
Hari ini adalah terakhir mereka pergi ke kampus, Dira, Luna dan Nisa sudah lulus dengan nilai yang memuaskan. Mereka saling mengucapkan selamat dan mengucapkan perpisahan pada teman yang lain.
Elang sangat bahagia karena mendapatkan nilai tertinggi, belajar Elang kali ini tidak sia-sia.
Mereka semua tampak sangat bahagia, Dira mengucapkan selamat kepada Elang karena mendapatkan nilai yang bagus.
"Selamat ya, Elang. akhirnya nilai kamu bagus juga," kata Dira.
"Makasih Kakak ipar. Nilai kakak bagus tidak?" ucap Elang.
"Ini lihat sendiri," kata Dira sembari menyerahkan kertas yang bertuliskan nilai pada Elang.
"Kok bisa sama punya Luna dan Nisa? kalian nyontek," kata Elang menatap Dira.
Ini semua sangat kebetulan Dira, Luna dan Nisa nilainya bisa sama, mungkin karena mereka belajar dengan sungguh-sungguh.
Setelah selesai wisuda mereka merayakan dengan makan bersama, Nisa sangat bersemangat karena Elang yang akan membayar.
Di sebuah danau yang indah ada sebuah tempat makan paling terkenal di kota itu, mereka langsung ke sana.
"Aku ikut!" teriak Sisil yang baru datang dengan Leo.
__ADS_1
"Boleh! asal jangan bikin masalah," kata Elang.
"Tenang Elang, Sisil sekarang udah jinak," sahut Leo yang berdiri di sebelah Sisil.
Plak...
Sisil memukul tangan Leo, dia kesal di katakan jinak oleh Leo. "Aku bukan hewan peliharaan kamu, Leo," ucapnya.
Mereka berangkat dengan menggunakan mobil Elang, Dira sampai lupa tidak mengajak suaminya. Untung saja Elang berbaik hati mengingatkan.
"Dira, kamu minta izin kakak belum?" tanya Elang. Haruskah kamu berangkat bareng Kakak," Lanjutnya.
Tadi memang Dira bersama Arkan saat wisuda, bahkan keluarga mereka juga datang. Tetapi orang tua Dira dan Arkan pulang lebih dulu, mereka juga ada keperluan.
Arkan pergi ke ruang dosen untuk bertemu dengan dosen lainnya, saat itu Dira bersama Luna dan Nisa. Mereka bertiga merencanakan semua, kebetulan Elang datang lalu di ajaknya.
"Kak, mau ikut tidak?" tanya Dira saat bertemu Arkan di ruangannya.
"Kemana? kita pulang aja, sayang," kata Arkan menatap istrinya.
Dira kemudian mengatakan kalau akan pergi dengan teman-temannya untuk makan bersama, Arkan menyarankan agar Elang berangkat lebih dulu.
__ADS_1
"Nanti kita susul mereka," ucap Arkan sembari membereskan barang-barang miliknya.
Elang dan teman-temannya kemudian berangkat lebih dulu ke danau, mereka memilih tempat makan yang tepat berada di tepi danau.
"Pemandangan yang sangat indah, aku baru pertama kali kesini," kata Luna yang memang jarang pergi kalau tidak dengan Dira dan Nisa.
"Aku juga baru kesini sekarang, Luna," sahut Nisa.
"Di sini makanannya enak semua," kata Sisil yang sering ke tempat ini.
"Sisil, teman kamu jadi kesini?" tanya Luna.
"Mereka naik mobil Keke, mungkin lagi di jalan," jawab Sisil.
Dira dan Arkan saat ini sedang menuju ke danau itu, Arkan dengan cepat menjalankan kendaraannya karena Dira sudah tidak sabar berkumpul bersama temannya.
"Ayo kita cari Elang, Kak! Dira tidak mau ketinggalan," ucap Dira saat mereka sudah sampai di tempat.
"Sabar, sayang! mereka pasti nunggu kita," ucap Arkan.
Mereka berdua menyusuri jalan pinggir danau, sembari bergandengan tangan. Dari kejauhan teman-temannya melihat Dira dan Arkan, tetapi mereka sengaja tidak memanggilnya.
__ADS_1