Sahabat

Sahabat
Bab 110


__ADS_3

Sisil datang ke kantor Arkan, dia memberikan sebuah foto Dira dengan Leo. Dia sengaja ingin merusak hubungan Arkan dengan Dira. Foto itu di ambil saat magang secara diam-diam, tepatnya di cafe.


Foto itu sudah di edit dan di buat seakan-akan hanya ada Dira dan Leo, padahal Dira tidak pernah terpisah dari Luna dan Nisa.


"Sisil, ada apa datang ke sini?" tanya Arkan sembari merapikan meja kerjanya.


Sisil menaruh foto Dira dan Leo di meja, Arkan kaget saat melihat foto itu.


"Dari mana kamu dapat foto ini?" tanya Arkan melihat dengan jelas foto itu.


"Pastinya dari orang yang ada di foto. Kakak, yakin masih mau menikah dengan Dira?" tanya Sisil sembari tersenyum.


"Ini hanya akal-akalan Sisil saja, lebih baik aku pura-pura percaya sekalian bagaimana reaksi Dira kalau aku marah," batin Arkan.


"Kak, jangan sedih gitu dong, masih ada aku," ucap Sisil seraya memegang tangan Arkan.


Karena kerjaan Arkan sudah selesai, dia pura-pura marah dan membawa foto itu pergi. Sisil mengejar Arkan, dia seakan peduli tetapi hanya mau menjadi kompor agar Arkan marah dengan Dira lalu pernikahan mereka batal.


"Tunggu!" teriak Laura saat melihat Sisil mengejar Arkan.

__ADS_1


"Apa lagi? ganggu orang saja!"bentak Sisil menghentikan langkahnya.


"Rencana buruk apa lagi yang kamu lakukan? orang tua sama anak gak ada bedanya," kata Laura.


"Laura yang sok cantik! tolong jangan campuri urusan ku!" kata Sisil.


"Sisil gila!" teriak Laura kemudian pergi dari hadapan Sisil.


"Dari pada kamu, sudah tua!" teriak Sisil lagi.


Untung saja mereka bukan kakak adik, bisa ramai terus dan bikin heboh satu rumah kalau jadi satu. Laura dan Sisil sama saja, tidak ada yang mau mengalah.


***


"Ini apa?" tanya Arkan menunjukkan foto yang dia bawa.


"Mana lihat!" ucapnya mengambil foto itu dari tangan Arkan. Oh... ini foto Dira sama Leo," Lanjutnya.


"Aku sedang tidak bercanda, Dira? kenapa kamu jalan sama Leo, ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Arkan.

__ADS_1


Dira dengan santai menyuruh Arkan melihat foto itu dengan benar, sangat jelas kalau yang di bawa Arkan adalah foto editan.


"Dira datang ke cafe yang ada di foto baru sekali, itupun sama Luna dan Nisa. Kalau tidak salah saat magang, Leo datang nyamperin kita," jelas Dira.


Penjelasan Dira ada benarnya juga, tetapi Arkan pura-pura tidak percaya.


"Jangan mempermainkan hubungan kita, tidak mudah mendapatkan kepercayaan," ucap Arkan.


"Kakak, dapat foto itu dari mana? Leo? memang dulu Leo pernah bilang suka sama Dira, tetapi Dira tidak mau," kata Dira sembari menatap Arkan kesal.


"Bukan! foto itu dari Sisil tadi dia datang ke kantor," kata Arkan.


"Kakak, duduk dulu! Dira buatin kopi biar fokus," ucap Dira lalu pergi ke dapur.


Percuma Arkan menunjukkan foto itu ke Dira, karena Dira menanggapinya dengan santai. Arkan kemudian duduk sembari menunggu Dira datang.


"Kakak, percaya dengan Sisil?" tanya Dira setelah kembali dari dapur dan meletakkan kopi dan kui di meja.


"Percaya ada buktinya itu," jawab Arkan

__ADS_1


"Bagus kalau percaya," ucap Dira kembali bermain dengan kucingnya.


Sebenarnya Arkan ingin tertawa melihat Dira yang seperti anak kecil, dia kemudian meminum kopi buatan Dira.


__ADS_2