
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
.......................
Tut...tut...
Berkali-kali Samuel menghubungi nomor Angel, tapi tidak digubris sekalipun. Beberapa hari ini Angel menghindarinya. Entah mengapa ada rasa khawatir di dalam hati kecilnya. Selain itu, Ia curiga Angel sedang merencanakan sesuatu, ia juga sedikit cemas jika perbuatannya dibeberkan kepada ayahnya. Tanpa pikir panjang, ia meluncur ke kantor milik Angel. Tapi bukannya menemukan Angel, ia justru hampir terkena serangan jantung. Pasalnya sekretaris Angel mengatakan jika Angel menemui Dave di hotel.
Gawat nih! Kenapa perasaan gua mendadak jadi nggak enak gini ya? Apa gara-gara gua khawatir sama Dave ya? Idih najong, jeruk makan jeruk dong! Tapi masa gua khawatir sama Angel? Au ah... Kalau dia ada rencana jahat buat Dave, fix deh, nih cewek bener-bener konslet sarafnya!
Dengan keahliannya ia menyalip mobil dari kanan ke kiri, lalu ke tengah lagi. Beruntung mobil sportnya tidak mencium body truck di depannya.
Samuel langsung berlari keluar mobil ketika mobilnya sudah sampai di basement. Ia menuju kamar sesuai informasi dari sekretaris Angel. Tapi sayang, berkali-kali Samuel menggedor-gedor pintu kamar itu tidak ada sahutan dari dalam. Pintunya dikunci, sialnya kuncinya menggunakan kode dan kartu khusus.
"Kayak suara Dave," ucap Samuel yang samar-samar mendengar suara Dave dari kamar sebelah.
Senyumnya mengembang karena pintu di kamar sebelah tidak dikunci. Nampak Dave dan Ken menatap sebuah ponsel, mereka tertawa bersama.
"Kalau Dave di sini berarti Angel tidak jadi bertemu dengan Dave dong? Huft, gua pikir cewek itu sudah berbuat macem-macem!" Samuel menghela napas lega.
Ia berjalan mendekati Dave dan Ken yang asyik menatap layar ponsel dihadapan mereka sampai tidak menghiraukan kehadiran Samuel di kamar itu.
"Hayo nonton blue film ya!" seru Samuel mengejutkan Dave dan Ken.
"Kampr*t lo Sam!" protes Dave memegangi dadanya.
"Untung jantung gua nggak ngambek nih!" seru Dave.
"Jiah, lo makin kocak aja Dave! Kalau jantung lo ngambek nanti tinggal gua kasih bucket bunga, dikuburan lo tapi! Pasti gara-gara virus cinta Aryn nih wkwkwk!" ledek Samuel.
"Sialan lo!" Dave menoyor kepala Samuel
"Kok Lo bisa tahu kalau kita lagi nonton blue film! Tapi yang ini istimewa, karena kita nonton secara live!" sahut Ken.
"Oh My God! Gabung dong!" seru Sam.
"Gaya-gayaan pake kaget segala! Kayak lo nggak pernah nonton aja!" sindir Dave.
"Jelaslah nggak pernah," jawab Samuel.
"Nggak pernah libur," sahut Ken.
Samuel duduk di sofa sebelah Ken, ikut bergabung menonton video yang sepertinya rekaman CCTV dari ponsel Ken.
"Sayang banget udah selesai pertempurannya," ucap Ken terkekeh.
Samuel tidak menggubris ucapan Ken, ia fokus melihat wanita yang terkulai lemas di ranjang itu. Ia seperti mengenal wanita itu. Wanita itu terlihat sedang menangis dan berteriak-teriak.
"Angel? Itu Angel, kan?" seru Samuel.
"He em!" jawab Dave singkat.
__ADS_1
"WHAT??? Apa yang kalian lakukan?" seru Samuel langsung berdiri dari sofanya.
"Hanya memberinya pelajaran sedikit, karena berana mencampur obar perangsang ke dalam minumanku!" jawab Dave enteng.
"Gila lo Dave! Nggak gini caranya!" seru Samuel, ia berjalan meninggalkan Dave dan Ken.
"Mau kemana lo?" seru Ken menghentikan langkah Samuel.
"Bukan urusan lo!" sahut Samuel ketus.
"Jangan bilang lo mau nolongin Angel? Biarin aja udah kejadian, nanggung tuh kayaknya si Reno mau lanjut ronde dua tuh! Wanita ular seperti dia pantas menerima hukuman ini!" ucap Ken.
"Tapi hukuman ini berlebihan! Apa lo lupa, Dave udah nyuruh gua ngasih pelajaran ke dia? Apa itu masih kurang? Gua nggak peduli, pokoknya gua mau bawa Angel pergi dari sini!" jawab Samuel yang mengambil kartu cadangan di atas meja untuk membuka pintu kamar itu.
Dave dan Ken sampai melongo mendengar ucapan Samuel barusan yang terkesan sangat berbeda dari biasanya. Samuel terdengar bijaksana dan serius, melenceng jauh sekali dari wataknya yang biasanya cengengesan, brengs*k, dan bodo amat.
"Sejak kapan cowok playboy kayak lo peduli dengan wanita itu?" tanya Dave.
"Gua nggak tau, Dave! Yang pasti gua sekarang nyesel udah ngelakuin itu! Apalagi setelah nonton film kemarin, gua kepikiran sekaligus takut jika putriku kelak akan diperlakukan seperti itu!" jawab Samuel dengan tegas, kedua matanya terlihat berkaca-kaca.
Dave dan Ken saling pandang, "Bhuahahaha!"
"Lo pasti kencing sembarangan ya? Makanya lo kesurupan sekarang!" ledek Ken.
"Serah, lo!" Sam meninggalkan mereka berdua.
"Baperan!" teriak Ken.
"Benar, bos! Dia bisa-bisanya terbawa perasaan dengan film yang dia tonton! Sekarang dia juga mudah tersinggung, seperti jadi lebih sensitif seperti wanita!" sahut Ken.
Mereka kembali fokus mengamati rekaman CCTV kamar itu. Terlihat Samuel sudah berhasil masuk ke dalam kamar itu dan langsung menghajar Reno habis-habisan. Hingga Reno bersembunyi di dalam kamar mandi. Dia membuka ikatan di tangan Angel dengan cepat. Lalu ia menutup seluruh tubuh Angel dengan selimut.
"Ceritanya jadi pahlawan ini!" celetuk Dave.
"Pahlawan kesorean bos wkwkwk! Reno udah enak-enak si Angelnya baru mau ditolongin!" Ken menimpali.
Ponsel Ken hampir terjatuh karena Ken terkejut melihat Angel tiba-tiba memeluk Samuel.
"Tambah volumenya!" seru Dave.
Ken mengangguk, ia menambah volume ponselnya. Suara percakapan Samuel dan Angel kini terdengar lebih jelas. Ken memang snegaja memasang CCTV yang dilengkapi dengan audio jadi mereka juga bisa mendnegar suara mereka.
"Tolong gua," rintih Angel.
Samuel merasa tidak tega melihat kondisi Angel sekarang. Angel menangis terisak.
"Apa yang lo lakuin di sini!" tanya Samuel, ia pasrah menerima pelukan Angel.
"Gua dijebak Dave! Dave benar-benar b******n!" seru Angel di sela-sela tangisnya.
"Dia nggak bakalan jebak lo kalau lo nggak mulai duluan!" sahut Samuel.
Angel terdiam, ia meremas perutnya dengan kesal. Tentu semua ini karena janin dalam kandungannya.
__ADS_1
"Lo punya rencana jahat, kan?" tanya Samuel menyelidik.
"Iya, lo bener! Lo bener, Sam! Gua punya rencana jahat untuk Dave! Gua pengen dia jadi ayah dari anak ini! Gua hamil, Sam! Semuanya sekarang sudah berakhir, citraku dan keluargaku akan hancur karena anak ini! Arrgghh!" seru Angel dengan penuh amarah, ia memukuli perutnya sendiri.
Tangan Samuel menggenggam tangan Angel yang terus memukuli perutnya itu. Dadanya terasa sesak, rasa bersalah memenuhi relung dadanya. Apakah janin yang sekarang tumbuh di perut Angel itu darah dagingnya?
Tidak berbeda dengan Samuel, Dave dan Ken terkejut mendengar pengakuan Angel. Mereka berdua memikirkan hal yang sama dengan Sam. Kemungkinan besar itu anak dari Samuel.
"Katakan! Siapa ayah dari anak ini?" tanya Samuel.
"Lo pasti tahu jawabannya, Sam! Siapa yang selalu mengancam gua memuaskan nafsunya!" jawab Angel sendu.
"Ini anak gua?" tanya Samuel dengan suara yang bergetar.
Lutut Samuel terasa lemas seketika saat melihat Angel menjawab pertanyaannya dengan anggukan.
"Sekarang gua tahu kenapa Samuel menjadi lebih sensitif dan baperan, itu pasti bawaan dari bayinya!" lirih Ken.
"Tapi nanti anaknya mirip siapa?" tanya Dave.
"Maksud bos bagaimana? Tentu anak itu akan mirip dengan Samuel!" Ken bertanya balik.
"Gua tahu! Semoga aja wajah anaknya nanti mirip Samuel aja, nggak kecampuran Reno ya wkwkwk!" sahut Dave membuat mereka berdua tertawa bersama.
"Kenapa lo nggak cerita sama gua? Kenapa lo malah menghindar?" tanya Samuel sendu.
"Gua tertekan, Sam! Gua merasa serba salah, kalau gua cerita sama ayah pasti lo sebarin video itu! Dan gua pikir lo nggak bakal peduli dengan anak ini!" jawab Angel dengan sedih.
Pertama kalinya Samuel melihat sisi lain dari Angel.
"Mana mungkin gua nggak peduli dengan darah daging gua sendiri! Gila lo! Ini semua karena perbuatan gua, jadi sudah semestinya menjadi tanggung jawab gua!" seru Samuel.
"Tapi gua nggak cinta sama lo, cinta gua cuma buat Dave seorang! Gua nggak mau nikah sama lo!" sahut Angel membuat Samuel menjitak keningnya.
"Lo pikir gua cinta sama lo?" seru Samuel.
"Terus apa maksud lo?" tanya Angel yang meringis kesakitan karena jitakan Samuel.
"Gini nih ya, lo pikir deh! Gua tahu lo cinta sama si Dave, tapi dia itu sudah menikah dan sekarang bahagia dengan Aryn. Mereka mulai saling mencintai! Jadi, lo udah nggak ada harapan untuk bisa bersanding dengan Dave!" ucap Samuel.
"Terus? To the point aja deh!" seru Angel sewot.
"Mau nggak mau, suka nggak suka kita harus nikah! Gua sudah berbuat berarti gua harus tanggung jawab! Untuk urusan cinta itu mah belakangan! Cinta tumbuh karena terbiasa! Yang terpenting anak ini, dia nggak tahu apa-apa! Dia berhak mendapatkan kehidupan yang sempurna kelak! Gua nggak mau citra gua rusak, Lo nggak mau kan nama baik keluarga lo hancur?" Samuel menjelaskan dengan sabar.
"Huaaaaaaa...." Angel menangis histeris dalam pelukan Samuel.
"Maaf, semua ini gara-gara gua!" lirih Samuel mencoba menenangkan Angel.
...............
Ternyata jodoh Samuel adalah Angel.... Sebentar lagi sold old satu lagi nih anggota Red Blood... Tapi apakah mereka beneran mau nikah ya?
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya!
__ADS_1