Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
CEMBURU?


__ADS_3

WARNING:


SEBELUM LANJUT MEMBACA DIWAJIBKAN UNTUK RATE, VOTE, LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTAR SESUKA KALIAN.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT UNTUK AUTHOR.


HAPPY READING 😘


.............................


Dada Aryn terasa sesak, ia memang mengetahui jika Dave bergonta-ganti wanita. Tapi entah mengapa perkataan Viny membuatnya merasa sakit hati dan memikirkan sudah berapa banyak wanita yang Dave tiduri. Silvi mengetahui ekspresi Silvi yang berubah seketika, ia juga melihat bulir air mata yang tertahan di pelupuk matanya. Ia menggenggam erat tangan kakak iparnya dan berusaha meyakinkannya.


Aryn hanya mengaduk-aduk makanan di hadapannya. Selera makannya lenyap begitu saja. Sepanjang perjalanan pulang pun ia hanya terdiam menatap ke luar jendela, hanya sesekali menjawab obrolan Silvi dengan singkat.


"Bagaimana belanjanya?" seru Dave menyambut istri dan adiknya.


"Aku masuk dulu," sahut Aryn dengan raut wajah judes pada Dave.


"Kau kenapa?" tanya Dave.


"Tidak kenapa-kenapa," jawab Aryn yang melangkah meninggalkan Dave.


Dave hanya menatap bingung Aryn yang berjalan cepat menuju lift.


"Aryn kenapa?' tanya Dave kebingungan.


"Tanya saja sendiri," jawab Silvi yang cuek bebek dengan kakaknya, ia mengistirahatkan otot-ototnya di sofa empuk ruang tengah.


"Dasar wanita, semuanya sama saja! Sudah baik-baik ditanya ada apa, jawabannya tidak kenapa-kenapa tapi raut wajah dan nya terlihat sedang marah. Sepertinya aku juga harus kursus ilmu kedukunan," keluh Dave yang menyusul Aryn ke kamar mereka.


Berkali-kali Dave mengetuk pintu, tapi Aryn tidak kunjung membukakan pintu. Sebenarnya ia bisa saja membuka pintu itu, karena ia tahu kodenya. Hanya Dave tidak ingin memperburuk situasi, ia akan memberi waktu Aryn untuk menenangkan diri. Dave melangkah pergi menuju ruang kerjanya.


"Huft..." Dave duduk di kursi kebesarannya.


Tangan kirinya memijat pelipisnya. Dave mengambil ponsel dari sakunya, rupanya Doni mengirim beberapa foto dan file. Ia tidak membuka ponselnya sejak pagi. Kedua matanya membelalak lebar saat membaca file yang dikirim Doni. Ternyata Dion adalah putra kandung Andrew. Penyerangan yang dilakukan Dion sudah pasti untuk membalaskan kematian ayahnya.


Ada penyesalan di dalam lubuk hati Dave. Bagaimana bisa ia tidak tahu jika pria yang menikahi Elsa adalah pria b******* seperti Dion? Jika dulu sebelum Elsa dan Dion menikah ia mendengarkan nasihat teman-temannya untuk menyelidiki Dion terlebih dahulu, pasti sekarang ia hidup bahagia dengan Elsa.


"Arrgghhh!" teriak Dave.

__ADS_1


"Stop it, Dave! Aku harus berhenti memikirkan Elsa, sekarang sudah jelas semuanya! Inilah takdirku! Sekarang aku mempunyai Aryn, dialah istriku!" maki Dave pada dirinya sendiri.


Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui bagaimana kehidupannya di masa mendatang. Rezeki, jodoh, dan maut seseorang sudah digariskan. Ia yakin Aryn adalah jodoh yang disiapkan untuknya. Dave mengakui jika ia sudah tidak mempunyai perasaan untuk mantannya, beberapa hari belakangan ini hanya Aryn yang memenuhi pikirannya.


Dave menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya. Ia melanjutkan membaca file yang dikirim Doni. Doni memang bisa diandalkan, sekarang ia bisa mengetahui keberadaan Dion. Dave tersenyum sinis, sudah saatnya Dion mendapat balasan dari setiap perbuatannya. Ia akan menyerang Dion bukan karena Dion sudah menyakiti Elsa, tapi karena Dion melakukan penyerangan pada sahabat dan istrinya. Dave memutuskan untuk tidak mengurusi masalah Elsa.


Tok...tok...tok


Ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Dave yang membaca file.


"Masuk!" seru Dave yang tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


Ken meembuka pintu lalu masuk ke dalam ruang kerja Dave diikuti oleh pengawal yang ditugaskan Dave mengikuti Silvi dan Aryn.


"Katakan!" seru Dave.


"Mereka akan melaporkan hal penting, bos! Mobil Nona Silvi diserempet," sahut Ken.


"Siapa?" tanya Dave melirik kedua pengawal yang berdiri di depan mejanya.


"Maaf, tuan! Kami tidak berhasil mengejar mobil itu. Tadi saya sempat mengingat nomor plat mobilnya, tapi plat mobil hitam itu plat bodong!" jawab salah satu pengawal.


Plak,


"Sia-sia aku menggajimu mahal! Mengejar mobil itu saja tidak bisa! Cih!" seru Dave.


"Menurut saya, mobil itu sengaja disuruh untuk mencelakai Nona Silvi dan Aryn, bos! Karena mobil itu menggunakan nomor bodong dan langsung melarikan diri, penyerempetan itu terencana. Bos harus lebih waspada sekarang!" sahut Ken.


"Aku juga berpikir sepertimu! Aku ingin tahu siapa musuhku Kali ini, apakah Dion lagi atau orang lain? aku akan menunggu hingga dia keluar sendiri dari persembunyiannya!" jawab Dave dengan senyum seringai.


"Maaf, tuan! Ada masalah lain yang tidak kalah berbahaya!" ucap pengawalnya.


"Katakan!" seru Dave yang kembali duduk di kursinya.


"Sesuai perintah anda, kami berdua mengikuti kemanapun Nona Silvi dan Nona Aryn pergi hari ini. Dan saat mereka berada di restoran mall, seorang wanita menghampiri mereka. Mereka terlihat berdebat, hingga membuat Nona Aryn terlihat sedih! Yang saya dengar nama wanita itu adalah Viny, dia mengaku merindukan olahraga malam dengan anda. Setelah kejadian itu, Nona Aryn terlihat sangat sedih dan murung, tuan!" ucap pengawal Dave.


"Viny? Kau kenal Viny, Ken?" tanya Dave.


"Saya tidak tahu, bos!" jawab Ken.

__ADS_1


"Apakah aku pernah menidurinya? Aish, aku tidak mengingat semua wanita yang pernah menemaniku!" seru Dave.


"Apakah wanita itu mengatakan hal lain?" tanya Dave.


"Wanita itu mengatakan jika dia penah anda bawa pulang ke mansion!" jawab pengawal Dave.


"Pasti wanita itu model yang dulu numpang tenar, bos! Kalau tidak salah dari Zk Entertainment, waktu itu dia selalu mengikuti bos!" sahut Ken.


Wanita-wanita yang mendekati Dave cantik dan seksi. Tidak sedikit dari mereka adalah pablic figur dan model baru yang numpang tenar. Karena wajahnya yang tampan, kedudukan, dan harta yang dimiliki Dave, para wanita itu rela menyerahkan tubuhnya.


"Bagus sekali kau mengingatnya, Ken! Perusahaan itu milik Zack, bukan? Aku akan mengurus jal*ng itu nanti! Lalu kenapa Aryn terlihat sedih?" tanya Dave.


Ken menepuk jidatnya sendiri. Ia memang tidak berpengalaman mengenai wanita. Karena pekerjaannya sangat banyak, bahkan sering melebur. Dave juga jarang memberikan libur untuknya, jadi untuk berkenalan dengan wanita saja ia tidak mempunyai waktu. Tapi Ken tidak sebodoh Dave yang tidak bisa mengerti jika Aryn sedang merasa cemburu.


"Apakah bos benar-benar tidak mengerti?" tanya Ken.


"Sudah jawab saja, kenapa Aryn terlihat sedih? Jangan berbasa-basi!" seru Dave.


Ken memberi isyarat untuk kedua pengawal tadi untuk meninggalkan ruang kerja Dave.


"Menurut saya, Nona Aryn sedang cemburu!" seru Ken.


"Cemburu? Aryn cemburu? Kenapa dia cemburu?" tanya Dave.


"Ya, begitulah bos! Wanita itu mengatakan jika dia merindukan berolahraga malam bersama bos! Sebagai seorang wanita sekaligus istri, dia pasti sakit hati mendengar ucapan wanita lain yang mengatakan hal itu! Secara tidak langsung dia juga pasti memikirkan masa lalu bos yang meniduri banyak wanita! Apalagi Nona Aryn dan bos baru memulai hubungan ini, bisa-bisa Nona Aryn meragukan bos lagi!" Ken berusaha menjelaskan.


"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Dave.


"Bos jelaskan pada Nona Aryn, yakinkan jika bos sudah tidak seperti dulu lagi! Katakan jika hanya Nona Aryn yang berhak atas bos!" ucap Ken.


"Cepat-cepatlah menikah, aku akan membantumu untuk menemukan jodohmu! Kau pandai sekali, aku akan menemui Aryn!" seru Dave yang beranjak dari kursinya.


"Izinkan saya berlibur saja, bos! Itu sudah sangat membantu!" sahut Ken.


"Baiklah! Kau bahkan bisa libur selamanya! Oh iya, pantau terus pergerakan musuh!" seru Dave yang berjalan keluar ruang kerjanya.


"Gimana mau dapet jodoh kalau setiap hari hanya berkeliaran di kantor dan mansion ini?" gumam Ken.


...............

__ADS_1


Maaf ya readers tercintaku kalau up nya lama...


Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Love you All ❤️


__ADS_2