Sahabat

Sahabat
Bab 57


__ADS_3

"Awas kamu, Dira! kalau berani sembunyikan Leo," kata Sisi, kemudian keluar dari kelas.


"Biar saja tidak usah dihiraukan," kata Luna.


Dira kali ini hanya diam, dia sama sekali tidak membalas ucapan Sisil.


Elang ternyata menyuruh salah satu temannya untuk mengawasi Dira, dia ingin membuktikan k


omongan ke dua mahasiswa yang waktu itu bilang kalau Dira mendekati Arkan dan Leo.


"Elang, tadi Dira di tuduh sembunyikan Leo sama Sisil," kata temannya.


"Leo kemana? kok bisa Dira yang di bilang sembunyikan?" tanya Elang.


"Leo memang menghindari Sisil, aku rasa juga tidak mungkin Dira sembunyikan Leo," kata teman Elang.


"Kenapa kamu jadi belain Dira," kata Elang.


"Aku gak belain, cuma ngomong sesuai kenyataan," kata teman Elang lagi.


Elang kesal dengan temannya itu, kemudian dia pergi untuk menemui Sisil dan menanyakan langsung pada Sisil.


"Sisil," panggil Elang.


"Iya, kenapa? mau belain teman kamu," kata Sisil, melihat ke arah Elang.

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu menuduh Dira merebut orang yang dekat dengan kamu?" tanya Elang, membuat Sisil semakin menjadi-jadi.


"Aku tidak pernah nuduh. Emang kenyataannya gitu," kata Sisil. Tidak usah ikut campur!" Lanjutnya.


Elang dan Sisil akhirnya berdebat, mereka tidak ada yang mau mengalah. Hal itu membuat teman Elang geram dan membentak keduanya.


"Diam kalian!" bentak teman Elang.


"Kamu jangan ikut campur! Elang itu yang mulai duluan," ucap Sisil.


"Sama saja kalian seperti anak kecil," kata teman Elang, kemudian pergi meninggalkan Elang dan Sisil.


Elang sekarang menjadi sedikit gampang emosi, apalagi hal yang menyangkut dengan Dira.


Pulang dari kampus Arkan pergi ke kantor Dion, dia melihat apakah Dion beneran memberikan pekerjaan pada Riri atau tidak.


Arkan memang peduli dengan Riri tetapi dengan maksud hanya ingin menolong.


Saat memasuki kantor Dion, dia bertemu dengan teman Dira.


"Kak Arkan!" sapa Elin kaget.


"Kamu, kenapa ada di sini? kerja di sini?" tanya Arkan, dia juga terkejut melihat Elin keluar dari ruang kerja Dion.


"Aku main saja, Kak. Ini kantor teman ku," jawab Elin.

__ADS_1


Arkan lalu buru-buru masuk ke dalam ruang kerja Dion, Elin masih mematung bingung melihat Arkan yang tiba-tiba langsung pergi begitu saja.


Tanpa mengetuk pintu Arkan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan kerja Dion.


"Dion, siapa wanita yang dari sini tadi?" tanya Arkan.


"Dia Elin anak yang tinggal di panti asuhan," jawab Dion.


"Kenapa dia bisa datang kesini?" tanya Arkan lagi.


Dion bercerita awal mula kenal dengan Elin, dia hanya merasa kasihan dengan Elin. Tetapi Elin salah paham dengan maksud Dion.


Arkan tidak menyalahkan Dion setelah mendengar ceritanya, karena Dion selalu jujur ketika dengan Arkan. Walaupun dia sering mempermainkan perasaan wanita, hal itu membuat Arkan selalu menasehatinya. Dion dulu kerap terkena masalah dengan wanita, sering Arkan membantunya.


"Aku tidak akan membuat wanita itu seperti Riri, kamu jangan khawatir," ucap Dion.


"Dia teman Dira, jangan sampai kamu berbuat hal yang tidak menyenangkan," kata Arkan.


"Tenang saja aku bisa jaga diri," kata Dion.


"Apa kamu sudah memberikan Riri pekerjaan?" tanya Arkan.


"Sudah, dia sudah mulai kerja dari kemarin," jawabnya.


Arkan lega mendengar ucapan temannya itu, kemudian dia pamit karena harus pergi ke kantornya sendiri. Pekerjaan di kantor Arkan memang tidak terlalu banyak, sehingga dia ada waktu untuk berkunjung ke kantor Dion lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2