
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduanš
..............................
Sebuah pesawat Dassault Falcon 900LX mendarat dengan mulus di bandara kota F. Dave keluar dari pesawat dengan langkah tegap menuruni anak tangga. Sementara Ken mengekor dibelakangnya dengan membawa berkas dan iPad ditangannya. Sesekali ia terlihat sibuk mengangkat telepon dan mengotak-atik iPad.
"Silahkan, tuan!" ucap seorang sopir yang membukakkan pintu mobil untuk Dave dan Ken.
Dave langsung masuk ke dalam mobil berwarna silver itu tanpa merespon sang sopir.
"Terima kasih," lirih Ken saat masuk ke dalam mobil.
Berbeda dengan Dave, Ken memang lebih ramah.
Mobil itu melesat dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalanan kota. Untuk sesaat, Dave teringat saran Zack. Zack pernah berkata: Bahwa wanita akan sangat bahagia jika pasangan mereka sering memberikan kabar. Untuk itu Dave mengambil ponsel dari sakunya. Dengan cekatan ia mengirimkan pesan singkat kepada Aryn.
To: Istriku
Aku sudah sampai dengan selamat, sayang! Aku merindukanmu!
Setelah mengirim pesan singkat itu Dave tertawa sendiri. Ia masih belum percaya jika ia bersikap semanis itu dengan wanita. Yeah! Terakhir kali ia bersikap manis hanya kepada Elsa. Tapi sekarang semuanya sudah berubah. Dan Aryn lah yang membuatnya berubah.
"Dave benar-benar mulai somplak, sejak tadi senyum-senyum sendiri! Untung dia bos!" batin Ken.
Di waktu yang bersamaan, Aryn yang sedang memainkan ponselnya bergegas membuka pesan yang baru saja masuk. Aryn mengerinyitkan dahinya saat melihat pengirim pesan itu bernama "Suamiku" dan diberi emoji 3 buah love.
Ketika Aryn mendapatkan ponsel dari Dave, ponsel itu sudah siap digunakan. Ada beberapa aplikasi yang telah diinstal. Tentu Dave juga yang mengaturnya, kontak yang ia miliki hanya 3 saja. Kontak milik Silvi, Ken, dan Dave tentunya. Jadi pasti Dave yang menulis nama kontaknya sendiri.
Deg,
Aryn memandangi layar ponselnya dengan wajahnya yang berseri-seri. Ia bahkan membaca pesan Dave berulang kali.
"Astaga! Apa yang terjadi padaku? Sudah berpuluh-puluh kali aku membaca pesan ini," gumam Aryn.
Lantas ia mengirimkan balasan untuk pesan Dave. Tapi tidak semanis seperti pesan yang Dave kirim untuknya. Ia masih merasa gengsi untuk melakukannya. Ia ingin tahu seberapa seriuskah Dave kepadanya.
To: Suamiku
Okay!
__ADS_1
"Singkat, jelas, dan padat!" gumam Aryn cekikikan.
Dengan cepat ia menutup aplikasi pesan itu, lalu ia melanjutkan untuk menonton video di ponselnya. Niat hati ingin bermain sosial media seperti anak muda di luar sana tapi Dave melarangnya. Jadi yang bisa ia lakukan di ponselnya hanya menonton video, mengambil gambar, atau berkirim pesan.
........................
Di waktu yang sama, di dalam sebuah gedung pencakar langit. Dave memepet Ken di dalam sebuah toilet.
"Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? Bagaimana bisa kita tidak tahu jika Angel pimpinan di perusahaan itu?" ucap Dave dengan penuh penegasan.
"Maaf, bos! Kemarin setahu saya yang akan hadir dari pihak perusahaan itu orang lain. Dan identitas pemilik perusahaan itu memang dirahasiakan sejak lama!" jawab Ken dengan gugup.
Tidak hanya Dave yang terkejut dengan kehadiran Angel sebagai pimpinan dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya dalam meeting hari ini, Ken pun terkejut. Mereka sudah menganggap remeh Angel, tapi ternyata wanita j***ng itu memimpin perusahaan yang lumayan. Dan sekarang mereka berdua berada di dalam gedung milik perusahaan Angel, sungguh sulit untuk dipercaya. Tentu perusahaan ini pasti bagian dari perusahaan Hans.
"Sialan!" umpat Dave.
Ting,
Kemarahan Dave redam setelah melihat notifikasi pesan masuk dari Aryn. Seketika wajahnya dihiasi senyum manisnya.
"Errr... kejudesanmu membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkanmu!" gumam Dave.
Ken mengerinyitkan dahinya, ia menatap Dave berkali-kali. Dave yang semula terlihat garang seperti seekor harimau jantan yang kelaparan berubah menjadi seekor kucing menggemaskan hanya karena mendapatkan sebuah pesan.
Dave lantas keluar dari toilet meninggalkan Ken yang masih dibuat bingung dengan perubahan sikap Dave. Ia kembali mendudukan bokongnya di kursi yang disediakan, berada persis di hadapan Angel yang menggunakan blouse pink dengan belahan yang rendah. Sepertinya Angel sengaja berpakaian seperti itu untuk mengundang perhatian dari Dave.
"Istri saya mengirimkan pesan. Dia memang sangat manis, pesannya mampu membuat saya lebih bersemangat untuk cepat pulang! Mari kita lanjutkan!" ucap Dave.
Ken memiringkan kepalanya, menatap lekat-lekat bosnya itu.
"Sepertinya tadi kepalanya tidak terbentur apapun," batin Ken.
Bug,
"Aduh!" keluh Ken.
Kepala Ken terbentur meja di hadapannya, Karena terlalu fokus memiringkan kepala memperhatikan Dave yang duduk di sampingnya.
Semua mata memandang Ken dengan tatapan datar.
"Maaf," ucap Ken dengan cengar-cengir.
__ADS_1
Lalu semua mata berganti memandang Dave dengan bingung. Bahkan beberapa staf berbisik-bisik di ujung meja. Mereka sangat terkejut dengan perubahan sikap Dave yang tiba-tiba tidak kaku seperti tembok toilet lagi. Lain halnya dengan Angel, aura kebencian terlihat jelas di wajahnya. Tangan kanannya meremas ujung bajunya. Sesaat kemudian, ia menampilkan senyum manisnya.
"Kita lihat saja nanti, Dave!" batin Angel.
Meeting berlanjut dengan suasana yang berbeda, karena Dave tidak berhenti sedetikpun menampilkan senyum mautnya. Pikirannya tidak berada pada meetingnya, melainkan mengembara ke tempat dimana Aryn berada. Ia terus saja membayangkan kejadian di kamar pagi tadi, di saat ia mencium bibir Aryn. Setiap karyawannya yang menanyakan pendapat Dave setelah presentasi, Dave hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Bos," seru Ken saat meeting telah berakhir.
"Hemm," jawab Dave.
"Bos benar-benar positif," ucap Ken.
"Positif apa maksudmu?" tanya Dave.
"Positif bucin!" seru Ken yang sudah bersiap untuk berlari keluar jika Dave akan menghajarnya.
"Bucin itu apa?" tapi ternyata Dave justru bertanya balik.
Ken lagi-lagi hanya menepuk jidatnya sendiri. Akhirnya ia menjelaskannya kepada Dave.
"Tapi Ken, aku rasa aku tidak separah itu?" ucap Dave.
Ken hanya mengangkat kedua bahunya. Tiba-tiba semua karyawan dan petinggi perusahaan yang mengikuti meeting kembali masuk ke dalam ruangan. Ken terlihat bingung, karena seingatnya sekarang meeting sudah selesai.
"Ada apa ini?" tanya Ken.
"Nona Angel meminta kami kembali masuk ke sini, akan ada pesta perayaan kerjasama diantara perusahaan kita!" jawab salah satu karyawan.
Tidak lama kemudian, Angel masuk ke dalam ruangan dengan beberapa office boy yang mengekor di belakangnya. Masing-masing office boy itu membawa gelas-gelas yang berisi minuman bersoda dan makanan ringan.
"Mari kita berpesta sebentar, cheers!" seru Angel.
Semua orang yang hadir dalam meeting itu termasuk Dave dan Ken mengangkat gelas masing-masing, menyambut gelas Angel. Ken dan Dave terlihat terpaksa menampilkan senyum. Mereka berdua hanya berusaha menghormati sang tuan rumah saja.
"Cheers!" seru semua orang serempak.
Sudut mata Angel diam-diam mengamati Dave yang meneguk habis minuman di gelasnya. Angel tersenyum smirk, rencananya pasti berhasil hari ini.
...........
Apa yang direncanakan Angel ya? Aduh...gawat nih!
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Love you Allā¤ļø