Sahabat

Sahabat
Bab 59


__ADS_3

"Luna, kenapa Dira dan Nisa menginjak-injak bunga yang baru ditanam?" tanya Arkan.


"Mereka sedang bercanda kok, Pak," jawab Luna.


"Panggil mereka suruh ke ruangan ku," kata Arkan.


"Pak, tapi aku harus pulang duluan," alasan Luna, sahabatnya tidak terkena hukuman.


"Kamu saja yang ke ruangan ku, sekarang!" ucap Arkan.


Luna mengikuti Arkan untuk masuk ke dalam ruangannya, dia memberi Luna pertanyaan yang membuat Luna harus berbohong.


"Kenapa kamu diam saat teman kamu melakukan kesalahan?" tanya Arkan.


"Kesalahan apa, Pak?" Luna malah balik bertanya.


Luna benar-benar menguji kesabaran Arkan, dia mau marah tetapi tidak enak. Arkan kemudian menyuruh Luna untuk keluar dari ruangannya.


"Dira, aku capek kita lari dari tadi," ucap Nisa.


"Selamat kita, Kak Arkan tidak mengejar kita," kata Dira.


Dira dan Nisa saat ini berada di pinggir jalan, mereka lari ke luar kampus.


"Nisa!" teriak Dira.


"Apa? jangan teriak aku juga dengar," kata Nisa.


"Nisa, Luna bagaimana ini? apa mungkin dia yang di hukum Kak Arkan?" tanya Dira.


"Kita tunggu disini! sekarang kirim pesan sama Luna," ucap Nisa.


Dira segera mengirimkan pesan singkat pada Luna, dia bilang kalau menunggu di luar kampus. Lima menit kemudian yang datang bukan Luna tetapi Arkan.

__ADS_1


Setelah melihat Dira dan Nisa yang sedang duduk dan keasikan ngobrol, Arkan menepikan mobilnya. Arkan menuju ke arah Dira dan Nisa.


"Kalian ternyata di sini," ucap Arkan.


"Pak Arkan!" Nisa kaget melihat Arkan.


"Dira, Nisa kalian harus memperbaiki tanaman yang kalian injak-injak tadi!" kata Arkan.


Dira dan Nisa saling bertatapan, mereka merasa tidak bersalah.


"Tanaman apa, Kak?" tanya Dira.


Tanpa banyak bicara Arkan memegang tangan Dira dan di ajaknya ke taman kampus, Nisa mengikuti mereka dari belakang.


"Kalian lihat!" kata Arkan.


"Tadi Dira yang mengejar aku, Pak. Dia saja yang di hukum," kata Nisa.


"Enak aja, tadi kamu yang mulai duluan," ucap Dira.


Dengan terpaksa Dira dan Nisa merapikan kembali tanaman itu, Arkan tetap menunggu mereka.


"Pak, nanti antar kita pulang ya," kata Nisa.


"Nisa, aku gak mau," bisik Dira.


"Boleh, cepat selesaikan!" kata Arkan.


Setelah selesai merapikan tanaman mereka pulang di antar Arkan, Luna sudah pulang terlebih dahulu. Karena saat Dira dan Nisa merapikan taman dia keluar kampus.


Di sepanjang perjalanan menuju rumah Arkan menasehati Dira, agar tidak seperti anak kecil.


"Kamu sudah dewasa, jangan seperti anak kecil. belajarlah tanggung jawab," kata Arkan.

__ADS_1


"Maaf Kak, tadi Dira tidak sengaja," ucap Dira.


"Alasan tidak di terima," kata Arkan.


"Tidak ya sudah! aku mau turun, Kak!" kata Dira.


Arkan tidak menghiraukan ucapan Dira, Nisa merasa bersalah jadi diam dan tidak berkomentar apapun.


"Pak Arkan ternyata peduli sekali dengan Dira," ucap Nisa dalam hati.


Arkan mengajak mereka makan di sebuah cafe, karena sudah waktunya makan siang.


"Ayo kita makan dulu!" ajak Arkan.


"Aku tunggu di mobil saja," tolak Dira.


"Ini sudah siang Dira, nanti kamu bisa sakit," kata Arkan.


Nisa memaksa Dira untuk makan dan akhirnya mau, mereka masuk ke dalam cafe untuk memesan makanan.


"Pak, boleh pesan tiga porsi?" tanya Nisa.


"Habiskan dulu, Nisa! jangan bikin malu," sahut Dira.


"Silahkan Nisa, kalian boleh nambah," ucap Arkan.


"Mumpung gratis, Dira. Ayo kita nambah lagi!" ajak Nisa, membuat Dira melotot ke arah Nisa.


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2