
Keke yang melihat Sisil bersama teman-teman Dira sangat geram, dia tidak suka dengan Dira dan teman-temannya. Keke menemui Sisil, kebetulan Sisil sedang duduk sendiri di tepi danau. Leo dan Elang sedang memesan makanan sedang Luna dan Nisa menemui Dira dan Arkan.
"Sisil!" teriak Keke yang hendak menuju ke arah di mana Sisil berada.
"Aku kira kalian gak datang," ucap Sisil sembari tersenyum melihat kedatangan Keke dan temannya.
"Dasar penghianat! gak usah sok baik!" bentak Keke.
"Penghianat gimana? kita semua masih berteman," kata Sisil bingung dengan Keke yang tiba-tiba marah.
"Sejak kapan kamu bareng Dira dan teman-temannya? kita selalu bantuin kamu untuk ngerjain Dira, kamu malah berteman dengan dia," jelas Keke.
Sisil kemudian meminta agar Keke dan teman lainnya meminta maaf juga dengan Dira, tetapi mereka tidak mau. Mereka justru menyalahkan Sisil, Keke dengan sengaja mendorong Sisil hingga jatuh ke danau. Kemudian mereka meninggalkan Sisil, salah satu temannya hendak menolong tetapi Keke mengajak mereka berlari.
Byuurrrr...
"Suara apa itu?" tanya Dira kebetulan jarak mereka tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"Ikan melompat mungkin," jawab Arkan asal.
Dira mengamati sekeliling danau, dia melihat ada tangan melambai dan mendengar suara orang minta tolong.
"Kak, tunggu di sini," ucap Dira tanpa berfikir panjang langsung melompat ke danau dan menolong Sisil.
"Dira!" teriak Arkan heran melihat istrinya yang ternyata pandai berenang. Dia merasa tenang dan menyuruh Dira segera menepi.
Dengan cepat Dira bisa menolong Sisil, lalu membawa ke tepi.
"Bantuin, Kak," ucap Dira.
"Sayang, kamu bikin khawatir saja," ucap Arkan sembari memberikan jasnya untuk menutupi baju Dira yang basah. Sisil, kamu gak apa-apa kan?" Lanjutnya.
"Yang penting Sisil selamat," ucap Dira.
"Aku baik-baik saja," sahut Sisil dengan pelan karena masih syok dengan kejadian itu. Dia tidak menyangka Keke akan tega melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Luna dan Nisa kebetulan tadi pergi ke toilet, jadi tidak melihat kejadian itu. Saat sampai di tempat Dira berada mereka kaget melihat Dira dan Sisil yang basah.
"Dira, Sisil, apa yang terjadi?" tanya Luna lalu duduk di sebelah Sisil.
"Kalian berenang, ya?" sahut Nisa.
"Lebih baik kita pulang saja! acaranya kita ganti besok, kalau Sisil sudah tenang," kata Arkan.
Mereka semua menyetujui ide Arkan, lalu mencari Elang dan Leo untuk di ajak pulang. Elang dan Leo sedang asyik menikmati makanan yang mereka pesan tadi.
"Habiskan saja, Leo! nanti kalau Nisa datang kita gak kebagian," ucap Elang menyodorkan sepiring nasi goreng yang mereka pesan.
"Ngeledek kamu, El," ucap Leo.
Tak lama kemudian Dira dan lainnya mengajak Elang dan Leo pulang, untung saja mereka sudah selesai makan.
"Dira sama Sisil habis renang, gak ajak-ajak," ucap Elang.
__ADS_1
"Ayo kita pulang dulu, El! nanti kita bahas soal ini," kata Arkan.
Mereka kemudian pulang ke rumah Arkan lebih dulu, karena jarak lumayan dekat. Setelah sampai di rumah, Dira memberikan baju ganti untuk Sisil dan membuatkannya minuman hangat. Dira juga menganti bajunya lebih dahulu, karena sudah terlalu lama menggunakan baju yang basah tadi.