
Terima kasih untuk semua readers yang setia mampir membaca novel author. Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya! Author tunggu!
Warning: Novel ini mengakibatkan kecanduan😅
..........................
Maaf aku terlalu cepat mengirim bunga ini, aku ingin menjadi orang pertama yang memberikannya di hari kematianmu!
Dave membaca lirih surat yang berada di dalam botol tadi. Di dalam gulungan kertas itu terdapat bunga Lily putih. Di Amerika dan Eropa Lily putih biasanya digunakan untuk menyampaikan rasa turut berduka atas kematian seseorang.
"Pasti pengirim botol ini ada hubungannya dengan orang yang memata-matai mansion ini!" seru Silvi.
"Sudahlah anak kecil tidak usah ikut memikirkan masalah seperti ini!" sahut Dave. Dave melemparkan botol beserta isinya ke sembarang tempat.
"Jangan lupa, kak! Anak kecil ini juga yang mengalahkan mata-mata tadi! Ya kan, Mira?" ucap Silvi mengomel.
"Guk guk," sahut Mira.
"Pintarnya, anjingnya siapa sih?" celoteh Silvi mengelus kepala Mira.
"Dimana mata-mata itu, Mira? Apakah dia kabur? Darimana kamu mendapatkan botol tadi?" Silvi menyerbu Mira dengan pertanyaan.
"Guk guk...guk guk guk guk...guk...guk guk...guk guk guk guk...guk...guk guk...guk guk guk guk!" jawab Mira.
Silvi menyimak jawaban Mira sambil mengangguk-angguk.
"Kamu paham, Silvi?" tanya Aryn penasaran.
Silvi hanya menyengir, ia tidak tahu apa yang dikatakan Mira.
"Kalimat Mira kepanjangan kak!" ucap Silvi membuat Aryn memutar kedua bola matanya malas.
"Kalian berdua lebih baik kembali ke mansion, aku akan membicarakan masalah ini dengan yang lain!" seru Dave saat melihat keempat sahabatnya datang mendekat.
"Biarkan Mira di sini," lanjut Dave.
Dengan berat hati, Silvi meninggalkan kebun dengan mendorong kursi roda Aryn.
Sebenarnya jiwa pengintipku meronta-ronta! Ya sudahlah nanti aku selidiki sendiri!
"Sorry, Dave! Gua lupa ngasih tahu, tadi waktu sampai di sini gua lihat tuh orang! Tapi gara-gara drama tadi gua lupa! Di jalan tadi gua bahkan sempat membuat mobil yang ngikutin gua meledak!" seru Ken.
"Untung Silvi nggak kenapa-kenapa! Kalau sampai mata-mata tadi nyerang adik Gua gimana? Udah siap lo, gua jadiin makan malam si Sindy?" seru Dave kesal.
__ADS_1
"Kalau cantik sih nggak masalah, Dave! Gua rela dihukum semalaman bareng dia!" jawab Ken cekikikan.
"Gile lo? Sindy itu harimau peliharaan Silvi!" celetuk Reza membuat kelima sahabat itu tertawa.
"Gua kira cewek!" keluh Ken.
Ken memang hampir setiap hari selalu keluar masuk mansion Dave. Tapi ia tidak pernah tahu isi kandang peliharaan Silvi. Karena urusan kantor saja sudah membuatnya pusing, ia tidak ingin tahu urusan yang tidak bersangkutan dengan kantor ataupun keperluan Dave.
"Penguntit itu sekarang mana?" tanya Zack.
"Tadi sih dikejar Mira," sahut Reza.
"Mira ini siapa lagi?" tanya Samuel.
"Ini Mira!" seru Dave menunjuk anjing pemburu yang duduk santai di sampingnya membuat Samuel membelalakan matanya.
"Gua nggak ngira peliharaan Silvi yang ganas-ganas seperti ini diberi nama semanis itu!" ucap Zack terkekeh.
"Bentuknya memang sangar, tapi cewek semua bro! Wajarlah namanya cute!" sahut Reza.
"Penguntit itu emang dikejar Mira, gua nggak tahu nasib orang itu sekarang. Mira balik cuma bawa surat dalam botol gitu! Sebenarnya Mira tadi sempet laporan sama Silvi, tapi Silvi nggak paham ckckck!" ucap Dave terkekeh.
"Surat? Dalam botol? Kolot banget tuh musuh lo Dave! Zaman milenial gini masih aja pakai surat! Kirim chat kek, paling nggak kirim DM gitu di Instagram!" celetuk Samuel.
"Jangan-jangan nanti dia nyerang lo pakai bambu runcing dan panah lagi!" seru Reza menambahi, membuat semua orang tertawa.
"Apa ini semua ulah Dion?" seru Ken membuat semua orang menatapnya.
"Wait, sebelum itu lo jelasin dulu Doni laporan apa!" ucap Zack.
"Doni ngirim dokumen ke gua, isinya data lengkap Dion. Dia itu memang benar anak kandung Andrew yang kita bunuh. Sudah dua hari ini anak buah Doni melihat beberapa mobil keluar masuk rumah Andrew. Kemungkinan besar Dion ada di sana sekarang," Ken menjelaskan.
"Kita serang dia! Dia dalang penyerangan Aryn waktu itu, kan?" seru Samuel menggebu-gebu.
"Benar! Dua minggu lalu saat Aryn dan Silvi pergi ke mall, mobil mereka hampir ditabrak mobil misterius! Menurutku itu juga ulah Dion! " sahut Dave.
"Tunggu apa lagi, Dave? Lo harus gerak cepat, aku yakin setelah ini ba*****n itu akan melakukan rencananya lagi!" seru Samuel.
"Jangan hanya mengandalkan otot saja, gunakan juga otakmu!" balas Dave.
"Benar, Dave! Musuh kita kali ini sangat cerdik! Entah berapa banyak gaji yang dia tawarkan kepada anak buahnya. Mereka rela mati untuk menutupi kejahatan Dion itu. Lo inget kan dua anak buahnya yang berhasil kita tangkap? Hanya sedikit informasi yang kita dapat. Dion selalu bersembunyi di sarangnya, kita harus menggunakan otak untuk membawanya keluar dari sarangnya. Dengan begitu dia akan mudah dikalahkan!" seru Reza penuh semangat.
"Setuju! Hari ini juga kita lihat sendiri ada mata-mata mengintai mansion Dave! Tapi gua heran, kemana kaburnya penguntit itu? Motornya ada di sini dan aku yakin Mira sangat handal dalam mengejar target! Bagaimana bisa penguntit itu lolos dari Mira?" sahut Zack.
__ADS_1
"Nah! Soal penguntit yang lolos dari kejaran Mira itu, pasti ada seseorang yang sudah siap di tempatnya untuk membantu si penguntit tadi saat dalam masalah! Mustahil jika penguntit itu lolos dari Mira, kalaupun Mira menyerangnya kenapa Mira malah membawa botol itu? Penguntit tadi pasti sudah pergi atau mungkin... " ucap Reza terhenti, ia menghampiri Mira.
"Dimana botol itu?" tanya Reza.
"Ini bukan?" Samuel menunjukkan botol beserta secarik kertas.
"Benar!" seru Dave.
Reza mengambil botol dan kertas itu. Lalu ia mendekatkannya di hidung Mira. Ia mengambil alih tali yang mengikat Mira.
"Ayo tunjukkan dimana kamu mendapat surat ini!" perintah Reza pada Mira dengan mengelus kepala Mira lembut.
"Guk guk!" jawab Mira yang langsung berlari sambil mengendus.
Reza berlarian mengikuti Mira. Reza melepaskan tali yang mengikat leher Mira, ia tidak sanggup mengimbangi lari seekor anjing pelacak. Keempat sahabatnya memilih menunggu di tempat tadi.
"Bukan main, jauh banget!" keluh Reza, ia sesekali berhenti karena napasnya ngos-ngosan.
Rasanya sudah jauh sekali kakinya berlari mengikuti Mira. Reza membayangkan betapa mengerikannya jika dikejar Mira. Ia semakin penasaran dengan penguntit yang dikejar Mira tadi. Apakah benar orang itu bisa lolos dari kejaran Mira?
Mira berhenti di bawah pohon apel yang rindang. Mira mengendus tempat itu. Tepat di sebelah gundukan dedaunan yang kering. Kini Mira menggunakan kedua kaki depannya untuk menyingkirkan daun kering itu.
"Apakah ada sesuatu di bawah sini?" tanya Reza pada Mira. Ia membantu Mira menyingkirkan dedaunan kering itu.
Ternyata ada mayat seorang pria di bawah gundukan daun kering itu. Mayat pria itu menggunakan pakaian serba hitam, tubuhnya tinggi dan lumayan kekar. Kepala mayat itu penuh darah dengan lubang di bagian dahinya seperti tertembak. Tidak jauh dari mayat itu ada bekas ban mobil. Reza mengambil gambar mayat itu dengan ponselnya. Lalu ia membawa Mira kembali ke tempat semula menemui Dave dan yang lainnya.
"Bagaimana?" tanya Dave tidak sabaran.
"Mira nemuin mayat penguntit itu. Ada luka tembakan di kepalanya!" seru Reza sambil memperlihatkan gambar yang ia ambil tadi.
"Nih orang bener-bener cerdik, dia langsung menghilangkan bukti dan petunjuk kejahatannya!" seru Zack.
"Penguntit ini dibunuh?" tanya Ken.
"Yup, benar! Pasti ada penguntit lain yang bersembunyi di sekitar tempat ini tadi, ada bekas ban mobil di dekat mayat itu. Saat penguntit tadi menghampirinya orang itu justru menembaknya. Karena apa? Karena Silvi sempat melihatnya dan Mira juga mengejarnya! Jika penguntit tadi tertangkap akan ada informasi yang bocor. Lalu orang itu dengan sengaja meninggalkan botol berisi surat ancaman di dekat mayat penguntit itu! Agar Mira menemukannya dan membawanya kepada Dave!" sahut Reza.
"Orang itu kira-kira Dion atau bukan?" tanya Samuel.
"Antara iya dan tidak, Dion tidak mungkin seceroboh itu masuk ke kawasan mansion ini! Dia suka bermain di balik layar!" sahut Dave.
"Bagaimana rencanamu Dave?" tanya Samuel.
"Tunggu tanggal mainnya, gua besok mau honey moon dulu!" ucap Dave terkekeh.
__ADS_1
................
Jangan lupa like, vote, dan rate bintang lima ya!