Psikopat Bucin

Psikopat Bucin
AKU TAHU KAMU CEMBURU


__ADS_3

Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!


Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅


.......................


Ruang tengah mansion Dave terdengar gaduh setelah kedatangan Reza. Reza datang ke mansion untuk memberikan laporan bulanan kepada Dave, berhubung Dave belum pulang jadi ia memutuskan untuk menunggu sekaligus bermain ular tangga bersama Aryn dan Silvi. Jarang-jarang ia bisa mengobrol dengan Aryn seperti ini, karena kalau Dave di mansion pasti Dave akan menghalanginya.


"Jangan curang, kak! Kakak berhentinya pas di kepala ular jadi pion kakak turun!" protes Silvi.


"Bukannya naik, tadi Aryn naik!" balas Reza tidak terima dipanggil curang.


"Jelas Kak Aryn naik, kan pion Kak Aryn berhentinya pas di tangga ya jadi naik! Kalau kakak harusnya turun karena pion kakak dimakan ularnya!" seru Silvi yang menggerakkan pion Reza.


"Stop stop! Bagaimana ularnya bisa makan pionku? Lihatlah, mulut ular itu tertutup! Jadi pionku selamat dong!" protes Reza.


"Males ah main sama Kak Reza!" seru Silvi yang mencebikkan bibirnya ke depan.


"Udah deh kalian jangan ribut terus! Lihat nih aku menang!" ucap Aryn bangga karena pionnya sudah sampai di angka 100.


"Wah wah, kamu menang melawan Silvi!" seru Dave yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


Reza, Aryn, dan Silvi serempak menoleh ke sumber suara. Terlihat Dave berdiri di belakang mereka menenteng delapan paper bag. Tidak jauh dari Dave berdiri, Ken tampak kelelahan menenteng koper milik Dave dan beberapa berkas di tangannya. Reza memutar bola matanya malas.


Kenapa Dave sudah pulang? Padahal gua masih pengen bersama Aryn. Kalau di lihat-lihat Dave berubah drastis, yang biasanya datar kayak aspal sekarang cengar-cengir kayak orang sinting! Apakah Dave benar-benar sudah mencintai Aryn?


Tapi bukannya senang, Aryn terlihat murung.


"Apa aku melakukan kesalahan, Ken?" bisik Dave yang menyikut Ken.


"Saya rasa tidak, bos!" jawab Ken dengan berbisik juga.


"Tapi lihatlah, bukankah wajahnya terlihat kusut seperti kemejamu itu!"


"Coba cek ponsel bos!" Ken memberikan usul kepada Dave.


"Untuk apa?" tanya Dave polos.


"Coba bos cek dulu," jawab Ken.


Dave memutar kedua bola matanya malas, ia merogoh ponsel dari saku celananya.


"Apakah ada notifikasi pesan atau panggilan masuk dari Aryn?" tanya Ken.


"Tidak ada," jawab Dave singkat.


"Biasanya cewek ngambek karena pesan atau teleponnya tidak dijawab bos!" sahut Ken.


"Loh Babang Samuel kesini juga, ish sama wanita ular lagi!" seru Silvi melihat Samuel dan Angel berdiri di sudut ruang tengah.

__ADS_1


"Kenapa wanita itu datang kemari? Apakah dia masih terobsesi untuk mendapatkan Dave? Pakaiannya sangat terbuka, dia pasti sengaja ingin menggoda Dave!" gumam Aryn dengan lirih hingga tidak ada yang mendengarnya.


Angel mengepalkan kedua tangannya, telinganya terasa panas mendengar Silvi yang memanggilnya sebagai wanita ular.


Dave menoleh ke belakang, ia memberikan isyarat kepada Samuel dan Angel untuk mendekat. Ia memutuskan untuk mengizinkan Samuel dan Angel tinggal di mansionnya. Karena Samuel membutuhkan waktu untuk meminta restu dari orang tuanya. Selain itu, ia juga harus menghadapi ayah Angel. Ia tahu Hans akan berbuat apapun untuk tetap menjodohkan putrinya dengan Dave. Rencananya mereka berdua akan menikah diam-diam jika orang tua mereka tidak merestui. Dan mansion Dave lah tempat teraman untuk mereka.


Dave tersenyum kecut, sudah pasti Aryn murung karena melihat Angel ikut pulang ke mansionnya.


Aku tahu kamu sedang cemburu sekarang, sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan perasaanmu Aryn! Akan aku pastikan tujuh hari lagi kamu akan menerimaku dan menyatakan cinta kepadaku.


"Samuel dan Angel akan tinggal di sini untuk beberapa hari sampai tanggal pernikahan mereka ditentukan!" seru Dave menjawab rasa penasaran mereka.


"Tanggal pernikahan?" sahut Reza, Silvi, dan Aryn serempak.


"Iya tanggal pernikahan! Apakah ada yang salah? Mereka berdua akan segera menikah," tanya Dave.


"Menikah?" sahut Reza, Silvi, dan Aryn serempak lagi.


"Iya, mereka akan menikah di sini!" jawab Dave.


"Di sini?" seru Reza, Silvi, dan Aryn serempak.


"Aish, kalian ini benar-benar menggemaskan! Biasa aja dong kagetnya, menjawab saja sampai kompak seperti itu. Besok gua nggak akan ngundang gues star untuk acara pernikahan, cukup kalian bertiga saja! Aku yakin kalian sudah bergabung dalam kur wkwkwk!" seru Samuel terkekeh.


"Brengs*k lo, Sam! Ini lo beneran yakin menikah dengan si Angel? Bukan prank, kan?" sahut Reza bersungut-sungut.


"Kalau buru-buru gini gua yakin kalian menikah karena kecelakaan, kan?" tanya Reza.


"Kecelakaan apa Babang Samuel?" tanya Silvi kepo.


Silvi memang selalu memanggil Samuel dengan sebutan Babang Samuel. Silvi melakukannya bukan tanpa alasan. Karena ia sering mendegar Samuel menggombali wanita dengan menyebut namanya sendiri dengan tambahan 'Babang'.


"Kecelakaan yang disengaja hingga membuat keduanya mabuk kepayang dan terbang melayang alias lupa daratan!" sahut Reza.


"Enak dong kecelakaannya!" celetuk Silvi yang membuat semua orang terkekeh.


"Enaknya mah pas ngelakuinnya aja, kalau udah isi gini jadi sengsara!" seru Reza terkekeh.


"Lo dapet bocoran darimana kalau udah isi?" tanya Samuel.


"Udah ketebak keles! Gua tahu lo memanfaatkan hukuman itu dan rajin bikin kan?" seru Reza.


"Isi apa kak? Terus emangnya Babang Sam rajin bikin apaan kak?" tanya Silvi.


Reza menghela napasnya dengan kasar. Ia kehabisan ide untuk menanggapi rasa penasaran Silvi yang over dosis itu.


"Sabar... nih sepatuku!" ucap Samuel menujuk-nunjuk sepatunya.


"Jahat lo! Dia masih kecil jadi sinyal otaknya belum nyampe, jadi nggak usah kasar sama dia! Pake nyodorin sepatu segala, buat nimpuk gitu?" seru Reza bersungut-sungut.

__ADS_1


"Gua cuma mau kasih tahu aja tali sepatu gua lepas!" ucap Samuel membela diri karena Dave sedang mengamatinya, ia masih ingin menikmati hidupnya.


"Nggak jelas lo!" protes Reza.


"Sudahlah, Silvi! Pendam rasa penasaranmu itu dalam-dalam, kamu belum cukup umur untuk memahami situasi ini! Reza sejak tadi hanya mengerjaimu saja, lebih baik kamu cuci kaki lalu tidur deh!" sahut Samuel.


Silvi mencebikkan bibirnya, dengan berat hati ia berjalan meninggalkan ruang tengah. Beberapa saat kemudian, Aryn juga berjalan meninggalkan ruang tengah.


Perih mataku melihat wanita yang telah menghinaku di acara makan malam dengan mertuaku dulu! Semoga saja dia benar-benar akan menikah dengan Samuel, dengan begitu dia tidak akan melirik suami orang lagi.


Melihat tingkah Aryn membuat Dave semakin gemas saja. Ia segera berlari menyusul istrinya dengan membawa empat paper bag yang berisi buah tangan untuk Aryn. Sementara empat paper bag lainnya ia berikan kepada Ken untuk diantarkan ke kamar Silvi.


"Dave ngapain sih ngejar wanita murahan itu!" keluh Angel di dalam hatinya.


Sementara Reza, ia memandang Aryn sampai masuk ke dalam lift berikut dengan Dave. Dadanya selalu terasa sesak jika melihat kebersamaan mereka. Terlebih jika ia melihat tatapan penuh cinta di kedua mata Dave. Rasanya ada berton-ton batu bertumpuk di atas dadanya, terasa sangat sesak.


"Lo kenapa liat Aryn sampai segitunya? Awas jangan sampai naksir lo!" Samuel menepuk pundak Reza.


"Ya enggak lah!" ucap Reza.


"Menurut pengamatan gua, cara lo berbicara dengan Aryn itu berbeda kayak ada manis-manisnya gitu! Apalagi cara lo melihat dia, kayak ada getaran-getarannya gitu!" lirih Samuel di dekat Reza.


"Apaan sih, Sam! Gua nggak suka sama Aryn!" elak Reza.


"Yang bilang kalau lo suka Aryn siapa? Gua kan cuma menjelaskan hasil pengamatan gua selama ini, gua nggak ada bilang kalau lo suka dia ya!" ledek Samuel.


"Sialan lo!"


Reza mendorong bahu Samuel hingga Angel ikut terdorong dengan cukup keras.


Bug,


Beruntung Samuel segera menahan tubuh Angel, tangannya memeluk pinggang Angel dari samping. Pandangan mereka bertemu untuk beberapa detik.


Kalau dilihat baik-baik, lumayan sih nih cewek!


"Duh maaf ya calon keponakanku, unclemu ini tidak sengaja mendorong papamu wkwkwk!" seru Reza yang langsung kabur dari hadapan Samuel.


"Awas lo, Za! Gua gantung lo di atas pohon naganya Silvi!" teriak Samuel.


"Ampun papa!" ledek Reza.


"Ada yang sakit nggak?" tanya Samuel yang membuat Angel menatapnya tanpa berkedip.


Jadi begini rasanya diperhatikan oleh seseorang,


..............


Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Love you All ❤️

__ADS_1


__ADS_2