Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
JEBAKAN PART 1


__ADS_3

Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!


Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅


................................


"Cheers!" seru semua orang serempak.


Sudut mata Angel diam-diam mengamati Dave yang meneguk habis minuman di gelasnya. Angel tersenyum smirk, rencananya pasti berhasil hari ini.


Dave tidak sengaja melihat Angel meliriknya, ia sengaja tersenyum kepada Angel. Hingga membuat Angel salah tingkah.


"Aduh," keluh Dave.


Ia membuka kancing paling atas kemejanya, juga mengendorkan dasinya. Dave terlihat menggibaskan kemejanya.


Bagus, tubuh Dave mulai bereaksi! Sebentar lagi kau akan menjadi milikku dan ayah dari bayi ini.


Angel tersenyum sinis memandangi Dave yang mulai kepanasan. Ia membenahi pakaiannya beberapa kali di hadapan Dave. Tentunya ia sengaja melakukannya agar Dave tertarik.


"Auw, jatuh deh!" ucap Angel dengan manja setelah menjatuhkan bolpen dari atas meja.


Ia pun menunduk untuk mengambil bolpen tersebut. Karena posisi kursi Angel dan Dave yang sama-sama di ujung meja meeting membuat Dave melihat pemandangan yang seharusnya tidak boleh ia lihat. Sadar diperhatikan oleh Dave, Angel justru sengaja lebih menunduk hingga memperlihatkan belahan dadanya. Dave langsung mengalihkan pandangannya, ia teringat Aryn.


Ingat istrimu menunggu di rumah, Dave! Dasar jal*ng! Dia pasti sengaja melakukannya!


Sesaat kemudian Angel meraih bolpen tersebut. Tapi ia mampir untuk mengusap kaki Dave dengan bolpen tersebut. Dave benar-benar merasa tidak nyaman dengan perlakuan Angel itu. Ia menghentakkan kakinya sembari tetap mengibaskan kemejanya. Alhasil Angel mengakhiri kegiatan bodohnya.


Nih cewek bener-bener nggak punya otak! Harga sembako aja naik terus, masa harga dirinya malah ambles dibawah harga pasaran sih!


Ken menatap nyalang Angel, kedua tangannya mengepal. Dave menyenggol sikunya berkali-kali,


"Kenapa badanku panas begini, Ken? Aku sudah tidak tahan!" keluh Dave dengan suara serak yang dibuat-buatnya.


Bahkan sekarang dia sangat lebay dan pandai berakting! Dasar drama king!


"Aku ingin segera meninggalkan kota ini, siapkan semuanya!" perintah Dave.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Ken langsung beranjak dari kursinya. Ia meninggalkan ruang meeting. Angel berjalan perlahan mendekati Dave yang terlihat gelisah. Ia duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Ken.


"Apakah kau baik-baik saja, Dave?" tanya Angel dengan membelai pipi Dave.


"Iy...iya... aku baik-baik saja!" jawab Dave yang langsung memalingkan wajahnya.


"Aku yakin kau membutuhkanku sekarang, babe! Aku tunggu kau di ruang kerjaku! Masuklah ke dalam ruangan samping toilet!" bisik Angel di samping telinga Dave dengan mengedipkan sebelah matanya, ia berjalan perlahan meninggalkan ruang meeting.


Dave tersenyum sinis menatap kepergian Angel. Lalu ia melirik Reno yang hanya terhalang kursi Ken. Ia dapat melihat dengan jelas wajah Reno memerah seperti menahan sesuatu. Reno terlihat mengendorkan dasinya, keringat dingin mengalir di dahinya. Raut wajahnya juga terlihat sangat gelisah.


"Wanita licik sepertimu memang harus diberi pelajaran dengan cara yang licik juga!" lirih Dave.


Semua orang terlihat mengobrol santai, hanya Reno yang diam di kursinya. Dave bergeser duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Ken.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Dave.


"Anu, tuan! Saya..." jawab Reno gugup.


"Tubuhmu menegang dan terasa panas? Itu reaksi dari obat perangsang!" jawab Dave dengan enteng.


"WHAT???? Maaf tuan, tapi bagaimana tuan bisa tahu?"


Flashback on


Angel keluar dari ruang meeting dengan tergesa-gesa. Ia segera menemui office boy yang sedang menyiapkan minuman dan makanan ringan sesuai perintahnya.


"Aku yakin pasti akan berhasil," gumam Angel yang menaburkan serbuk ke dalam salah satu gelas itu.


Sang office boy tentu tidak berani menegur perbuatan yang dilakukan atasannya. Ia terus menundukkan kepalanya.


"Pastikan Dave yang mendapat gelas ini! Kau dengar itu?" seru Angel.


"Ba...ba...baik nona!" jawab office boy.


Tidak lama kemudian, Angel masuk ke dalam ruangan dengan beberapa office boy yang mengekor di belakangnya. Masing-masing office boy itu membawa gelas-gelas yang berisi minuman bersoda dan makanan ringan.


Ketika office boy suruhan Angel memberikan gelas milik Dave, Dave langsung menatap curiga gelas dihadapannya. Ia tahu betul siapa Angel dan bagaimana wataknya.

__ADS_1


"Aku seperti mencium aroma kelicikan, apakah kau juga menciumnya, Ken?" bisik Dave.


"Saya tidak bisa mencium apapun, bos! Hanya aroma soda biasa!" jawab Ken setengah berbisik.


Dave mendengus mendengar jawaban dari Ken, "Bukan seperti itu maksudku, aku curiga ada rencana tersembunyi dari pesta-pestaan ini!" bisik Dave.


"Bisa jadi, bos! Biar aman bos minum punya saya saja!" ucap Ken sembari mengamati sekelilingnya.


"Terus kau mau minum milikku? Jangan! Terlalu berisiko, minuman itu memang tidak mungkin dicampur racun. Tapi jika isinya obat perangsang bisa mati kau kalau tidak segera disalurkan! Secara kau ini jomblo alias tidak punya pasangan ckckck! Kalau isinya obat tidur, gua ogah gendong lo!" ucap Dave.


Lama-kelamaan Dave makin rese!


"Saya tidak sebodoh itu meminum minuman itu tanpa memikirkan risikonya dulu, akan saya tukar dulu dengan milik si Reno!" ucap Ken yang melirik manager perusahaan Dave yang bernama Reno.


"Seperti biasa, kau pandai sekali!" puji Dave.


"Sayang masih saja jomblo," ledek Dave.


Ken mendengus kesal, baru saja ia akan terbang ke syurga karena dipuji Dave tapi langsung dijatuhkan sampai membentur batu nisan, sakit.


Kata orang cinta bisa merubah seseorang dari yang sukanya nikung kembali ke jalan yang lurus, dari yang kejam menjadi orang yang lebih baik. Tapi kasus Dave ini benar-benar melenceng. Emang sih jadi lebih manis, sepertinya juga sudah positif bucin. Tapi Dave yang dulu sedingin dan sedatar tembok toilet malah menjadi Dave yang serese dan serempong ibu-ibu sein kanan belok ke kiri. Ampun bang jago!


Ketika semua orang di ruangan itu lengah, termasuk Angel. Dave sengaja mengobrol dengan Reno. Di saat itulah Ken menukar gelas yang tadi berada di hadapan Dave dengan milik Reno. Ken menyenggol siku Dave ketika misinya berhasil.


Flashback off


Reno menatap sendu Dave. Ia hapal watak atasannya itu, kali ini Dave kelewat batas. Tapi yang namanya bawahan tidak akan bisa melawan kehendak atasannya. Sekarang tubuhnya bereaksi tehadap obat itu, artinya ia harus menyalurkan hasratnya. Atau jika tidak ia akan kehilangan nyawanya seperti dalam berita yang ia baca tempo hari.


"Sekarang apa yang harus saya lakukan? Saya sudah tidak tahan lagi, tuan! Saya juga tidak ingin mati konyol karena tidak dapat menyalurkan hasrat saya, tuan!" protes Reno.


"Tenang, kau tidak akan mati muda dengan cara yang konyol seperti itu! Aku sudah menyiapkan rencana untukmu!" jawab Dave yang tersenyum sinis.


Dave membisikkan rencana yang sudah ia atur sedemikian rupa dengan Ken tadi. Reno mengangguk paham. Sebenarnya ia tidak ingin ikut andil dalam rencana jahat Dave, tapi demi juniornya ia akan melakukannya.


...............


Hayo rencana apa Dave? Pasti aneh-aneh nih......

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya!


__ADS_2