
Hari ini Dira menunggu kedua sahabatnya di depan kampus, mereka berdua belum datang. Leo datang menghampiri Dira.
"Dira, kamu sendirian? aku temani, ya?" tanya Leo.
"Lebih baik kamu masuk duluan saja, Leo," tolak Dira, karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan Leo.
"Kenapa kamu selalu menghindari aku, Dira? kita semua teman," ucap Leo.
"Bukan menghindar Leo, aku hanya tidak mau ribut dengan Sisil lagi," kata Dira.
Sikap Sisil selalu tidak baik jika melihat Leo mendekati Dira, padahal Dira sendiri juga selalu menolak dan menghindari Leo.
Beruntung saja Luna dan Nisa datang tepat waktu, kalau tidak Leo tidak akan pergi.
"Luna, Nisa, kenapa kalian baru datang?" tanya Dira.
"Kamu tidak tau kalau angkot yang kita tumpangi terjebak macet, mana lama sekali," kata Luna.
"Kantin saja yuk!" ajak Nisa.
"Boleh tidak aku ikut kalian?" tanya Leo.
"Jangan, kakak pacarnya Sisil, kan?" tanya Nisa.
"Kita hanya berteman, seperti kita semua," jawab Leo.
Mereka bertiga membiarkan Leo untuk ikut ke kantin, karena Leo terus memaksa. Seperti biasa Nisa pesan makanan yang cukup banyak.
__ADS_1
"Nisa, itu nanti habis tidak?" tanya Leo.
"Emang kenapa? pasti habis kok," jawab Nisa dengan ketus.
Nisa dengan lahap memakan makanan yang dia pesan, membuat Leo heran melihat Nisa makan.
"Luna, kamu tidak pesan makanan?" tanya Dira.
"Aku sudah sarapan tadi di rumah, kebetulan ibu masak nasi goreng," jawab Luna.
"Pasti enak masakan ibu," ucap Dira.
Sisil dan Keke tiba-tiba datang ke kantin, mereka duduk di dekat Leo.
"Leo, kok kamu tadi tidak jemput aku?" tanya Sisil.
"Sekarang kamu berubah Leo, tidak peduli lagi sama aku," ucap Sisil lalu pergi meninggalkan kantin.
"Leo, kamu tega banget sama Sisil!" ucap Keke, sambil mengebrak meja.
"Gak usah ikut campur," ucap Leo.
"Ngapain kalian lihat-lihat?" tanya Keke, sambil melihat ke arah Dira, Luna dan Nisa.
Mereka bertiga tidak menghiraukan ucapan Keke, Nisa sibuk dengan makanannya sedang Luna dan Dira asyik mengobrol.
"Luna, nanti pulang dari kampus kamu ke rumah ku dulu, ya?" ucap Dira.
__ADS_1
"Ada acara apa, Dira?" tanya Luna.
"Mamah mau bikin kue lagi, kita bisa ikut belajar," jelas Dira.
"Tetapi, aku tidak enak," kata Luna.
"Aku mau, Dira," sahut Nisa.
Leo kemudian pamit untuk meninggalkan kantin terlebih dahulu, dia malu karena ulah Sisil dan Keke. Leo menemui Sisil yang saat ini sedang berada di taman kampus.
"Sisil, kamu jangan bikin malu kenapa?" ucap Leo.
"Kamu yang mulai duluan," kata Sisil.
"Sekarang aku tanya, mau kamu apa?" tanya Leo.
"Aku mau kamu jadi pacar aku," jawab Sisil.
"Kemarin aku sudah jelaskan sama kamu Sisil, jangan suka memaksa. Aku tidak suka di paksa!" ucap Leo, kemudian pergi dari tempat Sisil.
Keke mendekati Sisil, dia menyemangati Sisil agar tidak menyerah dengan untuk mendapatkan Leo.
"Kamu harus berkerja keras, masa kalah sama Dira," ucap Keke.
"Udah, gak usah jadi kompor," kata Sisil.
Yang namanya Sisil pasti tidak akan menyerah, tanpa ada yang menyemangati pun dia tetap akan mengejar Leo.
__ADS_1
Keke justru senang kalau Sisil berbuat tidak baik, karena Keke juga tidak suka dengan orang yang berbuat baik. Dia selalu menjadi kompor buat Sisil.