
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
.....................
"Aduh, percuma juga pakai baju kalau ujung-ujungnya kelihatan juga!" keluh Aryn saat menutupi bagian dada dan bagian bawahnya.
Aryn mondar-mandir di depan cermin. Tidak mungkin jika ia keluar menemui Dave dengan keadaan seperti ini. Berkali-kali Aryn memandang pantulan dirinya di dalam cermin yang menggunakan baju berwarna abu-abu. Bukan baju, tapi lebih mirip seperti lingire. Aryn benar-benar kesal dengan Dave.
"Cepatlah keluar, aku ingin melihatnya!" seru Dave dari luar kamar mandi.
"Sebentar!" teriak Aryn dari dalam.
Senyum manis terukir di wajahnya saat ia melihat jubah mandi yang digantung di belakang pintu. Pasti jubah mandi milik Dave, karena Aryn selalu meletakkan jubahnya oada tempatnya tidak digantung sembarangan tempat seperti ini.
Ceklek,
Dave menatap Aryn dengan kedua mata yang berbinar. Tapi kemudian ia tersenyum kecut.
"Kenapa kamu tidak memakainya?" tanya Dave kecewa.
"Aku sudah memakainya," jawab Aryn cuek.
"Mana? Biarkan aku melihatnya!" seru Dave meraih tali jubah Aryn.
"Stop Dave! Aku malu! Kenapa kau membelikan baju seperti ini? Kainnya saja lebih tipis dari saringan tahu!" protes Aryn.
"Tahu? Iya aku tahu kok!" jawab Dave.
"Bukan tahu yang itu, tahu yang aku maksud itu makanan dari Indonesia yang terbuat dari sari kedelai!" seru Aryn kesal.
"Ohh," jawab Dave singkat.
"Kau pasti sengaja, kan! Dasar modus!" seru Aryn.
"Aku hanya ingin melihatnya, kamu pasti terlihat sangat cantik! Lagipula aku adalah suamimu, kamu tidak perlu malu! Justru kamu harus terbiasa memakai pakaian seperti itu, karena aku akan mengganti semua pakaian tidurmu yang ada di dalam lemari dengan model itu!" ucap Dave yang sudah meraih pinggang Aryn.
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh Dave! Aku akan masuk angin jika memakai pakaian ini setiap malam!" protes Aryn.
"Tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu masuk angin! Aku akan selalu membuatku hangat!" ucap Dave mengedipkan sebelah matanya.
Dave mendekatkan wajahnya, membuat Aryn terpaku. Aryn seakan terhipnotis oleh tatapan Dave. Hingga jarak mereka hanya dua sentimeter sekarang, sedikit saja Aryn bergerak maka bibirnya akan menyentuh bibir Dave. Melihat Aryn yang hanya berdiri mematung, Dave segera memanfaatkan situasi. Ia menarik tali jubah mandi Aryn, dan melepasnya dengan cepat. Ia lempar jubah itu ke sembarang arah.
"Dave!" pekik Aryn berjalan mundur menjauhi Dave.
Aryn langsung menggunakan kedua tangannya untuk menutupi dada dan tubuh bagian bawahnya yang hanya dilapisi kain tipis itu. Selain tipis, bahan pakaian itu juga sedikit transparan membuat dalaman warna hitamnya terlihat.
Dave memandangi tubuh Aryn dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Perlahan ia melangkah mendekati Aryn yang terus berjalan mundur. Berkali-kali mulutnya mengeluarkan pujian akan keindahan tubuh Aryn. Kulit yang putih mulus dan pinggang ramping membuat Dave menahan napasnya karena menahan gejolak juniornya yang meronta. Walaupun tubuh Aryn hampir sedatar jalan tol, tapi di mata Dave Aryn terlihat sangat menggoda. Yeah! Namanya juga sudah cinta.
"Jangan mendekat, Dave!" lirih Aryn yang terus melangkah mundur menghindari Dave.
Dave hanya tersenyum mendengar ucapan Aryn. Kini ia melepaskan dasinya dengan tatapan matanya yang tidak pernah lepas dari Aryn.
Bagaimana ini? Apakah malam ini aku dan Dave akan menjadi suami istri seutuhnya? Oh My God, aku belum siap!
Sudut mata Aryn menatap jubah mandi yang tergeletak tidak jauh dari ranjang. Kemudian ia menatap Dave yang sekarang membuka kemejanya, menyisakan kaos putih tanpa lengan. Perlahan Aryn bergeser dari tempatnya berdiri.
Aku harus mengambil jubah itu!
Oh My God! Lututku rasanya lemas, tidak mampu untuk berdiri lagi!
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Dave menangkup pipi Aryn dengan kedua tangannya .
Karena terpesona dengan Dave, kedua pipi Aryn merah bak kepiting rebus sekarang. Dave yang menyadarinya sengaja menayakan hal itu untuk meledek istrinya itu.
"Iy...iya... aku baik-baik saja kok!" jawab Aryn langsung tersadar dari lamunannya.
"Aku tidak percaya, lihatlah pipimu merah?" sahut Dave terkekeh.
Aryn segera memalingkan wajahnya. Ia sangat malu sekarang. Tiba-tiba ia merasa geli, nafas Dave menyapu permukaan kulit Aryn sekarang. Aroma mint menyeruak ke indra penciuman Aryn.
"Tatap mataku!" ucap Dave tepat di dekat telinga Aryn, membuatnya bergidik.
Ucapan Dave seperti menghipnotis Aryn. Aryn langsung menatap kedua bola mata Dave. Kedua bola mata itu tidak sedetikpun berhenti menyusuri keindahan wajah, apalagi bibir mungil dan tipis milik Aryn.
__ADS_1
"Aku tidak tahu kapan perasaan ini hadir di hatiku! Yang aku tahu, sekarang aku tidak bisa berhenti memikirkanmu! Aku merasa kesal jika kamu tidak berbicara denganku. Aku merasa bersalah jika ada kesedihan di wajahmu. Aku juga merasa cemburu saat Reza atau pria lain tertawa bersamamu. Aku tidak ingin membagimu dengan siapapun! Aku ingin memilikimu seutuhnya! Ya, Aryn! Aku mencintaimu," ucap Dave dengan tatapan sendu.
Kedua bola mata Aryn berkaca-kaca. Ia melihat ketulusan dari kedua mata Dave. Lidahnya terasa kelu, ia juga merasakan hal yang sama dengan Dave.
"Aku...aku juga merasakan hal yang sama! Awalnya aku merasa takut saat bersamamu. Karena kekejamanmu membuat trauma masa laluku datang lagi, tapi sekarang easa takut itu perlahan hilang. Walaupun belum sepenuhnya hilang. Aku dulu juga tidak mempercayaimu, aku berpikir kau tidak akan pernah melupakan Elsa! Tapi setelah kau membakar semua foto masa lalumu, sedikit demi sedikit aku membangun kepercayaan untukmu! Hatiku sakit mendengar ucapan wanita lain yang rindu tidur bersamamu! Aku juga merasakan cemburu sama sepertimu. Aku juga mencintaimu Dave," lirih Aryn dengan isakan tangis.
Dave meraih kepala Aryn dan membenamkanya di dada bidang miliknya. Ia hujani pucuk kepala Aryn dengan kecupan sayang. Setelah sekian lama, ia merasakan kehangatan dalam pelukan seseorang. Dave merasa tenang saat memeluk Aryn. Perlahan Dave melepaskan pelukannya, ia hapus air mata Aryn dengan ibu jarinya.
"Aku benci melihatmu menangis, berjanjilah kamu tidak akan menangis lagi!" ucap Dave.
Aryn menjawabnya dengan anggukan dan senyuman manisnya. Dave mengangkat dagu Aryn dengan jarinya agar ia bisa menatap wajah istrinya dengan leluasa. Ia gunakan tangannya untuk menyusuri lekuk wajah Aryn. Tangannya berhenti di bibir tipis Aryn. Lalu ia mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Aryn. Seperti sebelumnya, Aryn terkejut mendapat ciuman dari Dave. Dave menggigit bibir bawah Aryn, agar Aryn membuka mulutnya. Lama-kelamaan Aryn hanyut dalam permainan Dave. Ia memang tidak tahu bagaimana caranya berciuman. Tapi sebisa mungkin ia membalas Dave, walaupun terkesan kaku.
"Nafas Aryn!" seru Dave.
Dave langsung melepaskan Aryn saat melihat Aryn kehabisan nafas. Nafas mereka berdua tersengal-sengal. Pipi Aryn merona menahan malu, ia menjadi sedikit canggung sekarang. Dave terkekeh saat melihat tingkah Aryn yang terlihat menggemaskan di matanya. Dengan cepat, ia menggendong Aryn layaknya karung beras.
"Lepaskan aku!" rengek Aryn.
Aryn mencoba membebaskan diri dari Dave. Tapi sia-sia karena tenaga Dave jelas jauh lebih kuat darinya. Dave melempar Aryn ke atas ranjang dan langsung menindihnya.
"Apa yang akan kau lakukan Dave?" tanya Aryn malu-malu.
"Melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami istri!" ucap Dave dengan lirih di dekat telinganya.
Ia dengan sengaja menggigit manja daun telinga Aryn. Membuat tubuh Aryn panas dingin.
"Sekarang?" tanya Aryn.
"Iya, aku menginginkanmu sekarang!" lirih Dave.
Melihat Aryn yang hanya menunduk malu, Dave langsung melancarkan aksinya. Ia menghujani wajah Aryn dengan ciuman lalu berpindah di lehernya. Dave meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Aryn hanya bisa pasrah dan melenguh karena perbuatan Dave.
"Bolehkah aku?" ucap Dave meminta izin kepada Aryn.
Aryn mengangguk pelan, Dave segera melakukannya dengan berhati-hati. Ternyata aktivitas mereka tidak semulus seperti yang ada dalam bayangan Dave. Dave bahkan sempat menghentikan aktivitas mereka karena tidak tega melihat Aryn menangis kesakitan. Tapi Aryn meyakinkan jika dirinya baik-baik saja, akhirnya mereka kembali melewati malam panjang yang panjang ini dengan penuh cinta.
............
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya!