
Pagi ini Dira pergi ke kampus bareng dengan Arkan, dia ada jam kuliah Arkan yang mengajar. Luna dan Nisa sudah menunggu Dira dari tadi.
"Kak, turun sini saja! itu Luna sama Nisa sudah nungguin," ucapnya seraya memegang tasnya siap-siap keluar dari mobil Arkan.
"Iya, hati-hati! ingat jangan berantem lagi," pesan Arkan.
Dira lalu menghampiri Luna dan Nisa yang sedang menunggunya.
"Dira, mana tugas kelompok kita yang belum dikumpulkan?" tanya Luna khawatir Dira lupa dengan tugasnya.
"Luna, Nisa! aku lupa, padahal tadi sudah aku siapkan di meja," ucapnya kemudian mencari di dalam tas.
"Ada gak di tas?" tanya Nisa mendekati Dira lalu menengok tas Dira.
"Aku pulang ambil dulu! nanti kalau Kak Arkan tanya bilang aku lagi di toilet," ucap Dira. Ini titip tas," Lanjutnya.
Kebetulan saat itu Elang baru datang dan hendak memarkirkan motornya, Dira langsung naik ke motor Elang lalu memintanya untuk mengantar pulang.
"Turun!" teriak Elang.
"Gak mau! antar aku pulang ambil tugas tadi ketinggalan di meja," ujar Dira.
"Ogah! nanti aku terlambat," tolak Elang.
__ADS_1
Dira terus memaksa Elang, kalau Elang tidak mau mengantar pulang ia akan meminjam motor Elang.
"Ayo, Dira! aku antar pulang," sahut Leo yang baru saja memarkirkan motornya.
"Aku...
Dira belum selesai bicara, Elang langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Elang, jangan ngebut!" teriak Dira sembari mencubit pinggang Elang.
"Biar cepat sampai rumah!" kata Elang.
Mereka akhirnya sampai juga di rumah, Dira turun dari motor Elang lalu lari masuk ke dalam rumah dan mengambil tugasnya. Kemudian mereka kembali lagi ke kampus ternyata dia sudah terlambat. Arkan sudah mengajar di kelasnya, Luna dan Nisa sangat panik karena Arkan tadi sudah menanyakan tugasnya.
"Dari toilet, Pak," jawab Dira tanpa rasa bersalah.
Dira kemudian duduk di kursi lalu mengeluarkan tugasnya dari balik baju dan memberikan pada Luna. Tanpa disadari ternyata Arkan memperhatikan gerak-gerik Dira dari tadi, dia tersenyum melihat tingkah Dira yang seperti anak kecil.
Jam mengajar Arkan sudah selesai, ia hendak kembali ke ruang dosen.
"Dira, nanti ke ruangan ku sebentar. Ada yang ingin aku tanya," ucap Arkan kemudian keluar dari kelas.
"Mampus, aku!" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Dira!" teriak Nisa karena dari tadi dipanggil tidak menyahut.
"Apa, Nisa? gimana ini kalau ketauan," ucap Dira.
Luna meminta Dira agar lebih tenang sebentar, karena kalau panik dan gugup malah akan ketauan.
"Jawab apa adanya saja, nanti juga Kak Arkan ngerti," ucap Luna.
Dira lalu pergi ke kantor Arkan, dia tidak enak kalau Arkan menunggu lama.
"Ada apa Pak? tanya Dira mendudukkan diri di kursi depan meja Arkan.
"Tadi kenapa bohong?" tanya Arkan berjalan ke depan pintu lalu menguncinya dari dalam.
"Tugasnya tadi ketinggalan," jawab Dira jantung nya berdetak melihat Arkan mendekat ke arahnya.
"Kenapa gugup gitu? aku gak apa-apa in kamu, biar gak ada orang masuk aja," jelas Arkan kemudian duduk di atas meja depan Dira duduk.
Dira kemudian meminta maaf pada Arkan, lalu memintanya untuk membuka pintu. Arkan tidak mau membuka kunci pintu itu.
"Kamu suka sekali di hukum," ucap Arkan kemudian mencium bibir Dira.
Dira tidak membalasnya, karena tidak paham hal begituan.
__ADS_1