
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
....................
Ken berjalan mondar-mandir mengamati keadaan sekitar ruang kerja Angel. Berkali-kali is berjalan melewati ruangan Angel untuk memastikan keamanan rencana mereka nanti. Syukurlah tidak ada penjaga di depan ruangan itu. Tidak lupa ia juga menghapalkan tata letak CCTV di sekitarnya.
Jika aku meretas sistem keamanan kantor ini urusannya pasti akan menjadi panjang. Lebih baik aku kabarin Dave dulu sekalian aku beritahu ide jeniusku!
Kakinya melangkah cepat memasuki toilet. Ia rasa tidak aman jika menelpon di luar. Tanpa menoleh kanan kiri Ken langsung menutup pintu toilet itu. Beruntung Dave langsung mengangkat teleponnya,
"Bagaimana?"
"Tidak aman jika saya meretas keamanan seperti perintah bos, Angel bisa mengendus rencana kita. Saya punya cara alternatif!"
"Katakan!"
"Tolong bos beritahu si Reno untuk tidak mengeluarkan suaranya ketika masuk ke dalam ruangan itu, dan bila perlu berikan dia sedikit parfum yang biasa bos pakai!"
"Kau pasti akan membuat ruangan Angel gelap-gelapan kan?"
"Tet tot! Kurang tepat, nanti saya jelaskan bos wkwkwk!"
"Cepatlah kemari!"
"Ashiap!"
Tut,
Langit-langit toilet dipenuhi tawa jahat Ken yang menggema. Mulut Ken seketika tertutup rapat saat pintu toilet yang ia pakai tiba-tiba ditendang dari luar.
"Keluar lo dasar keparat!" seru seseorang dari luar toilet.
Dug dug dug,
Pintu itu terus ditendang tanpa ampun dari luar. Sebelum pintu toilet itu jebol dan ia yang dituduh, Ken langsung membuka pintu. Seorang wanita yang bersiap menendang pintu itu terkejut melihat pintunya dibuka. Alhasil tendangannya mendarat di bagian bawah milik Ken.
"WTF!" umpat Ken sembari memegangi aset masa depannya.
"Kalau mau latihan karate sana di rumah kek atau di kebon! Aset berharga gua jadi korban kan!" teriak Ken dengan keras hingga membuat semua pengguna toilet mendekati mereka.
"Gimana rasanya? Tendangan gua syahdu kan? Pria keparat macam lo emang pantes gua tendang!" balas wanita itu tidak mau kalah dari Ken.
__ADS_1
"Bener-bener udah sinting nih cewek! Bukannya minta maaf malah ngajak ribut!" tukas Ken.
"Yang sinting tuh lo! Lo nggak liat tulisan segede gajah nemplok di dinding itu? Toilet ini khusus untuk wanita, atau jangan-jangan lo transgender kali ya?" seru wanita itu seraya menatap Ken dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Wajah tampan kelewat batas gini lo bilang transgender? Minus berapa mata lo?" protes Ken.
Mulutnya lemes banget nih cowok, ngatain gua minus segala! Yang model begini nih anggota lambe turah!
"Sialan lo!" wanita itu melepas salah satu sepatunya berniat menimpuk lambe turah milik Ken tapi seseorang menghalanginya.
"Ganteng banget nih sis! Kita selfie dulu kuy!" seru salah satu dari wanita yang sepertinya karyawan di perusahaan ini.
"Yuhuu! Sarangbeo ganteng!" sahut karyawan wanita lain.
"Duh... makan tuh sarangbeo hahaha! Ini pada burem semua matanya! Jelas-jelas pria keparat ini masuk ke dalam toilet wanita eh mereka bukannya marah malah kegirangan! Kayaknya cuma gua yang waras! Mending gua balik kerja biar dapat uang, daripada nunggu mereka berebut foto pria itu!" seru wanita itu melangkah meninggalkan toilet.
Setelah bersusah payah menghindari para fans dadakannya, akhirnya Ken bisa keluar dari toilet itu.
"Cewek sinting itu sudah kabur rupanya! Awas aja jika gua ketemu lo!" keluh Ken.
Ia berjalan meninggalkan kerumunan dengan langkah yang tertatih. Sebenarnya ia sangat malu karena masuk ke dalam toilet wanita. Ia mengira wajah tampannya akan berakhir kena tabok sepatu dari mereka. Tapi ia terkejut para pengguna toilet yang mengerubungnya tidak mengeroyoknya justru meminta foto.
Nasib orang ganteng!
"Maaf, bos! Ada insiden kecil!" jawab Ken yang masih memegangi aset berharganya.
"What happened? Gara-gara lo si Reno hampir mati di pangkuan gua!" seru Dave
"Tadi saya salah masuk toilet bos, junior saya kena tendangan cewek sinting!" jawab Ken menujuk-nunjuk bagaian bawahnya.
"Mamp*s lo! Kualat itu namanya, bikin bos lo nunggu kelamaan!" ledek Dave.
"Maaf, bos! Sekarang waktunya menjalankan rencana! Dimana Reno, dia harus tahu rencana ini!" ucap Ken celingukan mencari Reno.
"Gua ogah dia mati di pangkuan gua, jadi gua suruh dia main solo wkwkwk!" jawab Dave terkekeh.
"Rencananya batal, bos?" sahut Ken.
"Nggak akan batal, gua yakin Reno nggak akan puas kalau cuma solo mah! Tuh lihat aja!" seru Dave.
Benar saja Reno menghampiri mereka dengan keadaan yang memeperihatinkan. Tatapan matanya terlihat sayu, wajahnya merah seperti kepiting rebus.
"Jadi begini..............." bisik Ken di dekat Reno dan Dave.
__ADS_1
"Gua bener-bener nggak salah milih lo jadi asisten gua! That's perfect idea!" puji Dave.
Sesuai rencana, Ken segera menghubungi sekretaris Angel. Ia mengatakan jika Dave mengajak Angel untuk bertemu di hotel Win's Company yang berada tidak jauh dari kantor Angel. Dan benar saja sekretaris Angel mengatakan jika Angel akan sampai lima menit lagi.
"Gercep banget tuh cewek!" lirih Reno dengan suara seraknya.
Mereka bertiga bergegas meluncur menuju hotel. Sebelumnya Ken sudah mengirimkan nomor kamar yang sudah mereka siapkan kepada sekretaris Angel. Dan tentunya sudah disetting sesuai arahan Ken. Ken juga menyiapkan kamar yang berada tepat di sebelah kamar Angel untuk markas darurat mereka. Mereka akan memantau pergerakan Angel melalui CCTV yang sekarang dihubungkan dengan ponsel Ken.
"Sekarang bagian bos!" ucap Ken memberikan arahan saat melihat Angel memasuki kamar itu.
Dave mengacak-acak rambutnya sendiri lalu ia melempar jasnya ke ranjang. Ia mengeluarkan dan membuka tiga kancing kemeja yang dipakainya. Untuk sentuhan terakhir, Dave membasuh wajahnya di wastafel.
"Good," ucap Ken dan Reno serempak.
Awalnya Dave berjalan dengan biasa saja saat keluar dari kamarnya. Lalu di saat ia membuka pintu kamar Angel, ia sengaja membuat cara berjalannya menjadi sempoyongan.
"Angel! Come here, baby!" seru Dave dengan suara yang dibuat serak-serak gurih nyoi.
Angel kegirangan mendengar Dave memanggilnya dengan begitu mesra. Ia bergegas menghampiri dan memapah Dave ke ranjang. Dave sedikit terkejut karena rupanya Angel telah berganti busana dengan pakaian yang sangat minim. Ia hanyalah manusia biasa, ia memalingkan wajahnya agar tidak menatap tubuh Angel. Beruntung wajah Aryn selalu terbayang di kepalanya.
Ketika Angel sibuk memapah Dave, Reno masuk ke dalam kamar itu secara diam-diam. Pencahayaan kamar yang minim mendukung aksi gerilya Reno. Ia berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar mandi. Ia hanya tinggal menunggu gilirannya.
"Aku mencintaimu, Dave!" lirih Angel yang mulai menjelajahi leher Dave.
Sebelum bibir kotor wanita itu mengenai kulitnya, Dave menghentikan aksi Angel itu.
"Kenapa? Bukankah kau sudah tidak tahan lagi?" sahut Angel yang melingkarkan tangannya di leher Dave.
"Aku suka permainan yang menantang!" jawab Dave dengan suara seraknya.
"Aku pasti juga akan menyukainya, Dave!" sahut Angel.
Dave mendorong Angel ke ranjang dengan kasar. Ia mengambil tali yang sudah ia siapkan dan mengikat kedua tangan Angel menjadi satu. Angel tidak sadar jika Dave mengerjainya, ia justru tertawa senang. Lalu Dave mematikan lampu dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Giliranmu!" bisik Dave pada Reno.
Reno mengangguk lalu ia memakai topengnya. Dengan cekatan ia melangkah keluar dari kamar mandi, mungkin karena sudah tidak tahan. Ia berhenti sejenak di depan ranjang menatap Angel. Hebatnya, Angel tidak mencurigai Reno. Jelas saja, Reno menggunakan pakaian yang sama dengan Dave, dandanan, dan belahan rambut yang sama. Bahkan ia juga menggunakan parfum yang sama dengan Dave.
"Rasain tuh!" ucap Dave lirih, ia diam-diam meninggalkan kamar itu dengan senyum kemenangan.
......................
Waduh... kira-kira gimana reaksi Angel nanti ya? Reno ketahuan atau tidak, apa jangan-jangan akan ada pahlawan untuk Angel yang menyelamatkannya?
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya!