
Kejadian tak terduga di kampus.
Entah ada angin apa tiba-tiba Sisil meminta maaf kepada Dira dan meminta gabung menjadi teman Dira.
Nisa tidak setuju, dia takut nanti Sisil hanya akan menyakiti Dira. Begitu juga dengan Luna yang masih menaruh curiga pada Sisil.
Sisil tidak menyerah begitu saja, dia selalu mendekati Dira dan temanya. Bahkan Sisil juga sering membawakan makanan buat mereka, tetapi anehnya si tukang makan tidak pernah mau menyentuh makanan dari Sisil. Hal itu membuat geram Sisil dan tidak suka dengan Nisa.
"Sisil, kamu bawa apa?" tanya Nisa, sambil melirik makanan yang di bawa Sisil.
"Ini makanan buat kita nanti," ucap Sisil, karena mereka akan belajar bersama di kampus.
"Kita sudah bawa kok!" kata Nisa, menunjukkan makanan yang dia bawa.
"Luna, ayo kita ke perpustakaan dulu, sambil nunggu Dira!" ajak Nisa.
"Boleh, aku juga mau pinjam buku yang kemarin itu kita baca," ucap Luna, mereka pun pergi meninggalkan Sisil yang masih berada di tempat itu.
Dira masuk ke dalam kelas dan hanya ada Sisil di dalam kelas.
"Dira, kamu sendirian aja?" tanya Sisil, sembari mendekati Dira yang sedang duduk.
"Iya, aku sendiri," jawab Dira singkat.
"Tadi Luna dan Nisa nungguin kamu lho, mereka ke perpustakaan sekarang," kata Sisil, mencari bahan pembicaraan.
"Oh... ya udah aku ke sana dulu ya!" pamit Dira, berdiri dari duduknya lalu pergi ke perpustakaan.
"Tunggu Dira, aku ikut boleh?" tanya Sisil.
"Ikut aja!" jawab Dira, melanjutkan jalanya.
Di perpustakaan Dira menjadi pusat perhatian karena datang bareng Sisil, Nisa sampai melotot ke arah Dira.
"Dira, ayo keluar sebentar!" ajak Nisa, sambil menarik Dira untuk keluar dari perpustakaan.
"Apaan sih Nisa? aku bisa jalan sendiri," kata Dira.
"Dira kenapa kamu bareng Sisil?" tanya Nisa, kesal dengan Dira.
"Tadi dia mau ikut kesini, ya udah Dira ajak," jelas Dira.
"Kamu baikan sama Dia?" tanya Nisa lagi.
"Begini Nisa, kalau dia baik sama aku ya aku baik, begitu juga sebaliknya," ucap Dira.
Nisa kesal mendengar jawaban Dira, dia pergi begitu saja. Dira mencari Nisa di kelas tetapi tidak ada, di kantin juga tidak ada.
Luna keluar dari perpustakaan juga mencari mereka berdua tetapi yang dia temui hanya ada Dira.
"Luna, ini gimana ya kalau Nisa marah sama aku?" tanya Dira.
"Marah kenapa Dira? tadi baik-baik aja kok," jelas Luna.
"Soal Sisil tadi ikut aku ke perpustakaan," kata Dira.
__ADS_1
"Kamu tenang, biar aku yang jelaskan nanti ya," ucap Luna, menenangkan Dira.
Nisa saat ini duduk di bawah pohon di belakang kampus, dia sendiri.
"Nisa, kamu tidak masuk kelas?" tanya Elang yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Nisa.
"Kakak ganteng ngagetin aja, Nisa sebel sama Dira," ucap Nisa, mengerucutkan bibirnya.
"Dira ngapain kamu?" tanya Elang lagi.
"Tadi dia jalan bareng sama Sisil, Nisa takutnya dia pura-pura baik sama Dira!" jelas Sisil.
"Kamu jangan kaya anak kecil Nisa, mungkin Sisil sudah bener-bener baik," ucap Elang.
"Kenapa kakak ganteng belain Sisil juga?" tanya Nisa.
"Aku gak belain Nisa, kan mungkin," jelas Elang, sambil tersenyum melihat kelakuan Nisa.
"Tapi Nisa maunya berteman sama Dira dan Luna ssaj, " ucap Sisil.
"Sama aku gak mau temenan?" tanya Elang, bercanda.
"Maksud Nisa teman cewek kakak..." jawab Nisa lirih.
"Itu tadi bilang apa?" tanya Elang lagi.
"Jangan kan teman jadi pacar kakak, Nisa juga mau," ucap Nisa,tanpa malu-malu.
Elang hanya tersenyum mendengar ucapan Nisa, lebih baik berteman bagi Elang dari pada punya hubungan dengan teman lama.
Dari ketiga teman itu sebenarnya ada yang Elang sukai sejak lama, tetapi Elang tidak pernah mengungkapkan perasaannya karena takut merusak persahabatan.
"Kita lagi ngobrol," jawab Elang.
"Nisa kita cari kamu ke mana-mana, tak taunya malah asyik berduaan," sahut Dira.
"Kita tidak sengaja ketemu kok," jawab Elang, sambil melihat ke arah Luna dan Dira.
"Nisa kamu tidak ikut kelas pak Arkan tadi? ada tugas lho," ucap Luna.
"Biar Luna, nanti aku kerjakan," jawab Nisa malas.
"Nisa, aku sama Sisil gak ada apa-apa jangan cemburu," kata Dira, tersenyum melihat Nisa yang lagi ngambek.
"Dira, aku takut Sisil cuma pura-pura baik sama kamu," jelas Nisa.
"Tidak akan Nisa, kamu jangan khawatir ya," kata Dira.
"Ayo kita ke kantin! nanti aku yang bayar!" ucap Elang.
"Awas jangan kabur lagi El!" ancam Dira.
Mereka berempat berjalan menuju kantin kampus, seperti biasa Nisa selalu makan paling banyak.
"Boleh aku gabung?" tanya Sisil, yang baru datang dengan membawa semangkuk mie.
__ADS_1
"Silahkan Sisil, duduk saja!" jawab Elang, melirik ke arah Nisa yang masih lahap memakan bakso.
"Aku ke toilet dulu!" pamit Nisa, tiba-tiba meninggalkan temannya.
Selang berapa detik Sisil juga ikut pamit untuk ke toilet, Elang heran dengan ke duanya.
"Ada yang tidak beres ini... ucap Elang lirih.
"Kenapa Elang?" tanya Luna, yang saling berpandangan dengan Dira.
Di toilet.
"Tunggu Nisa!" kata Sisil, sedikit teriak.
"Ada apa?" tanya Nisa dengan ketus.
"Kamu kelihatannya tidak suka sama aku!" ucap Sisil.
"Memang iya! kenapa?" tanya Nisa.
"Aku sudah baik ya sama kalian! jangan bikin marah!" ucap Sisil membentak Nisa.
"Kamu tidak ikhlas?" tanya Nisa.
"Aku sudah berusaha baik sama kamu!" Sisil mulai geram dengan Nisa.
"Ketauan kalau pura-pura baik!" kata Nisa, hendak berlalu pergi dari toilet tetapi tangannya di pegang oleh Sisil.
"Nisa kamu bilang apa?" tanya Sisil lagi.
"Lepas!!!" bentak Nisa.
Sisil melepaskan tangan Nisa, karena dia sudah kebelet ingin ke toilet. Nisa segera kembali ke kantin karena teman-temannya sudah lama menunggu.
"Nisa lama sekali?" tanya Luna, mengaduk minumannya.
"Antri tadi Luna," jawab Nisa, bohong.
"Udah dingin tuh makanan kamu," sahut Dira.
"Kakak ganteng, boleh pesan lagi tidak?" tanya Nisa dengan lembut.
"Pesan saja Nisa tapi lebihnya bayar sendiri!" jawab Elang.
Ucapan Elang membuat Luna dan Dira tertawa.
Nisa memesan makanan lagi membuat Elang heran, karena baru kali ini dia melihat Nisa makan sampai selesai.Elang segera membayar pesanan teman-temannya, karena waktu juga sudah siang mereka harus pulang.
Dira hari ini sudah mulai berkerja lagi, teman di cafe sudah menantikan kehadiran Dira.
...🍃🍃🍃🍃...
Sampai di sini dulu ya?
Terimakasih buat yang sudah mau membaca karya receh ini, semoga sehat selalu buat semua🥰🥰
__ADS_1
Makasih juga buat dukungannya 🙏🙏🙏
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤