Sahabat

Sahabat
Bab 63


__ADS_3

"Sisil, aku ada ide buat ngerjain Dira," ucap Keke.


"Ide apa? paling juga gagal!" cibir Sisil.


Keke berbisik pada Sisil, mengutarakan idenya. Sisil kemudian memikirkan ide Keke apakah bisa berhasil atau tidak.


"Bagaimana?" tanya Keke.


"Boleh juga, tapi kamu yang melakukan!" kata Sisil.


"Siap! biar aku saja," kata Keke.


Kemudian mereka mencari keberadaan Dira dan teman-temannya. Saat ini Dira dan Nisa sedang mengerjakan tugas di kelas, sedangkan Luna membaca buku di taman.


Kebetulan Dira dan Nisa meminjam buku milik Luna, mereka mencontek pekerjaan Luna. Itu sudah menjadi kebiasaan Dira dan Nisa.


"Dira, aku capek. Ayo kita ke kantin dulu!" ajak Nisa.


"Aku mau ke toilet sebentar!" kata Dira, sambil berlari. Nisa pergi ke kantin sendiri, karena tak kuat menahan lapar.


Saat Dira dan Nisa pergi, Sisil dan Keke melakukan aksinya. Mereka merobek buku milik Luna dan membuang robekan buku itu ke tong sampah.


"Ayo cepat keluar! keburu ada yang melihat," kata Sisil.


Keke segera keluar dari kelas itu, kebetulan keadaan kelas kosong.


Luna selesai membaca buku, masuk ke dalam kelas. Dia melihat bukunya yang robek dan penuh coretan seketika kaget.


"Tega bener Dira sama Nisa, aku mengerjakan tugas semalam menahan rasa ngantuk... "ucapnya lirih.

__ADS_1


"Luna, kamu dari mana?" tanya Dira, yang baru datang dari toilet.


"Dira, kamu sama Nisa tega ya? masih juga berebut," kata Luna dengan mata berkaca-kaca.


"Maksudnya apa?" tanya Dira bingung, dia merasa tidak merebutkan sesuatu dengan Nisa.


"Lihat!" ucap Luna, air matanya menetes di pipinya.


"Siapa yang merobek buku kamu, Luna?" tanya Dira.


"Pura-pura tanya lagi! aku kecewa sama kalian!" kata Luna, kemudian mengambil buku miliknya dan memasukkan ke dalam tas. Luna pergi meninggalkan Dira yang masih mematung karena kebingungan.


Di jalan Luna bertemu dengan Nisa, yang baru saja dari kantin.


"Luna!" teriaknya, Luna tidak menyahut dia malah mempercepat jalannya.


"Luna, kamu mau kemana?" tanya Nisa, tetapi tidak ada jawaban.


"Dira," sapa Nisa.


"Luna marah," ucap Dira dengan pelan.


"Marah kenapa? tadi dia jalan keluar kampus sambil nangis," kata Nisa.


"Luna marah sama kita," ucap Dira.


"Apa salah kita?" tanya Nisa, belum tau kalau buku Luna robek.


Dira kemudian menceritakan semua pada Nisa, dia juga kaget saat mendengar cerita Dira.

__ADS_1


"Kita cari Luna! kita harus menjelaskan," kata Nisa.


Dira dan Luna kemudian berlari mencari keberadaan Luna.


"Brak!"


"Maaf, aku buru-buru. Kamu tidak papa?" tanya Dira, kebetulan menabrak Elang.


"Gak papa, kenapa juga kamu lari-lari?" tanya Elang.


"Aku mencari Luna," jawab Dira.


"Untung yang kamu tabrak Kakak ganteng," sahut Nisa.


"Luna sudah pulang," kata Elang.


"Antar kita ke rumah Luna," ucap Dira pada Elang.


"Ya sudah, ayo aku antar!" kata Elang.


Kemudian mereka bertiga menuju ke rumah Luna, tetapi Luna belum ada di rumah.


"Ibu, Luna ada?" tanya Dira.


"Luna belum pulang, Dira," ucap Ibu Luna. Kalian tadi tidak bertemu, ya?" Lanjutnya.


"Belum, Bu," jawab Dira, dia berbohong karena takut membuat Ibu Luna khawatir.


Mereka lalu berpamitan untuk pulang, dan berencana mencari Luna di tempat lain.

__ADS_1


Luna duduk sambil menangis di taman kampus, dia merasa kecewa dengan Dira dan Nisa. Sahabat yang dia selalu bantu setiap ada kesulitan dalam mengerjakan tugas.


__ADS_2