
Dira pergi ke perpustakaan kampus dan tak sengaja dia bertemu dengan Leo. Awalnya dia hanya diam tetapi Leo menyapanya dan terjadilah percakapan. Sisil kebetulan mengetahui hal itu dari temanya. Kemudian Sisil ke perpustakaan.
"Ternyata dugaan aku selama ini benar, ya," ucap Sisil. saat mendatangi Dira dan Leo.
"Jangan ribut di sini! silahkan kalian bertiga keluar!" kata penjaga perpustakaan.
Dira kemudian keluar lebih dulu, dia tidak mau ribut di perpustakaan. Sisil mengikuti Dira, sampai di luar dia menahan Dira agar tidak pergi.
"Dira!" teriak Sisil.
"Kenapa?" tanya Dira, menghentikan langkahnya.
Sisil menuduh Dira, mendekati Leo lagi. Leo yang melihat menjadi kecewa dengan Sisil.
"Sisil, jangan bikin malu diri sendiri. Lebih baik koreksi diri sebelum menyalahkan orang lain," sahut Leo.
"Harusnya kamu belain aku, Leo! karena dia kamu menjauh dari aku!" kata Sisil dengan nada agak keras.
Leo kemudian menarik tangan Dira untuk mengajaknya pergi, dia sudah kesal dengan sikap Sisil.
"Leo, lepas! aku bisa jalan sendiri," kata Dira.
__ADS_1
"Diam kamu! kita harus pergi dari depan Sisil," ucap Leo.
"Kalau mau pergi sendiri aja! kalian yang punya masalah kenapa bawa-bawa aku," kata Dira.
"Sisil mengira kita dekat, kalau kamu selalu ketemu dia bisa berantem lagi," jelas Leo.
Dira tetap tidak mau pergi dengan Leo, karena dia merasa tidak bersalah dan tidak ada masalah. Sisil masih mengejar Dira dan Leo, Dira yang tau kalau di ikuti Sisil menghentikan langkahnya.
"Lepas, Leo!" teriak Dira.
Karena Dira berteriak Leo melepaskan tangan Dira dan menghentikan langkahnya.
"Sisil, aku sama Dira tidak ada apa-apa. Kita hanya berteman, Dira juga tidak pernah mendekati aku," jelas Leo.
Leo dan Sisil akhirnya berdebat, Dira sengaja diam karena merasa tidak seperti yang Sisil tuduhkan.
Luna dan Nisa melihat Dira dan menghampirinya, mereka juga khawatir kalau Dira dan Sisil berantem lagi.
"Dira, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Luna.
"Iya, aku baik-baik saja," jawab Dira.
__ADS_1
"Ayo kita pergi saja! biar mereka berantem," ajak Nisa pada Dira dan Luna.
Dira, Luna dan Nisa kemudian meninggalkan Leo dan Sisil yang sedang berdebat. Luna dan Nisa tidak mau kalau Dira terkena masalah lagi.
Di taman kampus mereka duduk di bawah pohon, mereka masih membahas Sisil.
"Dira, aku heran dengan Sisil. Kenapa selalu menuduh kamu mendekati Leo?" ucap Luna.
"Aku juga tidak tau, kebetulan tadi di perpustakaan aku bertemu Leo," kata Dira.
"Sisil suka sama Leo, tapi Leo suka sama Dira," kata Nisa.
Dira protes pada Nisa, selama ini Dira jarang berbicara dengan Leo. Kenapa masih di bilang suka.
"Nisa, kalau ngomong yang bener. Nanti Sisil dengar ngamuk lagi," ucap Dira.
Nisa tertawa mendengar ucapan Dira, dia malah semakin meledek Dira. Luna hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya yang saat ini kejar-kejaran di taman.
Tak sengaja Dira dan Nisa menginjak-injak bunga yang baru saja di tanam, ada dosen yang melihat dan menegur mereka dari kejauhan. Tetapi Dira dan Nisa tidak mendengar.
"Dira, Pak Arkan ke sini," ucap Nisa.
__ADS_1
"Ayo kita kabur saja!" ajak Dira, kemudian Dira dan Nisa berlari meninggalkan Luna.
Luna harus menjawab berbagai pertanyaan dari Arkan, karena ulah kedua sahabatnya yang masih seperti anak kecil.