga kepercayaan dan komitmen.


Silvi jadi teringat, Reza dulu adalah seorang casanova. Wanitanya banyak dan ada di mana-mana. Semua wanita itu pasti mau memberikan tubuh mereka secara sukarela pada Reza karena ketampanan dan kekayaan. Walaupun Reza sudah berhenti, yang katanya karena dulu jatuh cinta dengan Aryn. Tapi Silvi mengakui ia masih khawatir sampai saat ini. Apalagi di Paris ada Zara yang tidak berhenti menggoda Reza. Wanita itu selalu mempunyai cara untuk mendekati Reza, hal itu terbukti dari laporan yang diberikan Doni rutin setiap minggu.

__ADS_1


Pria mana yang tidak akan tergoda dengan wanita secantik dan seseksi Zara. Dadanya yang sebesar melon, tubuhnya yang langsing, pokoknya seksi banget. Mau berpuluh kali menolak pun pasti akan ada saatnya tergoda.


Di samping Silvi, Erick tidak melepaskan perhatiannya pada putrinya itu. Erick tahu pasti Silvi merasa tidak nyaman karena ucapan Dave dan temannya itu.


"Are you okay?" bisik Erick.


"Yes, dad! I'm okay, don't worry! I can handle it!" jawab Silvi dengan berbisik juga.


Erick mengangguk pelan. Sepertinya ia harus mulai membantu putrinya untuk meluluhkan Dave.


Film telah selesai, begitu juga tisu di meja. Tidak ada yang tersisa. Para wanita menangis sepanjang film diputar. Kecuali Silvi, Silvi adalah tipe gadis yang jarang menangis. Tisu terakhir diambil oleh Katy.


"Bagus kan, filmnya?" ucapnya.


"Akting mereka seperti nyata, aku tidak bisa menahan air mataku!" ucap Angel.


"Apalagi backsongnya," imbuh Aryn.


"Kalau aku menangis bukan karena penjiwaan tokoh ataupun backsongnya," ucap Mei.


Para pria terdiam, mereka mendengarkan pembicaraan para wanita.


"Lalu kenapa Miss Mei?" tanya Silvi.


"Kalian tidak lihat wanita itu membuang semua barang-barang yang dikirim si pria?" seru Mei.


"Iya lihat kok, terus kenapa?" tanya Aryn.


"Sayang banget parsel cokelatnya juga dibuang huhuhu!" seru Mei.


"Makanan lagi, makanan lagi!" Zack mengejek.


"Biarin!" Mei menjulurkan lidahnya.


Di saat semua orang sedang bergurau, tiba-tiba Katy merasakan ingin buang air kecil. Tapi ia tidak ingin naik kursi roda karena di sudut ruang tengah ada kamar mandi. Akhirnya ia dibantu oleh Erick untuk ke kamar mandi. Seperti biasa Erick menunggu di depan pintu, karena kamar mandinya tidak sebesar yang ada di kamarnya, jadi Katy menolak untuk ditemani Erick sampai di dalam.


Katy buang air seperti biasa, tidak ada masalah. Sampai saat dia mau membuka pintu, pintunya sedikit macet. Jadi ia menariknya dengan kencang. Tapi tangannya yang menggenggam gagang pintu terlepas, ia jatuh.


"Aarrgghh!" pekik Katy.


Erick langsung membuka pintu kamar mandi. Ia menggendong Katy dan membawanya ke ruang tengah lagi. Katy merasakan sakit di perutnya. Ia sampai mencengkeram lengan Erick karena tidak tahan dengan sakitnya. Erick pun jadi panik.


"Sakit... Perutku sakit...." teriak Katy.


Semua orang terdiam. Lalu mereka mendekati Katy. Suster yang berjaga mendekati Katy karena dipanggil Erick. Wajah suster terlihat cemas saat memegang perut Katy. Apalagi ia melihat sedikit darah mengalir di kaki Katy.


"Apa yang terjadi, pa?" tanya Silvi.


"Mamamu jatuh," jawab Erick.


Deg,


Tidak ada yang berkata-kata lagi, suster mengatakan tidak ada waktu untuk menunggu lagi, Katy harus segera dibawa ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan yang serius. Zack bergegas pergi bersama Frans untuk menyiapkan mobil. Aryn menelpon Dokter Dessy dan rumah sakit agar bersiap.


................


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian! Love you all!

__ADS_1


__ADS_2