
"Kak, kenapa baru pulang? tadi katanya sebentar," tanya Dira saat Arkan baru pulang dari butik. Tadi dia membantu Mamah Meri packing baju untuk di kirim ke luar kota.
"Sayang, jangan marah dong! tadi pulang dari kantor, Bunda meminta datang ke butik," jelas Arkan seraya memeluk istrinya.
"Lepasin, Kak! ngapain ke butik? pasti merencanakan sesuatu," kata Dira.
"Tidak sayang, mereka minta cepat dibuatkan cucu," kata Arkan bukannya melepaskan pelukannya tetapi malah mempererat.
"Kalau cepat-cepat emang bisa langsung jadi?" tanya Dira dengan polosnya.
"Nanti kita coba," jawab Arkan seraya mencium kening istrinya.
Dira kemudian mengajak Arkan untuk makan malam, walaupun sudah kenyang Arkan menuruti permintaan istrinya. Arkan hanya makan sedikit, tadi dia sudah makan bareng Bunda dan Mamahnya.
"Kok sedikit makannya? masakan Dira gak enak, Kak?" tanya Dira sedih melihat makanan yang dia buat masih banyak.
Arkan kemudian membantu Dira membereskan meja makan dan mencuci piring, dia merasa bersalah karena makan di luar padahal istrinya di rumah sibuk memasak makanan untuk nya.
**
__ADS_1
Keesokan harinya Luna jalan-jalan pagi, tidak sengaja bertemu dengan Elang yang kebetulan juga sedang lari pagi.
Bruukkkk....
"Auw... sakit! tolong... " ucap Luna lirih saat bertabrakan dengan Elang. Tadinya Luna berjalan tetapi ia melamun dan di tabrak oleh Elang, ia sedang fokus dengan ponselnya sehingga menabrak Luna.
"Luna!" kaget Elang saat membantu Luna berdiri.
"Elang!" Luna juga tak kalah kaget.
"Kalau jalan hati-hati! ketabrak jadinya, untung aku gak ikut jatuh," kata Elang seraya membantu Luna berdiri.
Elang kemudian mengajak Luna untuk duduk dan bercerita, dia juga minta maaf karena telah membuat Luna jatuh.
"Minum dulu, nih! kamu kelihatan capek sekali," ucap Elang sembari memberikan botol minuman milik nya.
Luna menerima lalu meminum kebetulan dia juga sangat haus, Luna berjalan sangat jauh dari rumahnya. Dia juga lupa tidak membawa minuman, padahal Ibunya sudah menyiapkan.
Elang mengajak Luna untuk mampir ke rumah, sejak Arkan tinggal di rumah dia merasa kesepian. Bunda Sinta akhir-akhir ini juga sering keluar.
__ADS_1
"Elang, aku pulang duluan aja," pamit Luna yang tidak tega meninggalkan Ibunya terlalu lama.
"Ke rumahku dulu aja Luna, nanti aku antar," kata Elang.
Luna tetap menolak ajakan Elang, bagiannya Ibunya sangat berarti bagi Luna. Elang yang akhirnya mengalah, ia mengantarkan Luna dengan lari pagi.
"Luna, istirahat dulu yuk!" ajak Elang merasa lelah karena sudah berlari dengan jarak yang lumayan jauh.
"Baru juga sebentar! kamu sudah ngajak istirahat," kata Luna yang belum merasa lelah lagi.
Luna memaksa Elang agar tidak beristirahat, mereka sebentar lagi juga sudah sampai di rumah Luna.
**
Nisa hari ini ikut Mamahnya pergi ke pasar dekat rumah, dia hendak belajar membuat pasta. Karena Nisa yang sering menghabiskan makanan jadi Mamahnya mengharuskan Nisa bisa memasak.
"Mah, kenapa lama sekali? ayo pulang!" ajak Nisa yang tidak sabar menunggu Mamahnya berbelanja.
"Ini udah selesai! tolong bawakan, Nisa," ucap Mamahnya seraya memberikan kantong plastik berisi belanjaan pada Nisa.
__ADS_1
Sampai di rumah Nisa yang membuat sendiri, mamahnya hanya melihat dan memberitahukan resepnya. Ternyata Nisa juga bisa memasak, walaupun rasanya tidak seperti bsaat dia jajan di luar rumah.